Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » DKP NTT Perkuat Pengawasan Laut, Pokmaswas Capai 93 Kelompok, Bom Ikan Masih Dominasi Pelanggaran

DKP NTT Perkuat Pengawasan Laut, Pokmaswas Capai 93 Kelompok, Bom Ikan Masih Dominasi Pelanggaran

  • account_circle Mario
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat sistem pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan.

Langkah tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dari hanya 19 kelompok pada 2019 menjadi 93 kelompok yang kini tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT. Penguatan ini menjadi salah satu strategi efektif memperluas pengawasan di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.

Keberadaan Pokmaswas dinilai memberikan dampak nyata dalam menjaga wilayah pesisir. Masyarakat yang tinggal di kawasan pantai menjadi pihak pertama yang mengetahui berbagai aktivitas di laut, sehingga laporan dugaan pelanggaran dapat diterima lebih cepat dan ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum. Bahkan, jumlah Pokmaswas dipastikan masih akan bertambah karena beberapa kelompok baru sedang dalam tahap pembentukan.

Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Provinsi NTT, Merry M. Foenay, mengatakan bidangnya menyentuh langsung dengan nelayan.

Menurut Merry, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pembinaan dan pendampingan kepada nelayan.

“Kita sahabat nelayan,” katanya, (8/7/2026).

Meski demikian, praktik penangkapan ikan secara ilegal masih menjadi tantangan. Merry mengungkapkan, pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.

“Paling banyak yang sering kami temukan itu menangkap ikan dengan bahan peledak. Laporannya juga cukup banyak,” ungkapnya.

Data DKP Provinsi NTT menunjukkan, sepanjang 2025 hingga April 2026 terdapat sedikitnya sembilan kasus tindak pidana perikanan yang berhasil ditangani. Pelanggaran didominasi penggunaan bom rakitan dan alat bantu kompresor.

Kasus bom ikan ditemukan di Tanjung Waka, Kabupaten Ende, Perairan Takajurang dan Desa Koja Gete di Kabupaten Sikka, serta kembali terjadi di Perairan Parumaan dan Desa Haewuli, Kabupaten Sikka pada 2026.

Sementara penggunaan kompresor ditemukan di sejumlah perairan Kabupaten Manggarai Barat, seperti Labuan Bajo, Sebabi, dan Batu Tiga. Selain itu, tercatat pula kecelakaan kapal perikanan berupa tenggelamnya KMN Sinar Baru Naila 01 GT 18 di Perairan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang diketahui beroperasi tanpa dokumen resmi.

Merry menjelaskan, keberhasilan pengawasan tidak terlepas dari sinergi dengan berbagai pihak, terutama Polisi Perairan dan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang.

“Puji Tuhan kami banyak terbantu oleh Polisi Perairan. Di Maumere misalnya, selain Polisi Air, PSDKP Kupang juga aktif melakukan pengawasan dan penangkapan pelaku,” katanya.

Selain itu, DKP Provinsi NTT juga kerap diminta menjadi saksi ahli oleh aparat kepolisian dalam penanganan perkara pelanggaran di bidang kelautan dan perikanan.

Ia menilai, masih terjadinya pelanggaran disebabkan rendahnya kesadaran sebagian nelayan yang memilih cara instan untuk memperoleh hasil tangkapan. Di sisi lain, tidak sedikit pelaku berasal dari luar NTT yang masuk ke wilayah perairan provinsi ini dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

“Banyak juga pelaku bukan orang NTT, tetapi nelayan dari luar yang masuk ke perairan kita dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” ujarnya.

Karena itu, DKP Provinsi NTT terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai sosialisasi bersama para pemangku kepentingan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dinas juga memfasilitasi pengurusan berbagai perizinan bagi nelayan agar aktivitas penangkapan ikan berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Merry, keberadaan 93 Pokmaswas menjadi kekuatan utama dalam sistem pengawasan laut di NTT. Seluruh anggotanya merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sehingga mampu menjadi pelapor pertama ketika terjadi dugaan pelanggaran.

“Dengan keterbatasan anggaran dan SDM, Pokmaswas sangat membantu kami. Mereka adalah pelopor dan orang pertama yang melihat apa yang terjadi di laut, kemudian melaporkannya kepada kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah Pokmaswas dari 19 kelompok menjadi 93 kelompok sejak 2019 turut berkontribusi menekan angka pelanggaran di wilayah pesisir. Para anggota Pokmaswas juga rutin berkoordinasi dengan DKP sehingga pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dapat berjalan lebih efektif.

“Harapan kami, nelayan menangkap ikan dengan cara yang baik, bukan menggunakan bahan peledak. Laut harus dijaga bersama karena merupakan sumber kehidupan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Jabatan Strategis di Pemko Batam Kosong

    Sejumlah Jabatan Strategis di Pemko Batam Kosong

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Habil
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com | Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemko) Batam saat ini kosong. Posisi yang kosong tersebut mencakup Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Kepala Dinas Perpustakaan, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang akan memasuki masa purnatugas. Wali Kota Batam, Amsyakar Achmad, memastikan kekosongan jabatan tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia menambahkan […]

  • Rumah di Desa Citemu Mundu Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Rumah di Desa Citemu Mundu Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 156
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah rumah tinggal di Dusun 2 Blok Krupak RT 001/003, Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, ludes dilalap api pada Senin malam, 15 Juni 2026. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kebakaran pertama kali dilaporkan ke Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Evakuasi (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon melalui Damkar Sektor Pangenan pukul 20.14 […]

  • Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80, Pemdes Bluto Bakal Gelar Festival Musik Tong-tong Bupati Cup Se-Madura

    Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80, Pemdes Bluto Bakal Gelar Festival Musik Tong-tong Bupati Cup Se-Madura

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali menyuguhkan Pagelaran kemeriahan Semarak Agustusan HUT RI 80. Dalam menyambut HUT RI ke 80 tersebut, tersaji pagelaran spektakuler, yaitu Pegelaran Festival Musik Tong-Tong Bupati Cup Se-Madura, yang rencananya akan digelar pada 5 hingga 12 Agustus 2025 […]

  • Injeksi Laptop Kupang Latih Anak Muda GMIT Betlehem Oesapa, Perkuat Public Speaking dan Kesehatan Mental

    Injeksi Laptop Kupang Latih Anak Muda GMIT Betlehem Oesapa, Perkuat Public Speaking dan Kesehatan Mental

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 284
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Injeksi Creative Center atau yang lebih dikenal sebagai Injeksi Laptop Kupang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan generasi muda di Nusa Tenggara Timur melalui kegiatan pelatihan bagi anak-anak muda Gereja GMIT Betlehem Oesapa, Oesapa Barat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan penting yang relevan dengan kebutuhan pelayanan […]

  • dr. Christian Widodo Tampil di Lemhannas, Inovasi Kegawatdaruratan Kota Kupang Tuai Apresiasi

    dr. Christian Widodo Tampil di Lemhannas, Inovasi Kegawatdaruratan Kota Kupang Tuai Apresiasi

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 44
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Inovasi Pemerintah Kota Kupang dalam penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik mendapat apresiasi dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta. Dalam kegiatan yang digelar pada 2–12 September 2026 secara hybrid tersebut, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi pemerintahannya sebagai bagian dari […]

  • Pengprov POBSI Sumut 2026-2030 resmi dilantik, Bidik prestasi lebih tinggi

    Pengprov POBSI Sumut 2026-2030 resmi dilantik, Bidik prestasi lebih tinggi

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Medan – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Utara periode 2026-2030 resmi dilantik di Hotel Adimulia Medan, Sabtu (8/8/2026). Di bawah kepemimpinan HM Hidayat Batubara, POBSI Sumut langsung memasang target tinggi dengan membidik lima medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026. Pelantikan dilakukan Ketua Harian PB POBSI Syafril Nasution mewakili Ketua Umum […]

expand_less