Ketidak Sesuaian Jemput Gratis Angkutan Anak Sekolah Dikeluhkan Siswa
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Keterbatasan jam operasional dan sempitnya jangkauan rute menjadi sorotan saat evaluasi program angkutan pelajar gratis JEMPOL (Jemput Pelajar Kota Magelang), Jumat, 19 Juni 2026.
Layanan transportasi gratis tersebut didesak untuk segera menyesuaikan jadwal pulang siswa tingkat menengah atas yang kerap melebihi pukul 16.00 WIB.
Seorang perwakilan pelajar dari SMA Negeri 1 Magelang mengungkap ketidaksesuaian waktu operasional armada tersebut dengan kebutuhan siswa di lapangan.
Sebab, layanan JEMPOL selama ini hanya beroperasi dan melayani penjemputan hingga pukul 15.00 WIB.
“Padahal, banyak siswa SMA yang baru pulang sekolah setelah pukul 16.00 WIB,” keluhnya dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Angkutan Pelajar Gratis JEMPOL di Ruang Rapat Riptaloka Dinas Perhubungan (Dishub).
Oleh karena itu, penyesuaian jam layanan dinilai sangat mendesak agar fasilitas dari Pemkot Magelang itu tidak mubazir.
Selain urusan waktu, kalangan pelajar juga mendesak pengadaan aplikasi pelacakan digital (real-time) agar siswa tidak kebingungan memantau posisi armada yang sedang beroperasi.
Selain dari perwakilan pelajar, desakan serupa turut disuarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang.
Instansi itu meminta adanya penambahan trayek baru guna menjangkau sekolah-sekolah pinggiran yang belum terlayani secara maksimal, seperti SMP Negeri 7, SMP Negeri 9, dan SMP Negeri 11.
Adapun pihak Kecamatan Magelang Utara mengusulkan agar dinas terkait segera menerbitkan sistem kartu langganan bagi penumpang tetap.
Langkah pencetakan identitas khusus tersebut dinilai krusial untuk mempermudah pendataan, membantu sopir mengenali siswa, serta menertibkan titik penjemputan di wilayah padat.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar