Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PT KIB Siapkan Terobosan Bisnis Kayu Balsa, Bidik Omzet Rp50 Miliar dan Bangkitkan Kawasan Industri Bolok

PT KIB Siapkan Terobosan Bisnis Kayu Balsa, Bidik Omzet Rp50 Miliar dan Bangkitkan Kawasan Industri Bolok

  • account_circle Mario
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- PT Kawasan Industri Bolok (KIB) Perseroda mulai menyiapkan langkah baru untuk mengubah kondisi perusahaan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia, yang dilantik Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada Mei lalu, PT KIB menggagas pengembangan budidaya kayu balsa sebagai salah satu pintu masuk membangun kembali iklim investasi dan menggerakkan kawasan industri di Bolok.

Rusyanto mengakui, kondisi ekonomi global yang belum stabil membuat arus investasi tidak lagi semudah beberapa tahun lalu. Karena itu, menurutnya, PT KIB tidak bisa hanya menunggu investor datang, tetapi harus menciptakan peluang bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan sekaligus menarik minat investor.

“Industri dituntut kreatif. Kita harus mencari langkah yang bisa menghasilkan uang lebih cepat dan mengubah kondisi perusahaan dari rugi menjadi untung,” ujarnya tokoh Entrepreneur itu, (22/7/2026)

Ia menjelaskan, hingga kini terdapat sejumlah persoalan mendasar yang membuat investor enggan berinvestasi di Kawasan Industri Bolok. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur dasar.

Akses jalan menuju kawasan industri dinilai masih terlalu sempit untuk dilalui kendaraan logistik berskala besar. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi barang menjadi tidak efisien, bahkan sering menimbulkan kemacetan ketika truk kontainer berpapasan.

Selain itu, PT KIB juga belum memiliki pelabuhan bongkar muat sendiri. Akibatnya, barang harus dibongkar terlebih dahulu di Pelabuhan Tenau sebelum diangkut ke Bolok, sehingga biaya logistik menjadi tinggi dan mengurangi daya saing kawasan industri.

Persoalan lainnya adalah penyelesaian status lahan yang hingga kini masih menyisakan penolakan dari sebagian masyarakat. Menurut Rusyanto, karena aset tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi NTT, penyelesaian persoalan lahan menjadi faktor penting dalam menarik investasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, PT KIB memilih menawarkan gagasan budidaya kayu balsa. Komoditas ini dinilai memiliki prospek besar karena masa panennya relatif singkat, sekitar tiga tahun, serta permintaan pasar internasional yang terus meningkat.

“Bahkan Indonesia saat ini baru mampu memenuhi sekitar lima persen dari kebutuhan pasar dunia. Ini peluang yang sangat besar,” katanya.

Menurut Rusyanto, investor pada umumnya baru bersedia membangun industri apabila bahan baku telah tersedia. Karena itu, PT KIB ingin lebih dulu memastikan ketersediaan bahan baku sebelum menghadirkan industri pengolahan kayu balsa ke NTT.

PT KIB mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor kayu balsa. Hasil pembicaraan menunjukkan adanya ketertarikan untuk berinvestasi, namun dengan syarat pasokan bahan baku tersedia secara berkelanjutan.

Karena itu, penanaman balsa sempat dimasukkan dalam Rencana Bisnis PT KIB Tahun 2026. Namun usulan tersebut belum mendapat persetujuan Komisi III DPRD Provinsi NTT karena dinilai berada di luar core business perusahaan sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Meski demikian, Rusyanto menegaskan pihaknya tidak menyerah. PT KIB akan menyiapkan berbagai kajian ilmiah dan mitigasi risiko guna meyakinkan DPRD bahwa investasi pada budidaya balsa layak dijalankan.

Kajian tersebut akan mencakup kelayakan lahan, tingkat keberhasilan budidaya, hingga kepastian pasar melalui nota kesepahaman (MoU) dengan calon investor.

“Kami harus bisa meyakinkan bahwa pohon yang ditanam pasti ada yang mengolah dan membelinya. Karena itu MoU dengan investor menjadi sangat penting,” jelasnya.

Selain itu, PT KIB juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurangi kebutuhan pembiayaan perusahaan. Salah satu opsi yang sedang disiapkan ialah menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) maupun Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT dalam program penanaman dan konservasi.

Menurut Rusyanto, kebutuhan investasi awal untuk pengembangan balsa seluas 100 hektare diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Sebagian besar anggaran justru dibutuhkan untuk pembangunan pagar keliling agar tanaman terlindungi dari ternak yang masih bebas berkeliaran di kawasan tersebut.

Sementara biaya penanaman dan pemeliharaan dinilai relatif kecil, meski tetap memerlukan perawatan seperti penyiraman pada musim kemarau.

Ia mengatakan, berdasarkan komunikasi dengan calon investor, sedikitnya dibutuhkan areal tanam sekitar 100 hektare atau sekitar 100 ribu pohon agar industri pengolahan dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Dengan asumsi nilai jual rata-rata mencapai Rp500 ribu per pohon saat panen, potensi omzet yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar dalam satu siklus panen.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, penanaman harus dilakukan setiap tahun sehingga saat panen berlangsung, industri tidak mengalami kekurangan bahan baku.

“Saya yakin kalau semua ini sudah terkoneksi, mulai dari penanaman, investor hingga industri pengolahannya, maka PT KIB tinggal menikmati hasilnya. Atmosfer industri di Kawasan Industri Bolok akan bergerak,” tegas Rusyanto.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Police Goes to School, Satlantas Polres Subulussalam Sosialisasi Keselamatan Berkendara Kepada Pelajar

    Police Goes to School, Satlantas Polres Subulussalam Sosialisasi Keselamatan Berkendara Kepada Pelajar

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com – Satuan Lalu Lintas Polres Subulussalam melaksanakan kegiatan Saweu Sikula atau Police Goes to School dengan mengunjungi SMP Negeri Penanggalan dan SD-SMP Alfaqih Ihza Mahdani dalam rangka sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para pelajar, Senin (11/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas mengajak siswa-siswi untuk memahami pentingnya etika dan kepatuhan dalam berkendara demi menciptakan […]

  • Julius Raja Resmi Sebagai Sekretaris PSMS

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Medan – Setelah tiga tahun pisah dengan PSMS, akhirnya Julius Raja kembali bergabung dengan tim berjuluk “Ayam Kinantan” “Ya. Sudah keluar SK nya. No 02/dir /l/2025, Tgl 15 januari 2025,yg diteken Ariffuddin Maulana, sebagai Sekretaris Klub PSMS “,kata Julius Raja di Medan, Kamis (23/1) Julius Raja menyebut kan langsung tancap gas untuk mendampingi PSMS melakoni […]

  • Talenta Emas Sepak Bola Bengkulu: SSB Jadi Tumpuan Lahirkan Pesepak Bola Handal

    Talenta Emas Sepak Bola Bengkulu: SSB Jadi Tumpuan Lahirkan Pesepak Bola Handal

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com – Keyakinan akan potensi besar atlet sepak bola di Bengkulu mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu untuk memprioritaskan pembinaan sejak usia dini. Langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat peran Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai fondasi utama pengembangan bakat-bakat muda. Mike Van Hove, Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu, menegaskan bahwa SSB merupakan kunci […]

  • Buper Pasir Parat: Pesona Tersembunyi di Ketinggian Kabupaten Cirebon

    Buper Pasir Parat: Pesona Tersembunyi di Ketinggian Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 163
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM Senin 27 Maret 2026 — Deru kendaraan dan padatnya aktivitas kota perlahan menghilang begitu kaki menjejak kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Pasir Parat. Terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, tempat ini menawarkan sesuatu yang sederhana dengan sentuhan ketenangan. Di bawah naungan ribuan pohon pinus yang menjulang tinggi, suasana terasa berbeda. Cahaya matahari […]

  • Meneladani Pangeran Ramajaksa Patikusuma, Pemkab Kuningan Gelar Napak Tilas Ziarah Leluhur

    Meneladani Pangeran Ramajaksa Patikusuma, Pemkab Kuningan Gelar Napak Tilas Ziarah Leluhur

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Menghormati jasa dan perjuangan para leluhur yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah daerah, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., dan Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Rama Jaksa Patikusuma di Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, Senin (31/8/2026). […]

  • Menembus Gelombang Demi Terang Pulau Salura, Perjuangan PLN UPK Timor Jaga Listrik di Pulau Terluar NTT

    Menembus Gelombang Demi Terang Pulau Salura, Perjuangan PLN UPK Timor Jaga Listrik di Pulau Terluar NTT

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 60
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Bagi masyarakat di Pulau Salura, sebuah pulau terluar yang berada di Desa Praisalura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, listrik bukan sekadar penerangan. Di balik setiap lampu yang menyala, ada perjuangan panjang para petugas PLN ULPL Waingapu, unit yang berada di bawah Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor UIK Dwipantara dan bertugas mengelola pembangkit listrik […]

expand_less