Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » IPMAL-Kupang Dorong Kolaborasi Multi-Pihak melalui FGD Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Lamahala Jaya

IPMAL-Kupang Dorong Kolaborasi Multi-Pihak melalui FGD Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Lamahala Jaya

  • account_circle Mario
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Ikatan Pelajar Lamahala (IPMAL)-Kupang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Kolaborasi Multi-Pihak dalam Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Lamahala Jaya” pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lamahala Jaya, sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA, menjadi salah satu rangkaian Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) ke-XXIX IPMAL-Kupang.

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Umum IPMAL-Kupang M. Fatur A. Rahman, S.H., Camat Adonara Timur Ismail Daton Ban, S.T., perwakilan Pemerintah Desa Lamahala Jaya Taufik Abdullah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Flores Timur Anselmus Yohanes Maryanto, S.Sos., perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Flores Timur Yosep Boli, S.Pd.Ing., serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur Generosus M. M. Haman, S.K.M. sebagai narasumber.

Turut hadir Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, tokoh adat Bella Suku Telo, tokoh agama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga pengurus OSIS dari sekolah-sekolah di Desa Lamahala Jaya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Umum IPMAL-Kupang, dilanjutkan pembukaan resmi oleh Camat Adonara Timur. Setelah itu, peserta mengikuti pemaparan materi dari DP2KBP3A, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur. Diskusi kemudian berlanjut melalui sesi tanya jawab sebelum peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok pembahasan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum IPMAL-Kupang, M. Fatur A. Rahman, S.H., menegaskan bahwa FGD ini menjadi ruang bersama untuk membangun sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak di Desa Lamahala Jaya.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah membangun kolaborasi multipihak antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak di Desa Lamahala Jaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, perempuan dan anak merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat sehingga perlindungan terhadap keduanya harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Perempuan dan anak adalah pilar pembangunan Lewotana. Melindungi mereka berarti kita sedang menjaga masa depan Lewotana Lamahala agar tumbuh menjadi masyarakat yang aman, sejahtera, dan berdaya,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Adonara Timur Ismail Daton Ban, S.T. mengapresiasi inisiatif IPMAL-Kupang yang menghadirkan forum kolaboratif tersebut.

“Kami mengapresiasi kegiatan FGD Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Lamahala Jaya yang dipelopori oleh pengurus IPMAL-Kupang. Kami berharap wadah ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya penyelesaian berbagai persoalan yang ada di Desa Lamahala Jaya,” katanya.

Dalam sesi diskusi, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni Kelompok Pencegahan, Kelompok Penanganan, dan Kelompok Pemulihan. Masing-masing kelompok mengidentifikasi persoalan yang dihadapi perempuan dan anak, kemudian menyusun rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Desa Lamahala Jaya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, DP2KBP3A, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta lembaga-lembaga sosial lainnya.

Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah penyediaan beasiswa bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Ketua OSIM MAN 1 Flores Timur, Syaid Umar Al-Faruk, mengatakan angka putus sekolah masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius.

“Anak putus sekolah merupakan fenomena yang masih sering terjadi di Desa Lamahala Jaya. Salah satu faktor utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, kami merekomendasikan agar sekolah bersama Dinas Pendidikan menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga selesai,” ujarnya.

Rekomendasi lainnya ialah mendorong Pemerintah Kabupaten Flores Timur segera menerbitkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, yang nantinya menjadi dasar penyusunan Peraturan Desa di Lamahala Jaya.

Perwakilan Kelompok Penanganan, Sajidin Sangaji, menilai regulasi merupakan instrumen penting dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak.

“Untuk menangani kasus kekerasan seksual, pekerja anak, dan perkawinan usia anak, perlu segera diterbitkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Regulasi tersebut akan menjadi landasan bagi pemerintah desa untuk menyusun Peraturan Desa sehingga upaya perlindungan memiliki dasar hukum yang jelas,” katanya.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Pulau Adonara.

“Desa Lamahala Jaya memiliki cukup banyak anak penyandang disabilitas yang belum memperoleh akses pendidikan yang layak. Hingga saat ini belum tersedia sekolah khusus bagi penyandang disabilitas di Pulau Adonara. Karena itu, kami merekomendasikan agar pemerintah menghadirkan layanan pendidikan khusus sehingga hak anak-anak penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan yang aman dan berkualitas dapat terpenuhi,” tambahnya.

Dari Kelompok Pencegahan, peserta menilai tokoh agama memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Perwakilan kelompok, Agus, pemuda asal Dusun VI, mengusulkan agar nilai-nilai keagamaan menjadi bagian dari strategi pencegahan.

“Kami merekomendasikan agar isu-isu seperti perkawinan usia anak, penyalahgunaan minuman keras, kekerasan seksual, dan perlindungan anak dijadikan tema khutbah di masjid-masjid sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya melindungi perempuan dan anak,” ujarnya.

FGD ini diselenggarakan sebagai respons atas berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi Desa Lamahala Jaya, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkawinan usia anak, tingginya angka putus sekolah, pekerja anak, penyalahgunaan minuman keras, serta pola pengasuhan orang tua yang dinilai belum optimal.

Pada akhir kegiatan, seluruh rekomendasi hasil diskusi dirumuskan dalam sebuah berita acara yang akan ditandatangani para pihak terkait. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan IPMAL-Kupang kepada Pemerintah Desa Lamahala Jaya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, dan instansi terkait sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta program perlindungan perempuan dan anak.

Melalui FGD ini, IPMAL-Kupang berharap lahir komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan berbagai persoalan perempuan dan anak.

Dengan demikian, kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi berlanjut menjadi kebijakan dan aksi nyata demi mewujudkan Desa Lamahala Jaya yang aman, ramah anak, serta berkeadilan bagi perempuan.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA_ Indonesia Police Watch (IPW) mengekecam tindakan keji penyidik Satreskrim Polres Kutai Barat, yang melanggar hak azasi manusia, dengan memaksa mengambil sidik jari sebagai pengganti tanda tangan Isran Kuis, seorang tokoh masyarakat warga Desa Tering Seberang, Kutai Barat (Kubar) yang tengah sakit keras dan tidak sadarkan diri dirumahnya, usai ditetapkan tersangka dalam perkara penggelapan […]

  • RDP dengan DPR RI, Kepala BNN RI sampaikan 1.818 Fasilitator P4GN siap Terjun ke Desa

    RDP dengan DPR RI, Kepala BNN RI sampaikan 1.818 Fasilitator P4GN siap Terjun ke Desa

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM — Badan Narkotika Nasional (BNN) menugaskan 1.818 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke desa-desa. Rabu,(8/4/2026) Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. “Tugas para fasilitator P4GN di desa atau kelurahan berlangsung sepanjang tahun dan kami akan melakukan […]

  • Rutan Dumai Jalin Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

    Rutan Dumai Jalin Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 302
    • 0Komentar

      Jarrakpos. Com Dumai – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pada Kamis (6/11). Kesepakatan ini menjadi upaya dalam peningkatan derajat kesehatan serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular di lingkungan Rutan Dumai. Perjanjian ini mencakup tiga ruang lingkup utama. […]

  • Bukan Sekadar Sekolah, Ini Cara Bupati Imron ‘Membangun Harapan’ Baru bagi Anak-anak Kurang Mampu di Cirebon

    Bukan Sekadar Sekolah, Ini Cara Bupati Imron ‘Membangun Harapan’ Baru bagi Anak-anak Kurang Mampu di Cirebon

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 40
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Di balik tembok-tembok kokoh dan ruang kelas yang representatif di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon, tersimpan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar fasilitas fisik. Bagi Bupati Cirebon, Imron, gedung baru ini adalah simbol dari “harapan” yang dibangun untuk masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Hal tersebut terungkap saat Bupati […]

  • 28 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Barat Siap Dilantik Maret 2025, Berikut Daftar Nama-namanya 

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Derry Rachman
    • visibility 742
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. JAWA BARAT – Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 telah menetapkan 28 pasangan kepala daerah terpilih di Jawa Barat. Mereka dijadwalkan akan dilantik pada Maret 2025. Keberhasilan Pilkada ini menjadi tonggak baru bagi pembangunan di wilayah Jawa Barat, mulai dari tingkat provinsi hingga kota/kabupaten. Berikut daftar lengkap kepala daerah terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Ajak Pekerja Wujudkan Rumah Impian Lewat Fasilitas MLT

    BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Ajak Pekerja Wujudkan Rumah Impian Lewat Fasilitas MLT

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Bengkulu, Jarrakpos.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan peserta. Salah satunya melalui Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang memberikan kemudahan bagi pekerja dalam memiliki, merenovasi, maupun memperoleh bantuan pembiayaan perumahan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu, Ferama Putri, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata bagi pekerja agar memiliki […]

expand_less