Sakral sebentar Lagi ” Grebeg Suro Gunung Tidar ” Digelar
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Warga Magelang bersiap menyambut kembalinya pusaran daya magis di “Paku Tanah Jawa”.
Pasalnya, tradisi tahunan nan sakral Grebeg Suro Gunung Tidar dipastikan kembali menghentak mulai Minggu, 14 hingga 15 Juni 2026.
Tahun ini, ritus budaya yang merekatkan ratusan pelaku seni, budayawan, hingga masyarakat umum itu mengusung tema agung, Cakra Manggilingan.
Roda kehidupan yang terus berputar menjadi filosofi utama yang dinilai sangat relevan dengan carut-marut dinamika zaman.
Hal itu dikatakan Juru Kunci Gunung Tidar, Imam Budi Prasetyo yang menyebut landasan konsep tahun ini terasa jauh lebih sublim dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Cakra Manggilingan itu artinya kehidupan manusia seperti roda yang berputar, kadang di bawah dan kadang di atas. Tetapi sebagai manusia kita harus tetap bersyukur dan menjalani proses yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Imam, belum lama ini.
Menurutnya, penentuan tema tersebut tak lahir dari proses perenungan panjang untuk menyelaraskan kondisi batin masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Acara Grebeg Suro Gunung Tidar, Supiyah Wahyuningsih, turut menyebut rangkaian agenda sakral yang pantang dilewatkan oleh peziarah.
Salah satunya adalah prosesi pengambilan air suci yang selalu menjadi denyut nadi dari selamatan adat tersebut.
“Saat ritual adat nanti ada pesan-pesan atau pitutur yang diberikan melalui proses meditasi,” jelas Supiyah.
Seperti pakem tradisi sebelumnya, hari pertama digelar Minggu, 14 Juni 2026 pukul 08.30 WIB, lewat gemuruh pesta rakyat dan unjuk gigi kesenian lokal.
Kesenian ikonik Magelang seperti tarian Soreng, Jathilan, Topeng Ireng, hingga Kubro Siswo dipastikan siap membakar semangat penonton di panggung utama.
Tak ketinggalan, arak-arakan ogoh-ogoh raksasa turut dihadirkan sebagai simbol ruwatan, tujuannya membuang sengkolo dan membakar hawa nafsu buruk sebelum melangkah ke prosesi puncak.
Kendati demikian, episentrum aura magis Grebeg Suro baru akan memuncak pada keesokan harinya, Senin, 15 Juni 2026.
Sebab, tepat pada pukul 09.00 WIB, prosesi penyerahan tujuh sumber mata air suci oleh penari Tirto Purwitosari kepada juru kunci, akan mengawali mahakarya kirab akbar bertajuk “Munggah Tidar”. Sabtu,(13/6/2026)
Ribuan pasang mata bakal disuguhi defile bregodo pengawal, kelompok gamelan magis, pembawa tumpeng, hingga deretan gunungan hasil bumi yang membelah jalan menuju puncak Tidar.
Nantinya, di kawasan sakral Gentong Eyang Ismoyo, seluruh air suci ini disatukan, diiringi kepulan asap kemenyan, doa bersama, serta wejangan pamungkas dari sang juru kunci.
Lantas acara ditutup dengan tradisi ngalap berkah. Warga akan berebut kembul bujana menyantap sembilan tumpeng dan menjarah hasil bumi dari gunungan sebagai wujud syukur atas kemakmuran alam.
Sebagai penyempurna, di malam harinya pagelaran wayang kulit berlakon Tirto Purwito Sari bakal memanjakan warga, menjadi tontonan gratis.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar