Sekolah Pesisir Terdampak Banjir, Bapperida dan UPI Cari Solusi
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM — Perubahan iklim mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.
Kondisi tersebut terungkap dalam pertemuan refleksi para mitra Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan pendidikan Australia–Indonesia, yang digelar di Hotel Patra Cirebon, Rabu (4/6/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon itu membahas berbagai tantangan yang dihadapi sekolah pesisir akibat perubahan iklim, sekaligus mencari solusi berbasis riset untuk mengatasinya.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah kondisi SDN Ambulu 3 di Kecamatan Losari. Sekolah yang berada di kawasan pesisir tersebut menghadapi dampak banjir rob, cuaca ekstrem, serta ketidakpastian penghasilan keluarga nelayan yang berpengaruh terhadap kehadiran dan konsentrasi belajar siswa.
Peneliti UPI, Dr. Irena, menjelaskan dampak perubahan iklim saat ini tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan pendidikan anak-anak.
“Layanan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Situasi di SDN Ambulu 3 menunjukkan bahwa dampak iklim sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Cirebon, Eva Musyaerofah, menegaskan bahwa persoalan tersebut memerlukan penanganan lintas sektor agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mendorong kebijakan berbasis data, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak nelayan,” kata Eva.
Sementara itu, Kepala SDN Ambulu 3, Syaotun, mengungkapkan sekolahnya menghadapi berbagai tantangan akibat kondisi lingkungan pesisir.
Selain infrastruktur yang terdampak banjir rob, tingkat kehadiran siswa juga kerap menurun ketika cuaca memburuk.
Meski demikian, ia optimistis kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan peneliti dapat menghasilkan langkah yang lebih efektif dalam mengatasi persoalan tersebut.
“Kami berharap ada solusi yang lebih terencana dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam forum diskusi, para peserta mengusulkan sejumlah langkah strategis, antara lain penyesuaian kalender akademik di wilayah terdampak, pengembangan metode pembelajaran yang lebih fleksibel, serta penguatan materi perubahan iklim dalam proses pembelajaran di sekolah.
Kasus SDN Ambulu 3 menunjukkan bahwa wilayah pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim.
Kondisi ekonomi keluarga yang bergantung pada sektor perikanan dan hasil laut membuat dampak tersebut turut memengaruhi akses dan kualitas pendidikan anak-anak.
Melalui kolaborasi antara UPI, Bapperida Kabupaten Cirebon, dan para mitra INOVASI, diharapkan lahir berbagai rekomendasi kebijakan dan model penanganan yang dapat diterapkan tidak hanya di Kabupaten Cirebon, tetapi juga di daerah pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar