Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PS Kupang Buktikan Hutan Bisa Sejahterakan Masyarakat, Panen Raya Jagung di Alor Capai 150 Ton

PS Kupang Buktikan Hutan Bisa Sejahterakan Masyarakat, Panen Raya Jagung di Alor Capai 150 Ton

  • account_circle Mario
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Panen Raya Jagung Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) di Desa Aramaba, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor berlangsung meriah sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 dan dipusatkan di lahan agroforestri Desa Aramaba itu dibuka langsung oleh Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, S.Hut., M.Hut.

Pengembangan jagung tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Duyang Abbang Teddi sebagai bagian dari penguatan program Perhutanan Sosial di Kabupaten Alor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Sulastri H. I. Rasyid, S.Pi., M.Si., Plt Kepala UPTD KPH Wilayah Kabupaten Alor Arly M. Ketty, S.P., Asisten III Setda Kabupaten Alor Marthen G. Maubeka, S.H., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor Harun Al Rasid Miran, S.P., unsur Polres Alor, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, generasi muda hingga para pendamping Perhutanan Sosial.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Perhutanan Sosial (PS) Kupang Erwin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Aramaba dan seluruh kelompok Perhutanan Sosial yang dinilai berhasil menjaga kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program produktif.

“Atas nama Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Desa Aramaba atas kerja keras dan semangat dalam mengelola kawasan Perhutanan Sosial,” ujar Erwin.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat lima kelompok Perhutanan Sosial di Kabupaten Alor yang menjadi lokasi program FAPE-PS Jagung dengan total luasan mencapai 200 hektare.

Dari program tersebut, hasil panen jagung di Kecamatan Pantar Tengah dan Pantar Timur berhasil mencapai sekitar 150 ton.

Menurut Erwin, capaian tersebut menunjukkan bahwa program Perhutanan Sosial yang didorong Balai Perhutanan Sosial Kupang bukan hanya memberikan akses legal pengelolaan kawasan hutan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting pembangunan ekonomi desa.

“Panen raya ini menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan kawasan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada jagung, pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) sebanyak 14.400 batang yang terdiri dari kemiri, jambu mente, kopi, cengkeh dan kayu putih.

Tingkat pertumbuhan tanaman yang telah ditanam kelompok penerima bantuan bahkan mencapai sekitar 90 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Sulastri H. I. Rasyid mendorong masyarakat agar mulai mengembangkan hasil panen menjadi produk olahan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kita tidak boleh hanya menjual hasil dalam bentuk mentah, tetapi harus mulai mengembangkan hilirisasi agar nilai jual produk meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Sulastri.

Di sisi lain, Kepala Desa Aramaba Efa Sukardi Magang Sau menyebut program FAPE-PS memberi dampak besar bagi masyarakat desa karena membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Program ini sangat membantu masyarakat karena hasil hutan dapat dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga tanpa merusak kawasan hutan. Kami berharap program FAPE-PS terus berlanjut agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Keberhasilan panen raya di Aramaba menjadi gambaran bahwa pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat secara langsung mampu menghadirkan keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.

Peran Balai Perhutanan Sosial Kupang pun dinilai semakin nyata dalam mendorong transformasi kawasan hutan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat desa di NTT.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Turnamen Catur Pelajar, ForWades Kuningan Sedot Antusiasme Peserta

    Gelar Turnamen Catur Pelajar, ForWades Kuningan Sedot Antusiasme Peserta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Forum Wartawan Desa dan Sekolah (ForWades) Kabupaten Kuningan sukses menggelar turnamen catur tingkat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Kuningan pada Sabtu (07/03/2026). Bertempat di RM Cibentang/Padino Cafe, Kecamatan Kramatmulya, ajang ini menjadi panggung bagi talenta-talenta muda asah otak di wilayah Kuningan. ​Dukungan Penuh Pemerintah Daerah ​Acara bergengsi ini dibuka secara resmi […]

  • Tak Kenal Lelah, Denpom I/5 Gencarkan Patroli Malam, Amankan Kota Medan dari Ancaman Begal

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 571
    • 0Komentar

    MEDAN – Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan di bawah pimpinan Letkol CPM Hanri Wira Kusuma, S.H., M.Han,. terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Medan, Minggu (2/2). Tanpa mengenal lelah, personel Denpom I/5 bersama Pomdam I/Bukit Barisan, rutin melakukan patroli malam untuk mencegah aksi kriminal, khususnya begal yang meresahkan masyarakat. Dalam […]

  • DPRD NTT Siap Turun ke Boti, Aspirasi Warga Soal Perdes Ternak Jadi Perhatian Serius

    DPRD NTT Siap Turun ke Boti, Aspirasi Warga Soal Perdes Ternak Jadi Perhatian Serius

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 344
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah, kehadiran wakil rakyat yang mau mendengar dan memperjuangkan suara warga menjadi harapan yang selalu dinanti. Sikap tersebut kembali ditunjukkan Anggota Komisi I DPRD NTT dari Dapil Timor Tengah Selatan, David Boimau, yang menerima langsung pengaduan masyarakat adat Boti terkait persoalan yang mereka alami selama […]

  • Usman Husin Turun Lumpur Bersama Petani Sumba Tengah

    Usman Husin Turun Lumpur Bersama Petani Sumba Tengah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 243
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Komitmen Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, dalam mengawal sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur kembali terlihat nyata melalui serangkaian kegiatan lapangan di Kabupaten Sumba Tengah, Senin, 19 Januari 2026. Agenda diawali dengan penyerahan 50 ribu anakan kopi Robusta kepada para petani sebagai bagian dari aspirasi yang […]

  • Warga Panik: Angin Puting Beliung di Temanggung

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG,JARRAKPOS.COM –  Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (13/10/2025) sore, menyebabkan kepanikan di sejumlah titik. Sejumlah pohon tumbang menutup jalan, atap rumah warga beterbangan, dan arus lalu lintas sempat lumpuh total di jalur utama Bulu–Temanggung, tepatnya di Kelurahan Manding, Kecamatan Temanggung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB […]

  • Antisipasi Kebakaran TPSA Ciniru Membesar, Dinas PUTR Kuningan Terjunkan 2 Unit Beko

    Antisipasi Kebakaran TPSA Ciniru Membesar, Dinas PUTR Kuningan Terjunkan 2 Unit Beko

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 14
    • 0Komentar

    ​KUNINGAN, Jarrakpos.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan turun tangan membantu penanganan musibah kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru pada Rabu (12/08/2026). ​Dalam upaya penanggulangan ini, Dinas PUTR berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan untuk memadamkan titik-titik api menggunakan metode pengurukan tanah. Langkah ini diambil sebagai strategi […]

expand_less