LAKI Subulussalam Desak Audit Defisit, Dukung Langkah Fraksi Rabbani dan Walikota
- account_circle Rahmad Ariadi
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Subulussalam, Jarrakpos.com – Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Kota Subulussalam terus menyuarakan kekhawatiran atas kondisi defisit keuangan daerah yang dinilai semakin membengkak.
Ketua LAKI DPC Kota Subulussalam, Ahmad Rambe, menegaskan bahwa pihaknya telah lama mengkritisi kebijakan dan pengelolaan pemerintahan sebelumnya yang dianggap menjadi penyebab bertambahnya defisit Kota Subulussalam dari tahun ke tahun.
“Dengan tidak mengenal lelah, kami terus berupaya mendapatkan data anggaran yang diduga salah sasaran dalam penggunaannya,” ujar Rambe, Senin, (16/02).
Ia menyebutkan, LAKI telah menyampaikan laporan secara berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), dengan dukungan swadaya masyarakat.
Menurut Rambe, pemerintahan sebelumnya kerap menyampaikan bahwa defisit terjadi akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, berdasarkan hasil penelusuran LAKI, ditemukan sejumlah indikasi persoalan tata kelola, seperti penempatan Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas hingga 2–3 tahun, serta penggunaan sejumlah sumber anggaran, termasuk Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), Dana Baitul Mal, Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PSR, hingga dana KONI.
Lebih lanjut, Rambe menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Fraksi Rabbani yang berencana membuat laporan terkait asal muasal utang Pemerintah Kota yang terus membengkak. LAKI juga mengapresiasi pernyataan Wali Kota Haji Rasyid Bancin yang meminta KPK RI, Bareskrim Polri, dan Kejaksaan Agung untuk turun langsung ke Subulussalam guna mengaudit anggaran sejak 2015 hingga 2025, untuk menelusuri sumber utang daerah tersebut.
“Kami dari Ormas LAKI siap turut mendampingi dan mendukung proses pengungkapan ini apabila diperlukan,” tutup Rambe.
- Penulis: Rahmad Ariadi




Saat ini belum ada komentar