Bupati Jeje Salurkan Rp320 Juta DTH untuk Korban Longsor Cisarua: Kondisi Psikologis Harus Diutamakan
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NGAMPRAH. JARRAKPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) menunjukkan keseriusan dalam menangani dampak bencana longsor yang terjadi di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sementara tahap kedua bagi warga terdampak.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemkab Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat korban longsor tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
“Gubernur Jawa Barat telah menitipkan bantuan sebesar Rp134 juta untuk 34 kepala keluarga yang terdampak langsung dan sempat mengungsi di Posko GOR serta Balai Desa Pasirlangu,” ujar Jeje kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, penyaluran tahap awal dilakukan berdasarkan data sementara. Setelah dilakukan verifikasi lanjutan di lapangan, jumlah penerima bantuan bertambah menjadi 38 kepala keluarga. Untuk itu, Pemkab Bandung Barat menambah alokasi anggaran sebesar Rp40 juta.
“Tambahan anggaran ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, hilang, atau berada di wilayah terdampak langsung longsor,” jelasnya.
Selain DTH bagi korban terdampak langsung, Pemkab Bandung Barat juga memberikan bantuan khusus kepada warga yang tinggal di zona merah atau kawasan yang dinilai sudah tidak aman untuk dihuni. Tercatat sebanyak 56 kepala keluarga di zona tersebut menerima bantuan masing-masing sebesar Rp5 juta.
“Untuk warga di zona merah ada 56 KK. Masing-masing menerima Rp5 juta, sehingga totalnya Rp280 juta. Jika digabungkan dengan bantuan sebelumnya, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320 juta,” ungkap Jeje.
Ia menegaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya sewa hunian sementara sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidup warga selama proses pemulihan pascabencana.
“Kami ingin warga tidak berlama-lama tinggal di posko pengungsian. Tinggal terlalu lama tentu berdampak pada kondisi psikologis masyarakat. Harapannya, pemulihan bisa berlangsung lebih cepat dan lebih manusiawi,” katanya.
Terkait mekanisme penyaluran, Jeje memastikan bantuan diserahkan langsung ke rumah masing-masing penerima, sesuai kesepakatan dengan pemerintah desa, guna menjaga ketertiban dan ketepatan sasaran.
“Penyaluran dilakukan langsung ke rumah warga, bukan di posko, agar lebih tertib dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Bandung Barat berharap proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu dapat berjalan optimal, serta keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak tetap menjadi prioritas utama. (Diskominfotik KBB).
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar