Dana Operasional tidak Maksimal Puluhan Armada Truk Sampah DLH Indramayu Kondisi Memprihatinkan dan Bekerja tidak Maksimal.
- account_circle Wahyu Supriatna
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

INDRAMAYU JarrakPost.Com- Sampah menjadi momok yang menakutkan bila tidak ditangani dengan baik, hal ini bukan hanya menjadi masalah yang pelik dihadapi kota-kota besar saja tapi kini menjadi permasalahan yang cukup rumit bagi seluruh daerah kota/ Kabupaten yang ada di Nusantara.
Hal ini juga dampak dari pertumbuhan penduduk yang cukup pesat di mana setiap penduduk dapat menghasilkan kurang lebih 2 kg sampah per harinya.
Kabupaten Indramayu yang memiliki luas daerah yang cukup panjang serta jumlah penduduk yang cukup padat juga mengalami problematika persampahan yang tidak kunjung usai. Dengan armada truk pengangkut sampah hanya 50 unit di bagi 6 wilayah yang cukup luas jelas dalam pengangkutan sampah dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) sampai dengan ke TPA (Tempat Penampungan Akhir) jelas memerlukan dana operasional yamg tidak sedikit.
Saat ditemui diruang kerjanya Selasa (23 Desember 2025) Kabid Persampahan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Indramayu Endi ” Masalah sampah rumah tangga di Indramayu tiap bulannya mengalami peningkatan, hal ini berbamding terbalik dengan jumlah armada truks sampah yang diiliki oleh DLH Indramayu yaitu cuma 50 unit itupun kita bagi ke UPTD masing- masing seperti Indramayu, Jatibarang, Karamg ampel,Hargeulis, patrol dan Cikedung jadi masing masing UPTD mengelola armada 8 unit armada truks sampah itupun armadamya bamyak yang di bawah tahun 2010, ya wajar kalau sering mogok atau rusak.
Sebagai mana kita tahu jumlah pasar tradisional yang besar itu ada 9 pasar yamg perharinya rata-rata diangkut sampahnya 4x , bisa di bayangkan berapa dana operasional yang harus di keluarkan, belum lagi mengangkut dari TPS (tempat Penampungan sememtara) yang jumlahmya hampir 100 buah” tegasnya.
Untuk jumlah tenaga angkut plus supir,1 armada itu bisa mencapai 7 orang, mereka bekerja dari jam 07.30 sampai jam 16.30 WIB bila lewat dari jam tersebut mereka tidak mau bekerja.selama ini armada yang dibeli oleh Pemda Indramayu paling bamyak itu 2 unit selebihnya bantuan dari kementrian Lingkungan Hidup. Belum lagi keberadaan TPS di Indramayu jauh dari kata layak ditambah kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih sangat kurang,terbukti mereka lebih membuang sampah di luar areal TPS dari pada di dalam TPS sendiri. Jadi jangan heran sampah banyak berserakan di jalan dan menimbulkan pemandangan yang tidak sedap, bukannya kami tidak bisa bekerja tapi ketika sampah sudah dirapihkan serta dianglut kesadaran masyarakat tetap seperti itu ya jelas kami kewalahan ” ujar Endi.
Disisi lain DPRD Indramayu dalam hal ini Banggar DPRD Indramayu memotong anggaran untuk DLH Khususnya tentang sampah, padahal anggaran tersebut sangat penting untung operasional dan pengadaaan alat pendukung, karena saat ini 2 alat berat yang ada di TPA Pecuk yang menjadi urat nadi pembuangan sampah di Indramayu kini mengalami kerusakan. Tanpa adanya alat berat tersebut gimna caranya sampah bisa ditata dari bawah ke atas? Ini sangat dilema bagi kami. Mengenai bak truks sampah yang rusak rata-rata mengalami korosi/tieng, karena di sampah yang diangkut sendiri mengandung air dan zat lainnya yang menyebabkan korosi jadi jangan heran ketika dijalan banyak truks sampah yang bak nya tidak layak pakai , penyebabnya ya tadi dana operasionalnya tdk ada”lanjut endi.
Ketika Jarrak Post datang ke ketua banggar DPRD yang juga ketua DPRD Indramayu Hj.Nurhayati yang bersangkutan sedang melakukan perjalanan dinas, dan di hubungi melalui no HP nya pun tidak di angkat, apa ini kerja wakil rakyat? Yang konon katanya membela wong cilik tapi ditemui saja tidak mau???
Seharusnya Pemda dan DPRD Indramayu harus bisa memilah dan memilih anggaran mana yang betul betul urgen/dibutuhkan dan mana yang tidak, jangan atas dasar efesiensi main potong saja, ketika sampah menjadi persoalan tetap saja dinas yang di salahkan ini kaya pemimpin yang kurang bertanggungjawab dan wakil rakyat yang tidak peka atas permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat!!!!
******(GUS Wahyu Sekober”96)*******
- Penulis: Wahyu Supriatna




Saat ini belum ada komentar