Usin Sembiring: Kenaikan Tunjangan DPR RI Picu Kemarahan Mahasiswa di Daerah
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bengkulu, jarrakpos.com – Rencana kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI memicu gelombang kemarahan di berbagai daerah, termasuk Bengkulu. Hal ini tercermin dalam aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia C(emas) 2025 Jilid II” yang digelar mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (29/8/2025).
Aksi yang awalnya berjalan damai berakhir ricuh setelah massa menilai kebijakan DPR RI sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi riil masyarakat. Mahasiswa menyoroti ironi kenaikan tunjangan wakil rakyat di Senayan, sementara di sisi lain pemerintah pusat justru memangkas Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp264 triliun dalam APBN.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menegaskan bahwa aksi mahasiswa tersebut adalah bentuk kekecewaan yang wajar. Menurutnya, DPR RI seharusnya lebih sensitif dengan kondisi rakyat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.
“Masyarakat sedang susah, dana daerah dipangkas, tapi DPR RI malah naikkan tunjangan. Ini jelas tidak peka. Harusnya ditunda dulu,” tegas Usin.
Politisi Hanura itu juga menilai pernyataan beberapa anggota DPR RI yang dinilai negatif turut memperkeruh suasana. Ia menekankan bahwa wakil rakyat di pusat harus mampu menjaga tutur kata dan memberi ketenangan, bukan justru menimbulkan kemarahan publik.
“Bahasa para anggota DPR itu harus santun. Jangan sampai pernyataan mereka menyulut emosi publik. Ini jadi refleksi bagi DPR pusat,” lanjutnya.
Meski aksi di Bengkulu sempat diwarnai ketegangan, Usin menganggap hal itu sebagai dinamika yang biasa terjadi. Ia meminta mahasiswa untuk tetap fokus pada isu utama dan menghindari benturan dengan aparat.
“Silakan aksi, itu hak demokrasi. Tapi jangan sampai bentrok. Fokus pada tuntutan agar suara bisa benar-benar sampai,” imbaunya.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar