Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » Kemenkum Jabar Gandeng Disbudpar Kota Bandung Jalin Kolaborasi Lindungi Kekayaan Budaya Tradisional

Kemenkum Jabar Gandeng Disbudpar Kota Bandung Jalin Kolaborasi Lindungi Kekayaan Budaya Tradisional

  • account_circle Derry Rachman
  • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jarrakpos.com. Bandung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, yang bertindak sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), menghadiri rapat pertama awal tahun di 2025 bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung didasarkan pada Surat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Nomor: B/TU.01.02/023-Disbudpar/I/2025 perihal : Rapat Koordinasi HKI Tahun 2025

Sekretaris Dinas Nuzrul Irwan bersama tim gugus terdepan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung berkolaborasi dengan Kanwil Kementerian Hukum Jawa Barat yang berkaitan dengan bidang Kekayaan Intelektual. Pada kesempatan ini Kanwil Kementerian Hukum Jawa Barat diwakili Kepala Divisi Pelayanan Hukum Hemawati Br Pandia dan Pelaksana Bidang Kekayaan Intelektual.

Hemawati memberikan apresiasi luar biasa atas akselerasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang juga merupakan dinas pertama untuk memulai program-program Kekayaan Intelektual di Tahun 2025.

Hemawati menyampaikan informasi salah satu bentuk pelayanan di bidang Kekayaan Intelektual dalam hal ini terkait dengan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Kekayaan intelektual komunal (KIK) adalah adalah kekayaan intelektual yang dimiliki oleh masyarakat umum bersifat komunal yang terdiri dari Ekspresi Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Sumber Daya Genetik, dan Potensi Indikasi Geografis. Hema menjelaskan jika KIK terbagi menjadi beberapa jenis, meliputi:
Ekspresi Budaya Tradisional : Ekspresi Budaya Tradisional adalah segala bentuk ekspresi karya cipta, baik berupa benda maupun tak benda, atau kombinasi keduanya yang menunjukan keberadaan suatu budaya tradisional yang dipegang secara komunal dan lintas generasi.
Potensi Indikasi Geografis : Potensi Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan / atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada barang dan / atau produk yang dihasilkan yang memiliki potensi untuk dapat dilindungi dengan Indikasi Geografis.
Pengetahuan Tradisional : Pengetahuan Tradisional adalah karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat tertentu.
Sumber Daya Genetik : Sumber Daya Genetik adalah tanaman / tumbuhan, hewan / binatang, jasad renik atau bagian-bagiannya yang mempunyai nilai nyata atau potensial.
⁠Indikasi Asal : Ciri asal barang dan/atau jasa yang secara tidak langsung terkait dengan faktor alam yang dilindungi sebagai tanda yang menunjukkan asal suatu barang dan/atau jasa yang benar dan dipakai dalam perdagangan.

“Jadi atas hal-hal sebagaimana yang telah kami sampaikan tadi, bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama-sama dengan kami perlu mendorong agar mendaftarkan dan mencatatkan KIK karena penting untuk melindungi kekayaan budaya tradisional yang dimiliki oleh tiap-tiap Daerah yang ada di seluruh Indonesia” jelas Hemawati.

Lebih lanjut, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nuzrul Irwan menyampaikan bahwa jika memang Kota Bandung ini adalah “gudangnya” seni dan disampaikan pula bahwa Tahun 2025 ini akan banyak program yang akan dilaksanakan dinas secara bersama-sama dengan Kanwil Kementerian Hukum Jawa Barat.

  • Penulis: Derry Rachman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Cirebon Peringati Hari Kartini Ke 147, Dorong Perempuan Lebih Berdaya

    Pemkab Cirebon Peringati Hari Kartini Ke 147, Dorong Perempuan Lebih Berdaya

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 140
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Peringatan Hari Kartini ke-147 sekaligus seminar tingkat Kabupaten Cirebon Tahun 2026 di Ruang Rapat Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat emansipasi perempuan, serta mendorong peningkatan peran perempuan dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman […]

  • Wujud Bakti Polri, Personel Polres Gayo Lues dan Warga Gotong Royong Bangun Kembali Jembatan yang Putus

    Wujud Bakti Polri, Personel Polres Gayo Lues dan Warga Gotong Royong Bangun Kembali Jembatan yang Putus

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Gayo Lues, jarrakpos.com — Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan turun langsung mendampingi warga dalam pembangunan empat unit jembatan gantung di sejumlah desa wilayah Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, pascabencana banjir bandang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., yang hadir […]

  • Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol, Diskominfo Kuningan Berikan Literasi Digital kepada Ratusan Pelajar

    Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol, Diskominfo Kuningan Berikan Literasi Digital kepada Ratusan Pelajar

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 29
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Rentetan persoalan akibat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) kini menjadi ancaman serius yang tidak lagi hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga kalangan pelajar. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nana Suhendra, M.Pd., memberikan literasi digital kepada ratusan pelajar Masa […]

  • Oknum DPRD Cirebon HSG Diduga Terlibat Perselingkuhan Dengan Istri Putra Sulung Mantan Bupati Cirebon.

    Oknum DPRD Cirebon HSG Diduga Terlibat Perselingkuhan Dengan Istri Putra Sulung Mantan Bupati Cirebon.

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 256
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Oknum anggota DPRD Kota Cirebon berinisial HSG diduga terlibat skandal perselingkuhan dengan F Istri sah Kepala Desa (Kades) Desa Kedung Jaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Kades Desa Kedung Jaya yang bernama Satria Robi Saputra yang akrab disapa Robi adalah merupakan Putra sulung dari pasangan mantan Bupati Cirebon Priode 2014-2019, Sunjaya Purwadisatra dan […]

  • Bang Migo Sentil Ardiyanto Ujung, Minta Tak Lupa Hutang 93 Miliar Tahun 2024

    Bang Migo Sentil Ardiyanto Ujung, Minta Tak Lupa Hutang 93 Miliar Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 458
    • 1Komentar

    SUBULUSSALAM, JarrakPos.com – Tokoh muda Kota Subulussalam, Amigo Syahputra, SH, menyayangkan pernyataan anggota DPRK Subulussalam, Ardiyanto Ujung, terkait persoalan hutang daerah. Amigo yang akrab disapa Bang Migo menilai, bahwa sebagai anggota DPRK, Ardiyanto tidak memahami tentang mekanisme reviu hutang secara menyeluruh. Dan seharusnya dapat melihat capaian pemerintah daerah secara objektif, khususnya terkait upaya penurunan angka […]

  • Warga Agrabinta Cianjur Selatan Geram, Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Kunjung Diperbaiki Meski Sudah Dijanjikan

    Warga Agrabinta Cianjur Selatan Geram, Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Kunjung Diperbaiki Meski Sudah Dijanjikan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kang Yos
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    Cianjur, Jarrakpos.com — Warga di tiga desa di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur Selatan, mulai kehilangan kesabaran. Pasalnya, jalan penghubung utama antar desa yang sudah bertahun-tahun rusak parah tak juga mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah, padahal janji demi janji sudah sering mereka dengar. Ruas jalan yang menghubungkan Desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari sepanjang kurang lebih lima […]

expand_less