Warna-warni Tradisi Flobamora di Event Budaya TDM 2025, Wali Kota Kupang Dorong Pelestarian dan Ekonomi Lokal
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri pembukaan Event Budaya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) yang digelar di Lapangan Gereja St. Petrus TDM, Kamis (25/9/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam semangat keberagaman.
Acara pembukaan turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang, Plt. Camat Oebobo, Romo Emos Daung, Lurah TDM bersama jajaran perangkat kelurahan, Ketua LPM, serta tokoh masyarakat, pemuda, dan pelaku UMKM setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga TDM atas upaya mereka menjaga tradisi dan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Ia menilai tema kegiatan “Warna-warni Budaya di Bumi Flobamora” sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat Kota Kupang yang multietnis.
“Budaya adalah kekuatan yang menyatukan, bukan membedakan. Melalui event seperti ini, masyarakat tidak hanya menampilkan tarian atau pakaian adat, tetapi juga memperkuat rasa bangga terhadap akar budaya yang dimiliki,” tegasnya.
Wali Kota menambahkan, kegiatan budaya juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Setiap kegiatan yang menghadirkan keramaian membuka peluang ekonomi. Ada penjual makanan, produk lokal, dan hasil tenun. Ini bukti bahwa budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan tata kelola anggaran yang efisien dan berpihak pada masyarakat.
Wali Kota menyebutkan bahwa dirinya dan wakil wali kota meniadakan pembelian mobil dinas baru guna mengalihkan anggaran bagi kepentingan publik.
“Kami hemat Rp1,6 miliar dari pembelian dua mobil dinas. Dana itu kami arahkan untuk layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan rencana agar Lapangan Gereja St. Petrus TDM dapat ditingkatkan kualitasnya melalui dana kelurahan tahun 2026, termasuk penambahan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal dan voli bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua Panitia Event Budaya TDM, Silvianus A. Tallo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia, khususnya di wilayah Flobamora.
“Melalui tema ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan budaya adalah sumber kekuatan dan kebanggaan. Kami berharap masyarakat semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah,” ujarnya.
Event Budaya TDM 2025 berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2025, dengan menampilkan Karnaval Budaya antar RT/RW, tarian kreasi daerah, fashion show busana adat, pembacaan puisi daerah, turnamen futsal U-13, serta pameran UMKM dan tenun ikat.
Kegiatan ini melibatkan komunitas budaya, kelompok tenun, sanggar seni, UMKM lokal, dan sekolah-sekolah di wilayah TDM, termasuk SDN TDM, SMPN 21, dan SMA St. Arnoldus.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat TDM menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga bagian penting dari pembangunan karakter dan ekonomi daerah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar