Problem Solving Difasilitasi Polsek Mertoyudan Berakhir Damai
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polsek Mertoyudan Polresta Magelang memfasilitasi penyelesaian permasalahan (problem solving) terkait dugaan perbuatan tidak pantas yang terjadi di area Masjid Baitussalam, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan problem solving berlangsung di Mapolsek Mertoyudan mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.30 WIB dengan menghadirkan unsur kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, takmir masjid, Linmas, serta keluarga dari kedua belah pihak.
Permasalahan bermula saat warga menaruh kecurigaan terhadap dua orang yang diketahui berada di dalam toilet Masjid Baitussalam. Keduanya kemudian diketahui berinisial M.N.D. (24), warga Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dan E.R.P. (20), warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Kecurigaan tersebut muncul setelah keduanya dipergoki oleh warga berada di area toilet masjid, sehingga mengundang perhatian masyarakat dan menyebabkan sejumlah warga berkumpul di lokasi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, kedua pihak kemudian dibawa ke Mapolsek Mertoyudan guna dilakukan pemeriksaan dan penyelesaian.
Dalam proses penyelesaian, Polsek Mertoyudan mengedepankan pendekatan problem solving dengan mempertemukan kedua belah pihak bersama keluarga masing-masing, takmir Masjid Baitussalam, Kepala Desa Girirejo, perangkat dusun, serta unsur Linmas.
Melalui musyawarah yang difasilitasi kepolisian, permasalahan akhirnya diselesaikan secara damai. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Dalam surat tersebut, pihak pertama menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari serta bersedia bertanggung jawab penuh atas perbuatannya.
Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono mengatakan bahwa penyelesaian melalui problem solving dilakukan dengan mengedepankan musyawarah, keterlibatan tokoh masyarakat, serta keluarga kedua belah pihak guna menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Kehadiran kepolisian dalam kegiatan problem solving ini bertujuan menjaga keamanan, mencegah terjadinya konflik di masyarakat, serta memberikan ruang penyelesaian yang bijaksana dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” ujar AKP Aris.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga norma, etika, serta menghormati kesucian tempat ibadah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Tempat ibadah merupakan sarana untuk beribadah dan kegiatan keagamaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehormatan dan kesuciannya serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan penyelesaian masalah berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Mertoyudan berharap penyelesaian yang telah disepakati dapat dipatuhi oleh kedua belah pihak sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan harmonis di tengah masyarakat.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar