Presly Neonufa Soroti Tingginya TKI-TKW di TTS, Penguatan Sektor Pertanian Jadi Jalan Keluar
- account_circle Mario
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perjalanan menembus pelosok Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, memberikan pengalaman tersendiri bagi Ananda Pricely R. Neonufa atau yang akrab disapa Presly.
Pengurus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur itu turut mendampingi Usman Husin dalam rangkaian agenda reses di Kecamatan Kokbaun, TTS pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Di tengah rangkaian pertemuan tersebut, masyarakat secara langsung menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk banyaknya warga yang memilih bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun Tenaga Kerja Wanita (TKW) untuk mencari peluang kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada Presly di sela-sela kegiatan reses yang dihadiri sekitar 700 masyarakat dari enam desa di Kecamatan Kokbaun.
Bagi Presly, persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh. Pilihan masyarakat untuk bekerja ke luar daerah maupun luar negeri tentu merupakan bagian dari upaya mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, pada saat yang sama, daerah juga perlu memperkuat sektor-sektor produktif agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk membangun masa depan di daerah sendiri.
“Ini aspirasi yang kami dengar langsung dari masyarakat. Tentu kita menghargai pilihan warga yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri. Tetapi kita juga harus memikirkan bagaimana potensi ekonomi di daerah bisa diperkuat, sehingga masyarakat memiliki pilihan dan peluang yang semakin baik,” ujar Presly, (10/8/2026).
Menurut Presly, salah satu potensi yang dapat diperkuat adalah sektor pertanian.
Hal tersebut bahkan terlihat langsung dalam perjalanan reses Usman Husin di Kokbaun.
Setelah bertemu dan berdialog dengan masyarakat, Usman tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia justru bergerak menuju kebun bawang putih yang sebelumnya disampaikan masyarakat sebagai salah satu potensi pertanian di wilayah tersebut.
Lokasi kebun berada sekitar dua kilometer dari titik reses. Untuk sampai ke sana, Usman bersama rombongan harus melewati jalan dan jembatan dengan medan yang cukup terjal.
Usman bahkan turun langsung ke kebun, melihat tanaman bawang putih hingga ikut memanen bersama masyarakat.
Menurut Presly, potensi bawang putih yang dimiliki masyarakat Kokbaun menjadi salah satu contoh bahwa daerah sebenarnya memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan.
Selain itu, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari alat pertanian, kelompok tani, sarana produksi, hingga peluang pemasaran dan ekonomi.
“Yang saya lihat, Pak Usman tidak hanya datang, mendengar lalu pulang. Ada upaya untuk melihat langsung apa yang terjadi dan mencari jalan keluarnya,” kata Presly.
Ia menilai, pola turun langsung seperti itu sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan memiliki keterbatasan akses untuk menyampaikan persoalan mereka.
Presly mengatakan, penguatan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga.
Jika petani memperoleh akses terhadap bibit berkualitas, teknologi, alat pertanian, pendampingan hingga pasar, maka sektor tersebut berpeluang memberikan pendapatan yang lebih baik.
“Harapan kita tentu masyarakat semakin sejahtera. Kalau potensi pertanian bisa dikembangkan dan memberikan penghasilan yang baik, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan masa depannya,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan TKI dan TKW yang disampaikan masyarakat tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan keberangkatan tenaga kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk bertanya apa yang dapat diperkuat di daerah agar semakin banyak peluang ekonomi tersedia bagi masyarakat.
“Semakin jauh masyarakat dari pusat pemerintahan, semakin penting kita datang mendekat. Kita dengar, kita lihat dan kemudian kita perjuangkan,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar