PMII Kuningan Gelar Debat Gagasan: “Meneguhkan Spirit Pergerakan Untuk Membangun Kuningan yang Berdaya dan Berintegritas”
- account_circle Ghana
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Kuningan kembali menorehkan semangat intelektualnya melalui kegiatan Debat Gagasan Calon Ketua Cabang dan Ketua Kopri, dengan mengusung tema “Meneguhkan Spirit Pergerakan untuk Membangun Kuningan yang Berdaya dan Berintegritas.”
Acara yang digelar di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kamis, (7/11/2025) ini menjadi momentum penting bagi kader PMII untuk menegaskan jati diri pergerakan: berpikir kritis, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan Masyarakat. Debat ini bukan sekadar adu retorika belaka, tetapi arena intelektual untuk menguji visi, misi, dan arah gerak para calon pemimpin PMII Kabupaten Kuningan dan KOPRI Kabupaten Kuningan ke depan.
Dalam suasana hangat dan penuh dinamika, para calon tampil dengan membawakan gagasan yang menarik dan menggugah: mulai dari penguatan kaderisasi internal, permberdayaan ekonomi kader, pembangunan jejaring strategis lintas sektor, hingga tema gerakan yang akan diterapkan ketika para calon terpilih.
“Debat gagasan ini bukan hanya sebuah agenda formal, melainkan manifestasi nyata dari demokrasi yang berintegritas bagi lingkungan PMII. Ini adalah panggung yang kami siapkan, bukan untuk adu popularitas, melainkan untuk adu gagasan, visi dan solusi nyata atas tantangan yang akan dihadapi PMII pada masa depan kepengurusan. Ujar kirom Ketua BPK
Calon Nomor Urut 1, Ihab Sihabudin, menyoroti kekuatan PMII terletak pada kedekatannya dengan masyarakat, ia menekankan untuk kader PMII untuk bergerak lebih dekat dengan masyarakat. “kami percaya, kekuatan PMII terletak pada kedekatannya dengan masyarakat.
Atas dasar itu, saya mengajak seluruh kader untuk bergerak lebih dekat. Fokus kepemimpinannya adalah memastikan PMII tidak terjebak dalam aksi seremonial yang dampaknya samar. Kita akan bertindak sebagai tukang solusi yang langsung menyentuh masalah-masalah riil di Kabupaten Kuningan. Mulai dari persoalan pendidikan hingga persoalan miskin ekstrem.
Targetnya sederhana jika ada program PMII, maka disitulah ada masyarakat yang merasakan manfaatnya secara langsung.
Sementara itu, Calon Nomor Urut 2, Rizal Nurfahrozy, meyakini bahwa PMII Kuningan harus menjadi organisasi yang mandiri, kritits, dan progresif.
“Kami meyakini bahwa PMII Kabupaten Kuningan harus, menjadi organisasi yang mandiri, kritis, dan progresif. Mandiri bukan sekedar berdiri sendiri, tetapi mampu menggerakan kader dan organisasi tanpa ketergantungan pada pihak luar. Kritis bukan hanya soal bersuara, tetapi membangun kesadaran intelektual untuk menilai dan memperbaiki realitas sosial secara objektif.
Progresif berarti terus bergerak maju, beradaptasi, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat dan daerah.
Kegiatan debat ini mendapatkan antusias yang tinggi dari kader-kader PMII se-Kabupaten Kuningan yang hadir langsung maupun menyaksikan melalui siaran daring.
Debat kandidat diharapkan menjadi sarana pendididkan politik dan intelektual bagi seluruh kader dalam menyiapkan kepemimpinan organisasi yang berorientasi pada nilai, gagasan, dan aksi nyata. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar