Proyek Pembangunan USB SMKN 13 Batam Senilai Rp4,1 Miliar Disorot, Dikhawatirkan Lewat Batas Waktu
- account_circle Habil
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BATAM, jarrakpos.com | Proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Batam menuai sorotan. Pasalnya, progres fisik di lapangan dinilai lambat dan dikhawatirkan tidak rampung tepat waktu sesuai dengan masa kontrak yang telah ditentukan.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek fisik ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pendidikan.
Adapun rincian informasi proyek tersebut meliputi:
Nilai Pagu Anggaran: Rp4.115.712.289
Kontraktor Pelaksana: CV Dua Putra Gemilang Optima
Konsultan Pengawas: PT Tanjak Konsultan Anugrah
Nomor Kontrak: 02.0001.2/SPK/FISIK-SMK/DISDIK/2026
Masa Pelaksanaan: 150 hari kalender (Mulai 17 Juni 2026 dan dijadwalkan selesai pada 13 November 2026)
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi proyek pada Sabtu, 5 September 2026, aktivitas pembangunan fisik masih berada pada tahap awal, yakni pengerjaan struktur pondasi.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Jika dihitung sejak tanggal dimulainya pekerjaan pada 17 Juni hingga 5 September 2026, durasi proyek telah berjalan sekitar 80 hari kalender.
Artinya, proyek telah melewati lebih dari separuh masa pelaksanaan (lebih dari 50%), sementara waktu yang tersisa kurang dari 70 hari lagi menuju target penyelesaian pada pertengahan November mendatang.

Lambatnya progres fisik ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas mutu bangunan serta molornya pemanfaatan fasilitas sekolah bagi masyarakat.
Kehadiran USB SMKN 13 Batam sangat dinantikan guna menunjang kebutuhan dunia pendidikan dan meningkatkan daya tampung siswa di Kota Batam. Oleh karena itu, berbagai pihak mendesak agar konsultan pengawas, yakni PT Tanjak Konsultan Anugrah, dapat menjalankan fungsi pengawasan secara lebih optimal.
Publik berharap pihak kontraktor pelaksana dapat menggenjot kinerja di lapangan agar proyek bernilai lebih dari Rp4,1 miliar ini dapat diselesaikan secara tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di Kepri, khususnya Batam.
- Penulis: Habil




Saat ini belum ada komentar