Peminat KUR Tinggi, Bank NTT Cabang Rote Ndao Tetap Menjaga Kualitas Kredit
- account_circle Mario
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Minat masyarakat terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan. Di tengah tingginya minat pelaku usaha untuk mendapatkan akses permodalan, Bank NTT Cabang Rote Ndao tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas kredit sekaligus memastikan pembiayaan tepat sasaran.
Kepala Bank NTT Cabang Rote Ndao, Ade Roni Oematan, mengatakan, sejak program KUR mulai berjalan di cabang tersebut sekitar Agustus 2026, ketertarikan masyarakat untuk mengakses pembiayaan bagi pengembangan usaha cukup tinggi.
Menurut Ade, sebagian besar pemohon mengajukan KUR Mikro. Sementara itu, pengajuan KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta relatif lebih sedikit.
Tingginya minat masyarakat tersebut menjadi peluang bagi Bank NTT untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, setiap pengajuan tetap harus melalui proses pemeriksaan dan analisis yang cermat.
“Semua pemohon tetap kami periksa secara teliti. Kami ingin memastikan bahwa kredit yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan calon debitur,” ujar Ade, (22/10/2026).
Ia menjelaskan, proses pengajuan KUR diawali dengan pemeriksaan melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan. Bank kemudian memeriksa identitas calon debitur, informasi usaha, serta riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tahapan berikutnya meliputi wawancara dengan calon debitur dan kunjungan langsung ke lokasi usaha. Langkah ini dilakukan untuk memastikan usaha yang diajukan benar-benar ada, masih berjalan, serta memiliki prospek yang layak untuk mendapatkan pembiayaan.
Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, bank dapat menilai karakter calon debitur, kondisi usaha, serta kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran kredit.
Bagi Ade, karakter calon debitur menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kelayakan pemberian kredit. Sebab, besarnya pinjaman tidak serta-merta menghilangkan risiko apabila penerima kredit tidak memiliki komitmen untuk mengembalikan pinjaman.
“Karakter itu sangat penting. Kredit Rp1 juta maupun Rp100 juta, keduanya tetap memiliki risiko. Karena itu, kami harus benar-benar mengenal calon debitur dan memahami kemampuan mereka dalam membayar kembali pinjaman,” jelasnya.
Ia menegaskan, menjaga kualitas kredit bukan berarti mempersulit masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. Sebaliknya, proses verifikasi dan analisis dilakukan agar pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif dan tidak menjadi beban bagi penerima kredit di kemudian hari.
Bank NTT Cabang Rote Ndao, lanjut Ade, tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha. Namun, kemudahan akses pembiayaan harus berjalan beriringan dengan ketepatan sasaran dan prinsip kehati-hatian perbankan.
Dengan demikian, KUR diharapkan tidak sekadar menjadi sumber tambahan modal, tetapi juga menjadi dukungan nyata bagi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha masyarakat di Rote Ndao.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Bank NTT untuk terus mendukung perkembangan UMKM dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Melalui prinsip pelayanan “Melayani Lebih Sungguh”, Bank NTT berupaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan pembiayaan yang disalurkan dikelola secara bertanggung jawab.
Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap KUR, Bank NTT Cabang Rote Ndao menempatkan keseimbangan antara akses permodalan dan kualitas kredit sebagai hal penting, agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh pelaku usaha.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar