Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Cerita Sukses Nelayan di TPI Ba’a yang Diberdayakan Bank NTT Cabang Rote Ndao dari Nol

Cerita Sukses Nelayan di TPI Ba’a yang Diberdayakan Bank NTT Cabang Rote Ndao dari Nol

  • account_circle Mario
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Dari modal Rp5 juta tanpa agunan, Yanto Daud (42), seorang nelayan sekaligus penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlahan mengembangkan usahanya. Kini, ia telah memiliki mobil pikap untuk menunjang aktivitas penjualan ikan dari pasar ke pasar, sementara rencana pengadaan alat penangkapan ikan menjadi langkah berikutnya yang sedang ia upayakan.

Perjalanan itu tidak terjadi dalam semalam. Ada usaha yang harus dijalankan setiap hari, pinjaman yang harus dilunasi, dan tanggung jawab besar untuk menghidupi keluarga serta menyekolahkan keempat anaknya. Di tengah perjuangan tersebut, dukungan pembiayaan dari Bank NTT Cabang Rote Ndao menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan usahanya.

Saat ditemui pada Rabu, 21 Oktober 2026, di tengah aktivitas menjual ikan di TPI Ba’a, Yanto menceritakan bagaimana ia memulai hubungan dengan Bank NTT dari pembiayaan kecil hingga memperoleh fasilitas kredit untuk membeli mobil pikap.

“Awalnya saya ambil Rp5 juta, kemudian saya lunasi. Setelah itu, Bank NTT tambah lagi menjadi Rp10 juta. Setelah saya lunasi, karena sudah ada kepercayaan, saya bisa mengambil kredit untuk membeli oto pikap,” tutur Yanto.

Bagi Yanto, mobil pikap tersebut bukan sekadar kendaraan. Kehadirannya membantu memperlancar usaha, memudahkan pengangkutan ikan, dan memperluas jangkauan penjualan ke sejumlah pasar di Rote Ndao.

Dengan kendaraan itu, ia tidak hanya bergantung pada pembeli yang datang ke tempat pelelangan ikan. Ia juga dapat membawa ikan untuk dijual langsung kepada konsumen di berbagai lokasi.

“Dengan oto pikap ini, saya sangat terbantu. Saya bisa berkeliling menjual ikan dari pasar ke pasar. Dari usaha ini, saya mendapatkan penghasilan untuk membantu keluarga dan menyekolahkan anak-anak,” ungkapnya.

Kepercayaan yang Dibalas dengan Kerja Keras

Bagi seorang nelayan sekaligus kepala keluarga, mengembangkan usaha berarti berani mengambil kesempatan, tetapi juga siap memikul tanggung jawab.

Yanto menyadari bahwa pembiayaan yang diterimanya harus diikuti dengan kedisiplinan dalam mengelola usaha dan memenuhi kewajiban pembayaran. Ia mengaku kredit mobil pikapnya telah berjalan sekitar empat tahun dan masih menyisakan satu tahun untuk diselesaikan.

Ia bertekad memprioritaskan pelunasan kredit, apa pun tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

“Ketika Bank NTT percaya kepada saya, saya juga percaya kepada Bank NTT dengan hati yang penuh. Bagaimanapun, Bank NTT sudah membantu saya, bahkan sampai bisa membeli oto pikap. Karena itu, saya juga harus berjuang menjalankan usaha dan memenuhi tanggung jawab saya,” katanya.

Kepercayaan tersebut menjadi alasan bagi Yanto untuk terus melangkah. Setelah mengembangkan usaha penjualan ikan dengan mobil pikap, ia kini berencana memperkuat kegiatan penangkapan ikan melalui pengadaan lampara, alat yang digunakan untuk membantu aktivitas menangkap ikan.

Untuk mewujudkan rencana itu, Yanto sedang menjalani proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTT. Pengajuan tersebut masih dalam proses dan belum menjadi pembiayaan yang terealisasi.

Jika nantinya disetujui, ia berharap fasilitas tersebut dapat membantu menunjang kegiatan penangkapan ikan sekaligus memperkuat usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Dari pembiayaan Rp5 juta tanpa agunan hingga kepemilikan mobil pikap, Yanto telah melewati beberapa tahapan dalam mengembangkan usaha. Kini, ia kembali berupaya membuka jalan bagi pertumbuhan usahanya melalui rencana pengadaan sarana penangkapan ikan.

Bank NTT Dampingi Yanto Sejak 2021

Kepala Bank NTT Cabang Rote Ndao, Ade Roni Oematan, mengatakan bahwa pihaknya telah mendampingi Yanto sejak 2021. Perkembangan nelayan tersebut menjadi salah satu cerita sukses pemberdayaan nasabah yang ingin dibagikan untuk memotivasi pelaku usaha lainnya.

Menurut Ade Roni, dukungan kepada nelayan dilakukan melalui penyediaan fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif. Dalam kasus Yanto, perjalanan dimulai melalui Kredit Merdeka tanpa agunan dengan plafon Rp5 juta, kemudian meningkat menjadi Rp10 juta, sebelum berlanjut ke kredit mikro untuk pembelian mobil pikap.

“Ini menjadi cerita sukses tersendiri bagi Bank NTT Cabang Rote Ndao. Ada nasabah yang kami dampingi benar-benar dari nol. Awalnya dia menikmati Kredit Merdeka tanpa agunan sebesar Rp5 juta, kemudian meningkat menjadi Rp10 juta. Selanjutnya, dia mengambil kredit mikro untuk membeli mobil pikap guna mendukung aktivitasnya menjual ikan,” jelas Ade Roni.

Ia menambahkan, saat ini Yanto sedang mengajukan KUR untuk rencana pengadaan lampara. Bagi Ade Roni, perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana kebutuhan pembiayaan nasabah dapat berubah seiring pertumbuhan usahanya.

“Ini kisah nelayan yang kami dampingi dari nol sampai sekarang. Dia sudah memiliki mobil pikap untuk menjual ikan, anak-anaknya juga bersekolah, dan sekarang berencana mengembangkan usahanya lagi. Kisah seperti ini ingin kami bagikan agar dapat memotivasi nasabah lainnya,” ujarnya.

Ade Roni menjelaskan bahwa pemberdayaan nasabah tidak semata-mata berkaitan dengan penyaluran kredit. Bank juga perlu memahami karakter nasabah, riwayat usaha, kebutuhan pembiayaan, serta perkembangan kemampuan usahanya.

Pendekatan tersebut diperlukan agar fasilitas pembiayaan dapat digunakan secara produktif dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Bagi pelaku usaha kecil, akses pembiayaan dapat menjadi salah satu pintu untuk memperluas kegiatan ekonomi. Namun, keberlanjutan usaha tetap ditentukan oleh kerja keras, pengelolaan modal yang baik, dan komitmen dalam memenuhi tanggung jawab keuangan.

Bukan Hanya Nelayan, Penjual Jagung Rebus Juga Bertumbuh

Ade Roni mengatakan, kisah pemberdayaan nasabah Bank NTT Cabang Rote Ndao tidak hanya datang dari sektor perikanan. Ia juga menceritakan seorang nasabah yang menjalankan usaha sederhana sebagai penjual jagung rebus keliling.

Nasabah tersebut mulai mengenal Bank NTT pada 2022. Sebelumnya, ia belum mengenal layanan perbankan maupun koperasi. Melalui Kredit Merdeka tanpa agunan, ia memperoleh pembiayaan secara bertahap, mulai dari Rp1 juta, meningkat menjadi Rp2 juta, hingga mencapai Rp10 juta sesuai kebutuhan.

Usahanya dijalankan dengan cara membeli jagung dari petani, merebusnya sendiri, lalu menjualnya secara keliling. Meski sederhana, usaha tersebut menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Menurut Ade Roni, nasabah itu memiliki riwayat pengembalian pinjaman yang lancar. Hubungan yang terjalin bahkan menjadi begitu dekat hingga keluarga tersebut mengundang pihak Bank NTT untuk menghadiri pernikahan anaknya.

Cerita lain datang dari Kepala Desa Papela, Sugiarto, yang menurut Ade Roni telah menjadi nasabah Bank NTT selama hampir 20 tahun.

Dalam perjalanan tersebut, fasilitas pembiayaan yang diterimanya berkembang dari sekitar Rp25 juta hingga mencapai miliaran rupiah. Ade Roni mengatakan, Sugiarto tetap memilih Bank NTT meskipun mendapat penawaran dari bank lain maupun koperasi.

Berbagai kisah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada nelayan yang membutuhkan modal untuk memperluas penjualan ikan, pedagang jagung rebus yang berjuang membiayai pendidikan anak, hingga nasabah yang mengembangkan usahanya dalam skala lebih besar.

Karena itu, pelayanan dan pembiayaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan setiap nasabah.

Melayani Lebih Sungguh, Mendampingi Masyarakat Bertumbuh

Sebagai Bank Pembangunan Daerah sekaligus bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, Bank NTT mengusung moto pelayanan “Melayani Lebih Sungguh”.

Melalui layanan pembiayaan dan pendampingan nasabah, Bank NTT Cabang Rote Ndao berupaya mendukung masyarakat yang menjalankan usaha produktif, termasuk nelayan dan pelaku usaha mikro.

Kisah Yanto Daud menjadi gambaran perjalanan usaha yang bertumbuh secara bertahap. Ia memulai dari pembiayaan Rp5 juta tanpa agunan, meningkatkan modal menjadi Rp10 juta setelah melunasi pinjaman awal, kemudian memperoleh kredit mikro untuk membeli mobil pikap.

Kini, dengan kendaraan tersebut, ia dapat menjual ikan dari pasar ke pasar. Sementara itu, pengajuan KUR untuk pengadaan lampara menjadi langkah berikutnya yang sedang ia upayakan.

Perjalanan Yanto tentu tidak lepas dari kerja keras dan tanggung jawabnya sendiri. Namun, akses pembiayaan yang diperoleh telah membuka kesempatan baginya untuk mengembangkan usaha dan memperluas kegiatan ekonomi.

Di TPI Ba’a, kisahnya bukan semata-mata tentang seorang nelayan yang berhasil membeli mobil pikap. Ini juga tentang seorang ayah yang terus berjuang agar usaha tetap berjalan, kewajiban kredit dapat diselesaikan, dan keempat anaknya memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dari nol, Yanto melangkah perlahan. Setiap pinjaman yang dilunasi dan setiap usaha yang dikembangkan menjadi bagian dari perjuangannya membangun kehidupan keluarga.

Di tengah aktivitas menjual ikan dari pasar ke pasar, harapannya tetap sama: usaha terus berkembang, keluarga tetap terpenuhi kebutuhannya, dan anak-anaknya dapat menempuh pendidikan dengan lebih baik.

Bagi Bank NTT Cabang Rote Ndao, perjalanan tersebut menjadi salah satu kisah pemberdayaan yang menunjukkan arti penting kepercayaan, akses pembiayaan, dan pendampingan bagi masyarakat yang berjuang membangun usaha dari bawah.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 73 Personel Polres Kuningan Naik Pangkat

    73 Personel Polres Kuningan Naik Pangkat

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Kepolisian Resor Kuningan menggelar upacara khidmat dalam rangka kenaikan pangkat personel Polri periode 1 Juli 2026 sekaligus penyerahan jabatan Kapolsek Kadugede. Agenda penting yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. ini berlangsung secara tertib dan penuh makna di markas komando setempat, Selasa (30/06/2026). Dalam amanatnya, Kapolres Kuningan menegaskan […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Ajak Perusahaan Wujudkan Lingkungan Kerja yang Inklusif

    BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Ajak Perusahaan Wujudkan Lingkungan Kerja yang Inklusif

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Upaya menciptakan dunia kerja yang aman dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh pekerja terus didorong BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penguatan pemahaman mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mengedepankan prinsip inklusivitas. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan K3 Inklusif dengan mengusung tema “Aman Bekerja, Setara Berkarya”, yang […]

  • Sambut Ramadhan, SSB Paya Bakung Gelar Makan Bersama

    Sambut Ramadhan, SSB Paya Bakung Gelar Makan Bersama

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Medan – Sambut bulan suci ramadhan 1447 tahun 2026, Sekolah Sepak Bola Payabakung makan bersama, di lapangan Payabakung Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang, Senin (16/2) Puluhan pesepakbola usia dini bersama pelatih dan pembina diundang untuk makan bersama “Kegiatan ini sudah jadi agenda rutin SSB Paya Bakung jelang bulan suci ramadhan tiba setiap tahun digelar makan […]

  • Tingkatkan Pelayanan Prima ke Masyarakat, Kantor Kejari Jakut Siap Dibangun

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dandeni Herdiana menyebut dalam waktu dekat pembangunan gedung baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara bakalan terealisasi. Pasalnya SK Gubernur DKI Jakarta No.873/2024 tanggal 27 Desember 2024 Tentang Persetujuan Pinjam Pakai Barang Milik Daerah Berupa Lahan seluas 4500 M2 di Jl. Yos Sudarso Jakarta Utara telah terbit. “Saya sebagai […]

  • Marelan Juara Umum Cabor Karate Porkot XV 2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 695
    • 0Komentar

    medan. Kontingen Medan Marelan sukses merebut juara umum cabang olahraga (cabor) karate pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XV 2025 yang berakhir di Gelanggang Remaja Medan, Senin (13/10/2025) lalu. Marelan menyabet juara umum dengan torehan 7 medali emas, lima perak, dan 6 perunggu mengungguli Medan Polonia sebagai runner up dengan raihan lima emas dan 1 […]

  • Tuntut Kepala Sekolah Di Copot, Puluhan Wali Murid Gelar Aksi Damai Di SDN 017 Desa Kuala Dusun 3 Durian Tandang

    Tuntut Kepala Sekolah Di Copot, Puluhan Wali Murid Gelar Aksi Damai Di SDN 017 Desa Kuala Dusun 3 Durian Tandang

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 94
    • 0Komentar

      KAMPAR, RIAU.Jarrakpos.com  — Puluhan wali murid menggelar aksi unjuk rasa damai di SDN 017 Dusun 3 Desa Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/9/2026). Turut hadir tokoh masarakat Tempatan Dalam aksi tersebut, para wali murid menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak sekolah dan meminta agar Kepala SDN 017, Angri Septari, S.Pd., diberhentikan atau […]

expand_less