Momen Ulang Tahun, Wali Kota Christian Widodo Pilih Turun ke Panti Asuhan: Wujud Kepemimpinan yang Mengutamakan Kesejahteraan
- account_circle Mario
- calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Di tengah kesibukan memimpin kota, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memilih merayakan ulang tahunnya yang ke-39 dengan cara yang mencerminkan jati diri kepemimpinannya: sederhana, menyentuh, dan mengutamakan kesejahteraan sesama.
Tanpa panggung, tanpa pesta, ia justru turun langsung mengunjungi anak-anak di tiga panti asuhan, Minggu (16/11/2025), untuk berbagi kasih dan kebahagiaan.
Kunjungan penuh kepedulian itu turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt; Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya; para Asisten Sekda; serta jajaran Bagian Prokopim dan Kesra Setda Kota Kupang.
Kehadiran para pimpinan daerah menegaskan bahwa transformasi sosial dan kesejahteraan bukan hanya tanggung jawab seorang wali kota, tetapi gerakan kolektif Pemerintah Kota Kupang.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Christian Widodo menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie instan, dan sabun cuci.
Bantuan ini disalurkan ke tiga panti asuhan lintas agama: Panti Asuhan Attin (Muslim), St. Luis de Monfort (Katolik), dan Syalom (Protestan), sebagai gambaran nyata komitmen Pemkot Kupang untuk menjaga keberagaman dan menghadirkan kesejahteraan secara merata.
Wali Kota Christian menyampaikan bahwa keputusannya merayakan ulang tahun di panti asuhan adalah panggilan hati.
“Saya memutuskan untuk tidak buat acara, tidak buat pesta. Kami memilih ke panti asuhan saja. Hari ini kita merayakan ulang tahun saya dengan cara membagikan kebahagiaan kepada anak-anak,” ujarnya.
Bagi Wali Kota, kebahagiaan tidak memiliki makna jika tidak dibagikan.
“Kebahagiaan sejati dan kesuksesan sejati itu ketika kita bisa buat orang lain juga bahagia dan berhasil. Hari ulang tahun bukan hanya tentang diri sendiri, tapi tentang bagaimana kita berbagi berkat untuk orang lain,” tambahnya.
Dalam refleksinya, ia mengibaratkan kasih seperti cahaya lilin yang justru semakin menyinari ketika diberikan kepada sesama.
“Kasih itu tidak berkurang kalau kita bagikan. Justru bertambah,” tuturnya, mengajak semua pihak untuk membangun Kota Kupang dengan kasih yang berkelanjutan.*** (Mario Langun/ADV)
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar