Ketum BPI KPNPA RI Ragukan Validitas Survei Kepercayaan Publik terhadap Polri
- account_circle Tude
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARTA, jarrakpos.com – Hasil Survei Litbang Kompas yang menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 76,2 persen menuai respons tajam dari Ketua Umum BPI KPNPA RI, Sukendar.
Ia menilai angka tersebut perlu dikaji ulang, mengingat dinamika dan catatan publik terhadap institusi kepolisian masih berlangsung hingga kini.
Sebagai lembaga yang aktif mengawasi kinerja aparatur negara, Sukendar menilai peningkatan kepercayaan publik tidak dapat hanya bertumpu pada laporan survei.
“Angka 76,2 persen itu harus diuji kembali validitasnya. Jangan sampai publik disuguhkan data yang tidak mencerminkan kondisi lapangan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia kemudian menyinggung marwah Polri yang menurutnya sempat merosot akibat ulah sejumlah oknum, mulai dari personel tingkat bawah hingga perwira tinggi.
“Terpuruknya citra Polri itu berasal dari oknum. Kalau mau pemulihan, pembenahan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh,” tegasnya.
“Langkah cepat untuk pembenahan bisa dimulai dari pergantian Kapolri. Pemimpin baru bisa membawa perubahan nyata, bukan sekadar retorika,” katanya.
Terkait metodologi survei, Sukendar mempertanyakan apakah survei benar dilaksanakan tatap muka dan apakah responden dipilih sesuai standar ilmiah.
“Pertanyaannya, apakah survei itu benar dilakukan langsung ke masyarakat? Angka setinggi itu tidak muncul tanpa evaluasi publik yang jelas,” ungkapnya.
Meski memberikan kritik, Sukendar tetap mengapresiasi sejumlah perubahan dalam tubuh Polri, mulai dari peningkatan layanan hingga pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Jika survei tersebut memang valid, artinya reformasi Polri sudah berjalan. Namun Polri harus tetap membuka diri terhadap kritik publik,” imbuhnya.
Sukendar berharap Polri terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperbaiki profesionalisme dan akuntabilitas institusi.
Menurutnya, kritik harus dipandang sebagai energi untuk berbenah, demi menghadirkan pelayanan keamanan yang lebih modern, responsif, dan berintegritas.(JP).
- Penulis: Tude




Saat ini belum ada komentar