Kebakaran Lahan di Lereng Gunung Merapi, Petugas Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Api
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polsek Srumbung bersama petugas gabungan bergerak cepat melakukan pengecekan dan pemadaman kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Minggu (9/8/2026).
Kebakaran terjadi di kawasan eks Petak 45, eks Dusun Ngori, yang secara administratif masuk wilayah Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Pengecekan dan pemadaman dilakukan mulai pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Kapolsek Srumbung AKP Suswanto memimpin langsung personel Polsek Srumbung bersama anggota Koramil 16 Srumbung, petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Srumbung.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan petugas TNGM untuk memastikan titik api. Selanjutnya, petugas gabungan bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman secara manual menggunakan jet shooter, parang, sekop, dan sabit.
Proses pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang berada di lereng Gunung Merapi dan cukup sulit dijangkau. Selain itu, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari area yang berpotensi terdampak luncuran material vulkanik Gunung Merapi, sehingga faktor keselamatan petugas menjadi perhatian utama.
Sekitar pukul 18.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Berdasarkan hasil pengecekan, lahan yang terbakar diperkirakan kurang lebih 0,2 hektare, meliputi tanaman pinus, anggring, glagah, alang-alang, serta semak belukar.
Kapolsek Srumbung AKP Suswanto mengatakan, gerak cepat petugas gabungan dilakukan untuk mencegah api meluas, terlebih kondisi vegetasi di lokasi cukup kering dan tidak terdapat sumber mata air di sekitar titik kebakaran.
“Begitu diketahui adanya titik api, petugas langsung melakukan pengecekan dan pemadaman dengan melibatkan unsur TNI, Polri, petugas TNGM dan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mencegah api meluas,” ujar AKP Suswanto.
Ia menambahkan, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

Dok.jarrakpos/fri
Polsek Srumbung mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat kondisi cuaca dan vegetasi kering. Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada Polsek Srumbung, perangkat desa, atau petugas terkait apabila mengetahui adanya titik api maupun indikasi kebakaran, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Selama kegiatan pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan, situasi berjalan aman dan kondusif.
Eitor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar