Kadistan NTT Sebut 24,55 Ton Benih Jagung Hibrida yang Disalurkan Usman Husin di Kabupaten Kupang Potensi Hasilkan 10 Ton per Hektare
- account_circle Mario
- calendar_month 9 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Dari pagi hingga larut malam, upaya menjangkau petani dan memastikan bantuan pertanian tersalurkan terus dilakukan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin. Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 14–16 Oktober 2026, sebanyak 24,55 ton benih jagung hibrida disalurkan untuk mendukung petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadapi musim tanam pertama (MT I).
Bantuan tersebut menjangkau sejumlah kelompok tani di Oebelo serta petani di Kecamatan Kupang Barat, Nekamese, Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, hingga Amarasi Timur. Bagi petani, benih bukan sekadar bantuan yang diterima, melainkan modal awal untuk kembali mengolah lahan, menanam harapan, dan mengupayakan hasil panen bagi keluarga.
Di balik penyaluran itu, ada potensi besar yang dapat dikembangkan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Billy Oemboe Wanda, menyebut jagung hibrida berpotensi menghasilkan 7–10 ton per hektare apabila didukung pemupukan yang baik, kondisi lahan yang sesuai, ketersediaan air, serta penanganan hama dan penyakit tanaman.
Potensi tersebut menjadi peluang bagi petani Kabupaten Kupang untuk meningkatkan produktivitas lahan. Namun, hasil panen yang optimal tetap membutuhkan pengelolaan pertanian yang tepat dan dukungan sarana produksi yang memadai.
Tiga Hari Menjangkau Petani
Penyaluran benih jagung hibrida berlangsung selama tiga hari dengan jumlah bantuan yang berbeda pada setiap tahap.
Pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebanyak 3,5 ton benih jagung hibrida super disalurkan kepada 12 kelompok tani di Oebelo.
Penyaluran berlanjut pada Kamis, 15 Oktober 2026. Sebanyak 12 ton benih jagung hibrida diberikan untuk mendukung petani di Kecamatan Kupang Barat dan Nekamese.
Sehari kemudian, Jumat, 16 Oktober 2026, bantuan kembali menjangkau petani di Kecamatan Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur dengan total 9,05 ton.
Jika digabungkan, jumlah benih yang disalurkan selama tiga hari mencapai 24,55 ton. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung persiapan petani menghadapi musim tanam pertama, saat pengolahan lahan dan ketersediaan benih menjadi bagian penting dalam memulai kegiatan pertanian.
Penyaluran dari satu wilayah ke wilayah lainnya juga menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan petani secara lebih dekat. Sebab, kebutuhan di lapangan tidak selalu berhenti pada benih, tetapi juga mencakup pengolahan lahan, air, pupuk, perawatan tanaman, hingga alat dan mesin pertanian.
Kadistan NTT Ungkap Potensi Jagung Hibrida Kualitas Super
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Billy Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa kebutuhan benih jagung hibrida untuk satu hektare lahan sekitar 15 kilogram.
Dengan pemupukan yang baik, jagung hibrida berpotensi menghasilkan 7–10 ton per hektare. Meski demikian, hasil aktual sangat dipengaruhi kondisi lahan, ketersediaan air, dan penanganan hama serta penyakit tanaman.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa benih berkualitas merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan produksi, tetapi bukan satu-satunya penentu keberhasilan panen.
Dengan kebutuhan sekitar 15 kilogram benih per hektare, total 24,55 ton secara teoritis setara dengan kebutuhan benih untuk sekitar 1.636 hektare lahan. Perhitungan ini merupakan estimasi berdasarkan takaran benih, bukan data pasti luas lahan yang akan ditanami oleh kelompok penerima.
Potensi produksi 7–10 ton per hektare juga perlu dipahami sebagai kemungkinan hasil dalam kondisi budidaya yang mendukung, bukan jaminan bahwa setiap lahan akan menghasilkan jumlah yang sama.
Karena itu, pemanfaatan benih perlu disertai perencanaan tanam, pemupukan, pengelolaan air, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara tepat.
Usman Husin: Bantuan Harus Dirasakan Petani
Bagi Usman Husin, perhatian terhadap petani tidak cukup diwujudkan melalui penyaluran bantuan yang hanya tercatat dalam laporan. Bantuan harus sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan dan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan, menggerakkan perekonomian daerah, serta menopang kehidupan keluarga. Karena itu, dukungan kepada mereka perlu diarahkan pada kebutuhan nyata yang dapat membantu meningkatkan hasil produksi.
“Bagi saya, membantu petani bukan sekadar menyerahkan bantuan. Yang terpenting adalah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan baik. Petani harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan lahannya, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya,” ucap Usman Husin.
Ia berharap benih jagung hibrida yang telah disalurkan dapat digunakan sesuai kebutuhan lahan dan rencana tanam masing-masing kelompok tani. Penanaman, pemupukan, perawatan, serta pengelolaan lahan harus dilakukan dengan baik agar potensi benih dapat dimaksimalkan.
Usman juga menekankan pentingnya melihat langsung kondisi petani. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan di lapangan sekaligus memastikan bantuan diterima oleh kelompok yang tepat.
“Saya turun langsung supaya bisa mengetahui kondisi petani dan memastikan bantuan ini sampai kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Kita ingin bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata, bukan hanya tercatat sudah disalurkan,” lanjutnya.
Ia menegaskan, bantuan benih tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Harapannya, petani tidak hanya terbantu dalam memulai musim tanam, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh hasil panen yang baik.
Benih sebagai Modal Awal, Bukan Akhir Perjuangan
Bagi petani penerima bantuan, benih menjadi titik awal dari proses panjang menuju panen. Setelah benih ditanam, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan: merawat tanaman, memastikan kebutuhan air terpenuhi, memberikan pupuk sesuai kebutuhan, serta mengendalikan hama dan penyakit.
Semua itu membutuhkan tenaga, waktu, biaya, dan ketekunan. Karena itu, bantuan benih dapat meringankan salah satu kebutuhan petani, tetapi keberhasilan produksi tetap memerlukan dukungan yang berkelanjutan.
Usman berpandangan bahwa petani juga membutuhkan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan sarana tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan, mempercepat pengolahan lahan, dan meningkatkan efisiensi usaha tani.
Di Kabupaten Kupang, penyaluran 24,55 ton benih jagung hibrida menjadi salah satu upaya mendukung petani memasuki musim tanam pertama. Potensi hasil hingga 10 ton per hektare memberikan harapan, tetapi harapan itu perlu dijaga melalui budidaya yang baik dan pendampingan yang berkesinambungan.
Pada akhirnya, keberhasilan bantuan tidak hanya diukur dari jumlah ton benih yang tersalurkan atau banyaknya kelompok yang menerima. Ukuran yang lebih penting adalah bagaimana benih tersebut tumbuh di lahan petani, menghasilkan panen, dan memberi manfaat bagi kehidupan keluarga mereka.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar