Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI Jakarta » Dinilai Ada Unsur Gratifikasi Gaya Hidup Mewah Seklur Petojo Selatan, Febriwaldi Dilaporkan ke KPK

Dinilai Ada Unsur Gratifikasi Gaya Hidup Mewah Seklur Petojo Selatan, Febriwaldi Dilaporkan ke KPK

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, jarrakpos.com | Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) melanjutkan gerakannya dengan melaporkan dugaan gratifikasi dalam gaya hidup mewah Sekretaris Lurah Petojo Selatan, Febriwaldi dilaporkan ke KPK pada Selasa, 14 Oktober 2025. Sehari sebelumnya Kodat86 bersama puluhan masyarakat menggeruduk kantor Balai Kota Pemprov. DKI Jakarta untuk melaporkan prihal yang sama kepada Gubernur Pramono Anung.

“Hidup mewah kalau sesuai kemampuan ya gak ada masalah, tapi kan tetap harus tahu tempat juga. Jangan sampai menyinggung orang sekitarnya. Tapi memaksakan diri, tentu ada sesuatu di belakangnya yang mungkin tidak benar,” kata Ketua Kodat86 Cak Ta’in Komari SS kepada media Selasa (14/10) ketika keluar dari gedung Merah Putih KPK Jakarta.

Menurut Cak Ta’in, hidup mewah tentu dilakukan oleh orang kaya. Tapi ASN dengan jabatan sekelas Sekretaris Kelurahan Petojo Selatan tentu menimbulkan banyak tanda tanya. “Dari mana sumber dana untuk bergaya hidup mewah tersebut. Itu yang perlu ditelusuri dan diusut oleh KPK,” ujarnya.

Cak Ta’in menekankan agar KPK tidak melihat karena jabatannya hanya sekretaris kelurahan terus merasa tidak jelas kalau mengusutnya. Justru ini sangat menarik, kalau sekelas Sekretaris Kelurahan saja bisa bergaya hidup mewah, suka pamer, dan pelesiran ke luar negeri, tentu ada dukungan dana yang besar juga. Persoalannya memperoleh nya dengan cara yang benar atau tidak, ada unsur gratifikasi dengan menyalahgunakan kekuasaan, jabatan dan kewenangan nya tidak?

“Kalau sekelas Sekretaris Kelurahan saja bisa bergaya hidup mewah, apalagi dengan jabatan yang lebih tinggi. Pasti lebih banyak, kepala dinas, bahkan walikota, bupati, gubernur dan pejabat negara lainnya. Gaya hidup yang jauh di atas pendapatan normatifnya itu lah yang harus diusut, sebab di balik itu kemungkinan dilakukan dengan cara yang tidak benar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cak Ta’in menjelaskan, laporan ke KPK tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan kepada Gubernur DKI Jakarta. Namun ada dua sisi berbeda dari fokus laporannya, yang pertama fokus pada pelanggaran disiplin ASN, sementara laporan ke KPK fokus pada dugaan gratifikasi dari jabatannya tersebut.

“Informasi negatifnya banyak beredar, termasuk bagaimana sumber dana untuk bergaya hidup mewah itu didapatkan. Semua kita sudah uraikan dalam laporan. Semoga KPK segera mengusutnya hingga tuntas.” urainya.

Mantan jurnalis, akademisi dan staf ahli DPRD itu menambahkan, proses hukum terhadap perilaku Febriwaldi itu akan menjadi peringatan bagi pejabat ASN dan pejabat negara lainnya. Yang mungkin selama ini suka menyalahgunakan kekuasaan, jabatan dan kewenangan untuk keuntungan pribadi dan memperkaya diri. “Bedanya Febri terlanjur pamer, publik marah dan menghujat. Sementara yang lain diam-diam, atau belum sempat bergaya. Tapi kan semua bisa dilihat dari pola hidup anaknya, pendidikan, dan fasilitas yang dimiliki. Menggambarkan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran serta seluruh aset yang dimiliki.” terangnya.

Itulah pentingnya RUU perampasan aset agar disahkan secepatnya, lanjut Cak Ta’in. “Orang tidak takut dipenjara karena korupsi, sebab setelah keluar masih bisa nikmati hasil korupsinya. Tapi kalau asetnya disita, dirampas, dan dimiskinkan, pasti mereka takut berbuat korupsi lagi,” tandasnya.(hbl)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Eks Kewadanan Kadugede, akan Disulap Menjadi Bale Budaya

    Gedung Eks Kewadanan Kadugede, akan Disulap Menjadi Bale Budaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Gedung Eks Kadugede yang dinilai memiliki nilai historis dan struktur bangunan yang masih layak, mendapat perhatian Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, untuk direvitalisasi menjadi Bale Budaya. Kunjungan tersebut dilakukan Bupati Kuningan bersama Wabup Tuti Andriani, SH. M.Kn, Sekda dan Kepala Disdikbud, Disporapar, DPUTR, BPKAD dan Ketua OPD lainnya, pada […]

  • Gresik Phonska Plus Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Malang

    Gresik Phonska Plus Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Malang

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 188
    • 0Komentar

    MALANG – Juara putaran pertama tim putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kembali gagal meraih kemenangan pada seri kedua putaran kedua Proliga 2026, setelah ditumbangkan Jakarta Livin’ Mandiri 1-3 (17-25, 22-25, 25-22, 20-25) di GOR Ken Arok Malang, Minggu (8/2/2026). Sebelumnya, Medi Yoku dkk juga dikalahkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor yang sama 1-3, pada […]

  • Anggota DPR RI HM Husni SE Bakar Semangat Batubara United

    Anggota DPR RI HM Husni SE Bakar Semangat Batubara United

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Medan – Atmosfer sepak bola di Kabupaten Batubara kian membara jelang partai Liga 4 Sumatera Utara. Tim kebanggaan daerah, Batu Bara United dijadwalkan tampil di liga 4 Sumatera Utara piala Gubsu Dukungan penuh pun digaungkan. anggota DPR RI Muhammad Husni mengajak seluruh jajaran pengurus dan masyarakat Batu Bara untuk memberikan semangat dari tribun saat tim tersebut […]

  • Pelaku Suap Harus Ditangkap, Penangkapan 4 Aktivis Bukan Pemerasan Melainkan Suap ?

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.504
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (JarrakPos)- Penangkapan 4 Aktivis yang dituduh melakukan pemerasan terhadap ajudan Wakil Walikota Padangsidimpuan ternyata bukan skandal pemerasan melainkan aksi suap untuk itu Kapolres Kota Padangsidimpuan diminta untuk menangkap pelaku Suap sebagaimana amanat undang-undang yang mengatakan pemberi dan penerima suap harus ditangkap. Pernyataan tersebut Terkuak dalam Aksi unjuk rasa sejumlah aktivis di kantor walikota Padangsidimpuan, […]

  • Dana Rp 425 Triliun Mengendap di BI, Founder JPI Desak Pemeriksaan Sri Mulyani: “KPK dan Kejagung Harus Pro Aktif”

    Dana Rp 425 Triliun Mengendap di BI, Founder JPI Desak Pemeriksaan Sri Mulyani: “KPK dan Kejagung Harus Pro Aktif”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 906
    • 0Komentar

    Jakarta, jarrakpos.com | Polemik pengelolaan keuangan negara kembali mencuat setelah terungkap adanya dana sekitar Rp 425 triliun milik pemerintah yang disebut mengendap di Bank Indonesia (BI). Dana ini bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA) yang semestinya bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi […]

  • Pantai Panjang Bengkulu Kini Dilengkapi Gazebo Gratis, Hasil Kolaborasi Pemkot, Polda dan REI

    Pantai Panjang Bengkulu Kini Dilengkapi Gazebo Gratis, Hasil Kolaborasi Pemkot, Polda dan REI

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Pemerintah Kota Bengkulu terus melakukan penataan kawasan wisata Pantai Panjang agar semakin nyaman bagi pengunjung. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Pemkot Bengkulu, Polda Bengkulu dan Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Bengkulu. Kolaborasi ini ditandai dengan peresmian 10 unit gazebo gratis di kawasan pesisir Pantai Panjang yang dilakukan […]

expand_less