Peringatan HUT PDIP Ke 53 Di Kabupaten Cirebon Mengulas Balik Sejarah PDI Menjadi PDIP.
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS. COM I Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan (DPC-PDI-P) Kabupaten Cirebon memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 53. Acara di gelar di Kantor DPC PDI-P Jln. Pangeran Cakrabuana Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. Sabtu 10 Januari 2026.
Peringatan tersebut tidak dihadiri oleh Ketua DPC PDI-P, Rudiana disebabkan menghadiri kegiatan di DPP PDIP Jakarta. Sekalipun tidak dihadiri oleh Ketuanya acara tetap berjalan lancar yang dihadiri oleh jajaran DPC, KSB PAC Se-kabupaten Cirebon dan para Tokoh Senior PDIP
Dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Bidang (Wakabid) , Politik Dan Reformasi Sistem Hukum Nasional Aceng Sudama menyampaikan orasi kilas balik sejarah lahirnya PDIP.
Kilas balik sejarah tersebut disampaikan bertujuan untuk mengingatkan kader PDIP agar tidak melupakan peristiwa pahit penuh drama yang pernah dialami oleh PDIP pada masa Orde Baru (Orba)
Menurut Aceng, HUT PDIP di peringati setiap tanggal 10 Januari dan saat ini peringatan HUT yang ke 53 bukan ke 27. Hal ini tentu memiliki sejarah panjang terkait garis benang merah dengan PNI yang di dirikan oleh Presiden pertama Soekarno yang akrab disapa Bung Karno.
Lebih lanjut Aceng menjelaskan, Tepat pada 10 Januari 1973 terjadi fusi 5 partai diantaranya PNI, Partai Katolik, Parkindo, Murba dan IPKI yang kemudian berkembang menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan pada tahun 1986-1993 PDI dipimpin oleh Ketua Umum saat itu Soerjadi
Ia mengatakan, pada tahun 1993 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Surabaya menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum, namun terpilihnya Mega membuat gusar penguasa Orba pada saat itu,
Pada tahun 1996 Kubu Soerjadi di dukung oleh penguasa Orba menggelar kongres tandingan di Medan yang kembali menetapkan Soerjadi sebagai ketua umum, dan memicu terjadinya dualisme kepemimpinan.
Setelah Kongres Medan Kubu Soerjadi meminta Pemerintah mengakui hasil kongres mereka, sementara dukungan mengalir ke Megawati semakin kuat
Akibat dualisme kepemimpinan antara Megawati dan Soerjadi kedua kubu saling bersiteru dan terjadi Peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996, yaitu serangan pasukan setan gundul berpakaian Kaos PDI Soerjadi yang menyerbu kantor DPP PDI kubu Mega Wati yang beralamat di Jl Pangeran Dipo Negoro Menteng Jakarta Pusat.
Pada peristiwa tersebut menurut Aceng dikenal dengan peristiwa Sabtu Kelabu atau peristiwa kuda tuli (kerusuhan dua puluh tujuh juli) yang menewaskan, melukai, dan menghilangkan sejumlah banyak orang, serta menyebabkan kerugian secara materiel

Setelah Reformasi PDI kubu Megawati mendeklarasikan diri sebagai PDI Perjuangan (PDI-P) yang di deklarasikan pada tanggal 14 Pebruari 1999 di Istora Senayan Jakarta atau Gelora Bung Karno saat ini, dan PDI-P berhasil memenangkan Pemilu pertama tahun 1999, ” Kata Aceng.
” Jadi mengapa PDI Perjuangan diperingati hari ulang tahunnya yang ke 53 buka ke 27, itu karena merujuk pada PNI menjadi PDI yang terjadi pada tanggal 10 Januari 1973, dan kemudian “PDI menjadi PDI Perjuangan tahun 1999 sehingga jika dihitung sejak tahun 1973 ke tahun 2026 menjadi 53 tahun.
Ia menegaskan PDI-P merupakan kelanjutan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang didirikan melalui fusi lima partai pada 10 Januari 1973, ” Pungkasnya.
Usai mengulas balik sejarah PDI-P acara dilanjutkan dengan meniup lilin bersama para tokoh senior PDI-P dan pemotongan tumpeng dibagikan kepada para senior Partai.
Tokoh Perjuangan PDIP di era reformasi yang hadir diantaranya Gotas, Rita, Bili, Suhendi, Bambang dan tokoh senior PDI-P yang lainnya.
Demikian daftar Ketua umum PDI sejak tahun 1973:
1. Mohammad Isnaeni (1973 – 1976)
2. Sanusi Hardjadinata (1976 – 1981)
3. Sunawar Sukowati (1981 – 1986)
4. Soerjadi (1986 – 1993)
5.Megawati Soekarnoputri (1993 – yang kemudian di deklarasikan menjadi PDI Perjuangan pada tahun 1999.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar