Cuaca Tak Menentu, Dinkes Kaur Imbau Warga Waspadai DBD
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KAUR, Jarrakpos.com – Cuaca tak menentu yang melanda Kabupaten Kaur dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama saat peralihan musim.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kaur, Yosep Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, genangan air yang muncul akibat hujan dengan intensitas tidak menentu dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, yakni nyamuk pembawa virus dengue yang menyebabkan penyakit DBD.
“Perubahan cuaca yang tidak menentu perlu menjadi perhatian kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” ujar Yosep Pratama.
Ia menegaskan, upaya pencegahan DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan melakukan langkah tambahan, seperti menggunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk pemakaian, membersihkan lingkungan sekitar rumah, serta memastikan wadah-wadah yang dapat menampung air tidak dibiarkan terbuka.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Kami berharap masyarakat dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Jangan menunggu sampai ada kasus DBD baru melakukan tindakan,” tegasnya.
Yosep juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.
Gejala tersebut di antaranya demam tinggi yang muncul secara mendadak, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang tepat.
“Apabila mengalami demam tinggi secara mendadak atau muncul gejala yang dicurigai sebagai DBD, masyarakat sebaiknya segera mendatangi Puskesmas terdekat. Jangan menunda pemeriksaan, karena penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius,” imbaunya.
Di sisi lain, Dinkes Kaur memastikan kesiapsiagaan petugas kesehatan di seluruh Puskesmas tetap diperhatikan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus DBD akibat perubahan kondisi cuaca.
Kesiapan tersebut mencakup pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, pelayanan bagi warga yang mengalami gejala DBD, serta kesiapan logistik kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dinkes Kaur berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan menjalankan langkah pencegahan secara konsisten.
Melalui kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, risiko penyebaran DBD di Kabupaten Kaur diharapkan dapat ditekan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penulis: Dahlan
- Penulis: Sepriyanita





Saat ini belum ada komentar