Camat Amramsius Ingin Hadirkan SABOAK di Alak, Festival Budaya Penkase Oeleta Jadi Pemantik
- account_circle Mario
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Camat Alak, Amramsius Yolah, mendorong lahirnya ruang ekonomi kreatif serupa SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) di wilayahnya, setelah melihat langsung geliat Festival Budaya Penkase Oeleta yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata.
Dari hasil peninjauan di lokasi kegiatan, ia melihat antusiasme warga yang tinggi serta ramainya aktivitas UMKM yang bahkan melampaui ekspektasi.
Interaksi antara pelaku usaha dan pengunjung dinilai menjadi kunci utama perputaran ekonomi yang terjadi selama festival budaya berlangsung.
“Yang saya lihat ini luar biasa, melampaui ekspektasi. UMKM ramai, masyarakat antusias, dan terjadi interaksi yang menggerakkan ekonomi. Model seperti ini yang harus kita perbanyak di Kecamatan Alak,” ujar Amramsius, (1/5/2026).
Ia menilai, konsep menghadirkan titik kumpul masyarakat seperti yang diterapkan di Taman Nostalgia Kupang melalui program SABOAK sangat relevan untuk dikembangkan di Kecamatan Alak.
Kehadiran ruang semacam itu diyakini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
“Kalau kita bisa menghadirkan ruang seperti SABOAK di Alak, itu akan sangat membantu UMKM. Masyarakat punya tempat berkumpul, pelaku usaha punya ruang jualan, dan ekonomi bisa terus bergerak,” tambahnya.
Ia juga menyoroti besarnya potensi UMKM lokal yang perlu ditopang dengan kebijakan lanjutan, seperti pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan.
Dengan intervensi yang tepat, pelaku usaha kecil di Alak diharapkan mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Festival Budaya Penkase Oeleta sendiri menjadi contoh awal bagaimana kegiatan berbasis komunitas mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian.
Kegiatan yang berlangsung 29 April hingga 1 Mei 2026 ini menghadirkan karnaval budaya, pameran UMKM, serta berbagai lomba seni dan kebersihan lingkungan, dengan melibatkan masyarakat lintas RT, RW, dan satuan pendidikan.
Puluhan stan UMKM yang hadir menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner lokal hingga kerajinan dan tenun, yang turut mendongkrak pendapatan warga selama kegiatan berlangsung.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Alak berharap model kegiatan seperti ini dapat diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan, bahkan dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif baru berbasis masyarakat, sebagaimana konsep SABOAK yang telah lebih dulu berjalan di Kota Kupang.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar