Dari Petani hingga Nelayan, Usman Husin Buktikan Perjuangan dengan Kerja Nyata untuk Rote
- account_circle Mario
- calendar_month 31 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perjuangan seorang wakil rakyat tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata. Lebih dari itu, perjuangan harus terlihat dari hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Prinsip inilah yang kembali ditunjukkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, melalui berbagai dukungan yang diperjuangkannya bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bukan cuma Rote, sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, wilayah perjuangannya mencakup 12 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.
Di luar sektor pertanian dan perikanan, Usman juga memberikan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui perjuangan menghadirkan program beasiswa penuh bagi anak-anak NTT dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dari lahan pertanian hingga laut dan pendidikan, perhatian Usman Husin terus menyentuh dua sektor penting yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat Rote Ndao. Pada akhir Oktober 2026, ia menghadirkan dukungan bagi petani melalui bantuan benih jagung hibrida serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Memasuki awal November, giliran masyarakat pesisir yang menerima bantuan sarana dan prasarana perikanan.
Rangkaian tersebut bukan sekadar kegiatan penyerahan bantuan, melainkan bagian dari perjuangan menghadirkan dukungan nyata bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari tanah dan laut.
Terbaru, Senin (2/11/2026), sebanyak 77 kelompok nelayan dari Desa Papela, Desa Oelaba, Kelurahan Metina, dan Kelurahan Namodale menerima bantuan sarana perikanan melalui aspirasi Usman Husin.
Bantuan yang diserahkan langsung di Kelurahan Metina itu terdiri atas 15 unit mesin perahu, yakni 10 mesin diesel dan lima mesin Johnson, 60 unit coolbox, serta dua unit freezer ikan.
Dukungan tersebut diharapkan membantu nelayan meningkatkan kemampuan melaut, menjaga kualitas hasil tangkapan, sekaligus memperkuat usaha perikanan dan ekonomi keluarga.
Sebelum bantuan untuk nelayan disalurkan, Usman terlebih dahulu menghadirkan dukungan besar bagi sektor pertanian Rote Ndao.
Pada Selasa, 20 Oktober 2026, sebanyak 45 kelompok tani yang tersebar di 38 desa menerima 45 unit alsintan. Bantuan tersebut terdiri atas 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, dan lima unit rice transplanter atau alat penanam padi.
Bantuan ini diharapkan membantu petani mengolah lahan, memenuhi kebutuhan pengairan, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian.
Perjuangan tersebut berlanjut sehari kemudian, Rabu, 21 Oktober 2026. Sebanyak 92 kelompok tani di Kecamatan Rote Barat Daya menerima 15 ton benih jagung hibrida.
Rote Barat Daya menjadi kecamatan dengan jumlah kelompok penerima bantuan benih jagung terbanyak. Dukungan tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi petani dalam menyambut musim hujan dan mempersiapkan kegiatan tanam.
Tidak hanya menyasar kelompok tani, pada kesempatan yang sama lima kelompok wanita tani (KWT) di Kecamatan Rote Barat Daya juga menerima Surat Keputusan (SK) Pekarangan Pangan Bergizi.
Kelima kelompok tersebut berasal dari Desa Oebafok, Desa Ne’oain, Desa Oehandi, Desa Lalukoen, dan Desa Oebou.
Melalui rangkaian dukungan itu, perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi di lahan, tetapi juga penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan.
Dengan demikian, dalam rentang waktu 20–21 Oktober hingga 2 November 2026, perjuangan melalui aspirasi Usman telah menyentuh kelompok tani, kelompok wanita tani, hingga kelompok nelayan di Rote Ndao.
Dalam penyerahan bantuan kepada 77 kelompok nelayan, Usman menegaskan bahwa dirinya ingin memastikan setiap bantuan yang diperjuangkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia tidak ingin bantuan hanya berhenti pada proses administrasi atau seremoni, tetapi harus sampai kepada kelompok penerima dan memberikan manfaat sesuai peruntukannya.
“Saya mau turun langsung agar bantuan ini tepat sasaran. Saya akan terus mengawal agar bantuan benar-benar sampai di tangan bapak dan mama semua,” tegas Usman.
Ia mengingatkan agar seluruh fasilitas yang diterima tidak diperjualbelikan dan harus dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok.
“Bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan, harus dimanfaatkan bersama dalam kelompok,” tegasnya.
Usman juga meminta para nelayan mengurus Kartu Pelaku Usaha dan Pelaku Pendukung Sektor Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Menurutnya, kartu tersebut penting untuk mendukung pendataan pelaku usaha perikanan sekaligus mempermudah akses terhadap program bantuan pemerintah.
“Saya juga minta nelayan mengurus Kartu KUSUKA agar saat penyaluran bantuan tidak ada kendala. Saya minta penyuluh mendampingi bapak dan mama semua,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh bantuan melalui aspirasi yang disalurkan kepada kelompok nelayan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun.
Perhatian Usman terhadap masyarakat pesisir Rote Ndao juga memiliki latar belakang tersendiri. Rote merupakan kampung halamannya. Bahkan, sejak masa kanak-kanak hingga remaja, ia hidup di tengah lingkungan masyarakat nelayan.
Pengalaman tersebut membuat Usman memahami secara langsung bagaimana perjuangan masyarakat pesisir dalam mencari nafkah di laut.
“Saya juga kampung halaman saya di sini. Masa kanak-kanak sampai remaja saya adalah nelayan. Jadi, saya tahu persis bagaimana kehidupan bapak dan mama nelayan,” ungkapnya.
Pengalaman hidup itu menjadi bagian dari kedekatannya dengan masyarakat pesisir. Ia memahami bahwa bagi nelayan, mesin perahu bukan sekadar alat, tetapi sarana penting untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga.
Demikian pula coolbox dan freezer yang dapat membantu mempertahankan kualitas ikan sehingga hasil tangkapan memiliki peluang lebih baik ketika dipasarkan.
Karena itu, bantuan tersebut diharapkan bukan hanya mempermudah pekerjaan nelayan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Bagi masyarakat penerima, bantuan yang diperjuangkan tersebut memiliki arti tersendiri. Salah satunya dirasakan Benyamin Faharudin, nelayan asal Kelurahan Metina.
Benyamin mengaku sangat bersyukur karena setelah puluhan tahun menjalani profesi sebagai nelayan, baru kali ini dirinya memperoleh bantuan mesin perahu.
Dengan penuh rasa haru, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Usman Husin.
“Jujur, dengan adanya Pak Usman Husin di DPR RI, khususnya saya, baru pertama kali mendapatkan mesin ini. Saya sangat bersyukur mendapat fasilitas ini. Selama saya bekerja sebagai nelayan, belum pernah mendapatkan bantuan seperti ini. Ini benar-benar baru pertama kali,” ungkap Benyamin.
Pengakuan tersebut menjadi gambaran bahwa dukungan sarana produksi sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini berjuang mencari penghidupan dari laut.
Bagi Benyamin, mesin perahu yang diterimanya bukan hanya bantuan berupa barang, tetapi tambahan kekuatan untuk melanjutkan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bagi Usman, keberhasilan perjuangan tidak semata-mata diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.
Dari 45 kelompok tani penerima alsintan, 92 kelompok tani penerima 15 ton benih jagung hibrida, lima kelompok wanita tani penerima SK Pekarangan Pangan Bergizi, hingga 77 kelompok nelayan penerima bantuan sarana perikanan, semuanya menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan masyarakat Rote Ndao.
Akhir Oktober menjadi momentum penguatan sektor pertanian, sementara awal November membawa perhatian kembali kepada masyarakat nelayan.
Dari ladang hingga laut, perjuangan itu diharapkan terus berbuah hasil: petani semakin produktif, nelayan semakin berdaya, dan keluarga-keluarga di Rote Ndao semakin sejahtera.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar