Petani di Rote Ndao Serukan Usman Husin Harga Mati
- account_circle Mario
- calendar_month 55 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Ungkapan “Usman Husin harga mati” keluar dari mulut seorang petani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kalimat itu bukan sekadar seruan dukungan, tetapi juga menjadi ungkapan rasa terima kasih seorang petani setelah kelompoknya menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diperjuangkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin pada Selasa, 22 Oktober 2026 bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Desa Holoama, Kecamatan Lobalain.
Bagi Mexi Funu, Ketua Kelompok Tani Suka Damai, Desa Oelunggu, Kecamatan Lobalain, bantuan satu unit hand tractor atau traktor roda dua yang diterima kelompoknya menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Di tengah kebutuhan petani akan sarana produksi yang memadai, bantuan tersebut menghadirkan harapan baru untuk mengolah lahan dengan lebih mudah.
Dengan penuh rasa syukur, Mexi menyampaikan terima kasih kepada Usman Husin yang dinilainya telah memberikan perhatian kepada para petani di Rote Ndao.
“Kami berterima kasih banyak. Hari ini kelompok kami mendapatkan bantuan satu unit hand tractor. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Usman Husin atas perhatian kepada kami para petani,” ujar Mexi.
Baginya, bantuan tersebut bukan hanya soal sebuah mesin pertanian. Ada harapan agar pekerjaan di lahan menjadi lebih ringan, waktu pengolahan tanah lebih efisien, dan para anggota kelompok tani bisa mengembangkan usaha pertanian mereka dengan lebih baik.
Karena itu, Mexi berharap dukungan serupa dapat berlanjut pada masa mendatang. Ia menyebut mesin panen padi sebagai salah satu kebutuhan yang masih diharapkan petani.
“Harapan saya, ke depan Bapak Usman bisa membantu kami lagi, seperti mesin panen padi. Kami sebagai petani sangat membutuhkan bantuan seperti ini,” katanya.
Namun, di antara rasa syukur dan harapan tersebut, Mexi menyampaikan satu kalimat yang paling menyita perhatian.
“Kami pasti akan mendukung Bapak Usman ke depan, Bapak Usman Husin harga mati. Yang pasti, kelompok tani yang sudah mendapat bantuan ini sangat berterima kasih,” tegasnya.
Ungkapan itu menjadi gambaran bagaimana bantuan yang dirasakan langsung di lapangan dapat membangun kedekatan antara petani dan wakil rakyat yang memperjuangkan kebutuhan mereka.
Di tengah apresiasi petani, Usman Husin mengingatkan bahwa setiap bantuan yang diperjuangkannya melalui aspirasi sebagai anggota DPR RI harus benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Ia menegaskan, alat dan mesin pertanian yang diberikan kepada kelompok tani tidak boleh diperjualbelikan ataupun hanya dikuasai oleh ketua kelompok.
“Bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan. Harus digunakan bersama oleh anggota kelompok tani, tidak boleh hanya ketua kelompok saja yang menggunakan. Semua anggota harus bisa merasakan manfaatnya,” tegas Usman.
Ia juga memastikan bahwa bantuan tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun.
“Bantuan-bantuan ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun,” tandasnya.
Menurut Usman, bantuan pertanian merupakan fasilitas yang harus memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok. Karena itu, para penerima memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan menggunakannya secara bersama-sama.
Ia juga turun langsung dalam penyerahan bantuan agar bantuan diterima oleh kelompok yang tepat dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan petani.
Bagi Usman, keberhasilan program bantuan tidak cukup diukur dari banyaknya alat yang diserahkan. Hal yang lebih penting adalah apakah alat tersebut benar-benar digunakan untuk membantu petani mengolah lahan, meningkatkan produksi, dan memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
Perhatian Usman terhadap sektor pertanian Rote Ndao juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh.
Ia menyampaikan terima kasih atas perjuangan Usman yang dinilai terus menghadirkan dukungan bagi petani di daerah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Anggota Dewan, Bapak Usman Husin, yang sudah sampai di pusat, tetapi tidak melupakan Rote Ndao,” ujar Nixon.
Menurutnya, tanggung jawab Usman sebagai anggota DPR RI mencakup sejumlah kabupaten di daerah pemilihannya. Namun, perhatian terhadap kebutuhan pertanian di Rote Ndao tetap berlanjut melalui berbagai bantuan yang disalurkan.
Nixon juga menilai kebiasaan Usman turun langsung ke lapangan menjadi hal penting untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita berterima kasih, Bapak Usman sering ke lapangan untuk memantau perkembangan dan dinamika pertanian di Rote Ndao. Beliau melihat apa yang menjadi kebutuhan kita dan terus mendatangkan bantuan pertanian bagi masyarakat Rote Ndao,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan, memperkuat produksi pertanian, dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Rote Ndao.
Nixon juga mengajak masyarakat mendoakan agar Usman tetap sehat dan terus berjuang bagi pembangunan pertanian.
Apresiasi terhadap dukungan bagi petani turut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Fraksi PKB, Melkianus Frans Haning.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan di Kompleks Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Desa Holoama, Kecamatan Lobalain, Selasa, 20 Oktober 2026, Melkianus mengatakan Rote Ndao patut berbangga karena terus mendapat perhatian melalui perjuangan aspirasi Usman Husin.
Ia menyebut, pada tahun sebelumnya, bantuan alsintan dan benih yang diperjuangkan untuk Rote Ndao diperkirakan mencapai sekitar Rp135 miliar.
Dukungan tersebut, menurut Melkianus, berlanjut pada 2026 melalui bantuan benih padi, benih jagung, serta alat dan mesin pertanian bagi kelompok tani.
Ia berharap berbagai dukungan itu dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan petani, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga untuk mendorong kemajuan pertanian di daerah terselatan Indonesia tersebut.
Pada kegiatan penyerahan bantuan tersebut, sebanyak 45 unit alat pertanian disalurkan kepada 45 kelompok tani yang tersebar di 38 desa di Kabupaten Rote Ndao.
Bantuan itu terdiri atas 30 unit hand tractor atau traktor roda dua, 10 unit pompa air, dan lima unit rice transplanter atau alat penanam padi.
Traktor roda dua diharapkan membantu petani mengolah lahan dengan lebih efektif. Pompa air dapat menunjang kebutuhan pengairan, sedangkan rice transplanter diharapkan mempermudah proses penanaman padi.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kompleks BPP Desa Holoama, Kecamatan Lobalain. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh; Anggota DPRD Rote Ndao Fraksi PKB, Melkianus Frans Haning; tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Bupati Rote Ndao, Bernad Pele; serta para ketua dan anggota kelompok tani penerima bantuan.
Bagi para petani, bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha pertanian dengan dukungan peralatan yang lebih memadai.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar