PP INI dan DKP Umumkan Hasil UKEN Oktober 2026: Tingkat Kelulusan Capai Hampir 100 Persen
- account_circle Ghana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SEMARANG, Jarrakpos.com — Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI) bersama Dewan Kehormatan Pusat (DKP) resmi mengumumkan hasil Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) periode Oktober 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di sela pelaksanaan Kongres XXIV INI yang berlangsung di Padma Hotel, Semarang, Rabu (21/10/2026).
Konferensi pers dibuka oleh Sekretaris Umum PP INI, Amriyati Amin, yang turut memperkenalkan jajaran pengurus yang hadir, di antaranya Ketua Umum PP INI Irfan Ardiansyah, Bendahara Umum Erny Kencanawati, Kabid Humas Yade Erianzah Waldo, serta jajaran DKP yang meliputi Ketua DKP Risbert Sulini, Sekretaris DKP Ismiati, Kabid Pembinaan Anggota Nurhayati, dan Ketua Pelaksana UKEN Gamal Abdul Nasir.
Ujian yang sebelumnya diselenggarakan di Solo pada 10–11 Oktober 2026 ini mencatatkan peningkatan kualitas dan kompetensi peserta yang signifikan. Dari total 638 peserta yang terdaftar, sebanyak 631 orang dinyatakan lulus, 3 orang tidak lulus, dan 4 orang tidak hadir.

Ketua Umum PP INI, Irfan Ardiansyah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DKP dan seluruh tim PP INI atas dedikasi mereka dalam memeriksa hasil ujian secara teliti. Ia mengonfirmasi bahwa pengumuman telah resmi dibuka sejak pukul 14.00 WIB dengan tingkat kelulusan yang hampir mencapai 100 persen.
“Ini kabar yang sangat membahagiakan. Kemampuan peserta UKEN kali ini meningkat pesat, baik dalam penyampaian, penelaahan soal, maupun penyelesaian masalah. Kualitas mereka jauh lebih baik dan kompeten,” ujar Irfan.
Selain menyampaikan ucapan selamat, Irfan juga mengingatkan para calon notaris agar segera mempersiapkan berkas menjelang pengumuman pengangkatan resmi dari Kementerian Hukum. Ia menekankan pentingnya ketelitian peserta dalam mengunggah berbagai persyaratan sesuai dengan instruksi Direktur TI.
Sementara itu, Ketua DKP PP INI, Risbert Sulini, berharap pemahaman kode etik yang telah dikuasai para peserta dapat diimplementasikan dengan baik saat mereka resmi mengemban jabatannya sebagai notaris di tengah masyarakat.
Risbert mengungkapkan bahwa pada mulanya banyak peserta yang belum memenuhi passing grade awal sebesar 60,0. Namun, berkat adanya kebijakan ujian perbaikan serta penyesuaian nilai demi kepentingan pembinaan, angka ketidaklulusan berhasil ditekan seminimal mungkin.
“Meski begitu, tetap ada tiga peserta yang dinyatakan tidak lulus karena nilainya masih berada di bawah standar kompetensi,” tambah Risbert.
Menyambung hal tersebut, Sekretaris DKP Ismiati mengingatkan bahwa ujian kode etik yang sesungguhnya baru akan dimulai saat para anggota terjun langsung menjalankan jabatannya. Kepatuhan mutlak terhadap Undang-Undang Jabatan Notaris serta Kode Etik menjadi kunci utama dalam menjaga dan mempertahankan kepercayaan publik.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kabid Pembinaan Anggota Nurhayati menegaskan bahwa PP INI akan terus mendampingi dan memberikan pembinaan bagi Anggota Luar Biasa (ALB) yang belum berhasil lulus. Informasi detail terkait persyaratan pengangkatan notaris selanjutnya akan disebarluaskan secara menyeluruh melalui grup koordinasi ALB. PP INI berkomitmen untuk terus memfasilitasi pembekalan berkala guna melahirkan generasi notaris yang berintegritas tinggi. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar