Makam Syekh Subakir di Gunung Tidar adalah Mubaligh Pulau Jawa
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG, JARRAKPOS.COM – Ada nama tokoh terkenal yang berkaitan dengan penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa, khususnya Jawa bagian tengah. Namanya Syekh Subakir.
Syekh Subakir menurut cerita populer yang beredar disebut sebagai mubaligh penumbal Pulau Jawa. Konon, pulau ini terkenal angker dan banyak dihuni oleh makhluk halus jahat. Maka dari itu, proses penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa cukup terhambat.
Sehingga untuk mengatasinya, Syekh Subakir akhirnya menancapkan semacam paku di sebuah tempat di puncak Gunung Tidar, Kota Magelang. Tujuannya, agar energi atau makhluk negatif yang mengganggu bisa terserap hilang. Minggu,(11/10/2026)
Dan sebelum proses penumbalan terjadi, menurut legenda, Syekh Subakir juga terlebih dulu bertarung dengan Sabdo Palon, raja makhluk ghaib. Lokasi pertarungannya konon berada di Gunung Tidar. Dan di akhir pertarungan, memunculkan sebuah perjanjian tak tertulis yang disepakati keduanya.
Sebagai bukti penguat, sekarang di Gunung Tidar ada beberapa petilasan yang terkait dengan Syekh Subakir, seperti Paku penumbal Tanah Jawa, ataupun senjata yang digunakan untuk bertarung dengan Sabdo Palon.
Namun di balik itu semua, mungkin banyak yang belum tau jika ternyata Syekh Subakir ini juga merupakan bagian dari anggota Dewan Walisongo. Benarkah?
Selama ini, masyarakat umumnya mengetahui jika Walisongo itu jumlahnya hanya sembilan, yakni Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan Sunan Gunung Jati.
Padahal, merujuk pada Buku Walisongo karya Rahmat Abdullah, serta Buku Misteri Syekh Siti Jenar karya Prof. Hasanu Simon, ‘Ulama yang pernah menjadi bagian dari Walisongo itu totalnya ada lebih dari sembilan.
Dan Walisongo itu juga terbagi dalam enam angkatan. Tapi memang setiap angkatan itu, jumlahnya ada sembilan orang wali yang dipercaya untuk menyebarkan Agama Islam.
Adapun Syekh Subakir, dalam rujukan catatan di atas masuk ke dalam angkatan pertama hingga angkatan ketiga. Yang rentang tahunnya antara 1404-1463 masehi.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar