Usman Husin Akan Salurkan 30 Ton Benih Jagung dan Puluhan Alsintan di Kabupaten Kupang, Pastikan Gratis dan Tepat Sasaran
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kabar baik bagi petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbagai bantuan pertanian melalui aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Usman Husin, disiapkan untuk mendukung produktivitas petani, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), benih jagung, hingga pembangunan infrastruktur pendukung pertanian.
Bantuan tersebut mencakup traktor, pompa air, handsprayer, mesin perontok hasil panen, serta 30 ton benih jagung untuk pengembangan lahan seluas 2.000 hektare. Selain itu, terdapat bantuan infrastruktur berupa jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, embung, dan jalan usaha tani.
Usman Husin menegaskan akan turun langsung untuk menyerahkan bantuan kepada kelompok tani penerima. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar sampai kepada petani yang berhak dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Saya ingin bantuan ini benar-benar sampai kepada petani yang berhak menerima. Karena itu, saya akan turun langsung untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran. Semua bantuan melalui aspirasi saya ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” tegas Usman Husin, (10/10/2026).
30 Ton Benih Jagung untuk 2.000 Hektare
Bantuan yang disiapkan untuk Kabupaten Kupang mencakup sejumlah sarana produksi yang dibutuhkan petani dalam mengembangkan usaha pertanian.
Berikut rincian bantuan yang dialokasikan:
– 1 unit traktor roda dua
– 12 unit pompa air
– 25 unit handsprayer
– 4 unit power thresher atau mesin perontok hasil panen
– 30 ton benih jagung untuk lahan seluas 2.000 hektare
– 6 paket jaringan irigasi tersier
– 5 paket irigasi perpompaan
– 2 paket pembangunan embung
– 1 paket jalan usaha tani
Bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan alat pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan infrastruktur yang mendukung kegiatan produksi petani.
Ketersediaan alsintan diharapkan membantu mempercepat pekerjaan di lahan dan meningkatkan efisiensi usaha tani. Sementara itu, benih jagung ditujukan untuk mendukung pengembangan areal tanam.
Di sisi lain, pembangunan jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, dan embung diharapkan membantu penyediaan air bagi kegiatan pertanian sesuai kondisi wilayah. Adapun jalan usaha tani diperlukan untuk mendukung akses petani menuju lahan dan mempermudah mobilitas sarana produksi maupun hasil panen.
Bantuan Tidak Boleh Membebani Petani
Usman Husin menegaskan bahwa seluruh bantuan melalui aspirasinya diperuntukkan bagi petani penerima sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak boleh menjadi beban biaya tambahan bagi masyarakat.
“Petani tidak boleh dibebani pungutan untuk mendapatkan bantuan ini. Saya tegaskan, semuanya gratis. Yang penting, bantuan diterima oleh kelompok tani yang berhak dan digunakan sesuai kebutuhan pertanian,” ujarnya.
Penegasan tersebut menjadi perhatian penting dalam proses penyaluran. Bantuan yang dialokasikan untuk petani diharapkan dapat diterima secara transparan, dengan administrasi yang jelas dan sesuai ketentuan.
Kelompok tani penerima juga diharapkan memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab. Alsintan perlu dikelola agar dapat digunakan untuk kepentingan kelompok, sementara bantuan benih dan infrastruktur harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Dengan demikian, manfaat bantuan tidak hanya dirasakan oleh penerima secara individual, tetapi juga dapat mendukung kegiatan pertanian masyarakat di wilayah sekitarnya.
Tidak Hanya Alat, tetapi Juga Infrastruktur Pertanian
Salah satu hal yang menonjol dari alokasi bantuan tersebut adalah adanya dukungan terhadap infrastruktur pertanian.
Bagi petani, persoalan produksi tidak selalu berhenti pada ketersediaan alat dan benih. Akses air, kondisi jalan menuju lahan, serta jaringan distribusi air juga berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan pertanian.
Karena itu, bantuan berupa enam paket jaringan irigasi tersier, lima paket irigasi perpompaan, dua paket embung, dan satu paket jalan usaha tani diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar pertanian di lokasi penerima.
Pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan lokasi, kondisi teknis, serta kebutuhan kelompok tani agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal.
Usman Husin berharap bantuan sarana produksi dan infrastruktur tersebut dapat membantu petani mengembangkan usaha tani secara lebih baik.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian harus memperhatikan kebutuhan petani secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan benih dan air, hingga akses untuk mengangkut hasil produksi.
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Rencana penyerahan langsung oleh Usman Husin menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan sampai kepada kelompok tani penerima yang telah ditetapkan.
Proses penyaluran perlu disertai pemeriksaan administrasi dan dokumentasi penerimaan agar dapat dipertanggungjawabkan. Kelompok tani juga diharapkan mengikuti mekanisme resmi yang ditetapkan oleh instansi terkait.
Bagi petani Kabupaten Kupang, bantuan ini diharapkan menjadi dukungan untuk mengembangkan kegiatan pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, serta memperkuat infrastruktur penunjang produksi.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bantuan yang dialokasikan. Ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, dan pemanfaatan secara berkelanjutan juga menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT II, Usman Husin menegaskan bahwa bantuan tersebut harus sampai kepada pihak yang berhak.
“Harapan saya, bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan petani. Jangan sampai ada pungutan. Semua gratis bagi penerima, dan yang paling penting bantuan ini tepat sasaran,” tutupnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar