Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang Berdayakan Warga Desa Mata Air melalui Olahan Kelor dan Kunyit

Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang Berdayakan Warga Desa Mata Air melalui Olahan Kelor dan Kunyit

  • account_circle Mario
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Tanaman kelor dan kunyit yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat Desa Mata Air, Kelurahan Kelapa Tinggi, Kabupaten Kupang, tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Kedua tanaman tersebut juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk pangan dan minuman kesehatan yang memiliki nilai tambah.

Potensi itu menjadi perhatian Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Mata Air. Masyarakat diberikan pelatihan diversifikasi pengolahan bahan pangan lokal, khususnya pembuatan instan kunyit asam serta minuman kesehatan berbahan dasar kelor yang dipadukan dengan buah-buahan lokal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Yuliani Ni Nyoman, Blegur Fatmawati dan Elisma dari Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai manfaat bahan pangan lokal, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan, mulai dari persiapan bahan, pembuatan produk hingga pengemasan.

Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses pemberdayaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni observasi dan persiapan, sosialisasi, pelatihan praktik serta monitoring dan evaluasi.

Pada tahap sosialisasi, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang, kesehatan serta pemanfaatan tanaman lokal seperti kelor dan kunyit.

Kelor menjadi salah satu bahan utama yang diperkenalkan dalam pelatihan karena tanaman tersebut memiliki kandungan nutrisi seperti protein, kalsium, zat besi, beta-karoten dan vitamin C.

Namun, aroma khas daun kelor terkadang menjadi salah satu alasan masyarakat kurang tertarik mengonsumsinya. Karena itu, tim memperkenalkan inovasi dengan memadukan kelor bersama buah-buahan lokal seperti mangga, pepaya dan pisang.

Perpaduan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan cita rasa, tetapi juga membuat produk berbasis kelor lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Mangga memberikan aroma dan rasa yang lebih kuat, pepaya menambah cita rasa sekaligus kandungan nutrisi, sedangkan pisang memberikan tekstur yang lebih kental pada minuman.

Dalam pelatihan tersebut, masyarakat kemudian mempraktikkan pembuatan minuman berbasis kelor dan buah yang dapat dikembangkan sebagai produk minuman kesehatan.

Selain kelor, kunyit juga menjadi bahan yang diolah menjadi instan kunyit asam. Pengolahan ini diperkenalkan sebagai salah satu cara meningkatkan daya simpan dan nilai tambah kunyit yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai bumbu dapur atau dibuat menjadi jamu secara langsung.

Melalui teknik kristalisasi, kunyit asam diolah menjadi bentuk serbuk sehingga lebih praktis disimpan, dikonsumsi dan berpotensi dipasarkan.

Tim juga memperkenalkan pentingnya proses pengolahan yang higienis agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta hingga 85 persen terkait teknik pengolahan pangan yang higienis dan diversifikasi produk.

Perubahan tidak hanya terlihat dari sisi pengetahuan. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan bubuk instan kunyit asam serta minuman berbahan kelor dan buah secara mandiri.

Kegiatan ini sekaligus membuka perspektif baru bagi masyarakat mengenai potensi ekonomi dari bahan pangan yang tersedia di lingkungan mereka.

Kelompok PKK Kelurahan Kelapa Tinggi menyatakan komitmennya untuk mengembangkan produksi instan kunyit asam secara bersama-sama. Produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan melalui kegiatan pameran maupun dititipkan pada toko oleh-oleh di Kabupaten Kupang.

Dengan pengolahan tersebut, bahan pangan lokal yang sebelumnya hanya dikonsumsi dalam bentuk segar dapat memiliki nilai tambah dan berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha rumah tangga.

Tim Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang juga mendorong agar pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pendampingan lanjutan dinilai penting, terutama dalam standardisasi produk, pengurusan izin edar P-IRT, sertifikasi halal, pengemasan dan pemasaran digital.

Dukungan peralatan produksi seperti hand sealer dan blender berkapasitas lebih besar juga diperlukan untuk membantu kelompok masyarakat meningkatkan produksi secara bertahap.

Melalui kegiatan tersebut, Desa Mata Air diharapkan dapat terus mengembangkan potensi tanaman lokal sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan pangan dan kesehatan.

Pada saat yang sama, pemanfaatan kelor, kunyit dan buah-buahan lokal diharapkan dapat berkembang dari sekadar kebutuhan rumah tangga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Baru, Demi Menguntit Dana Desa Oknom Camat di Sumenep Jadi Makelar Jasa Wibsite

    Modus Baru, Demi Menguntit Dana Desa Oknom Camat di Sumenep Jadi Makelar Jasa Wibsite

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 351
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Oknom camat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Mewajibkan setiap kepala desa harus membayar belasan juta rupiah dengan alasan untuk pembuatan website desa. Pasalnya, oknom camat tersebut terkesan memaksa bahkan mengancam, jika pembayaran itu tidak dipenuhi oleh kepala desa akan mempersulit ketika ada kepentingan yang melibatkan dengan dengan camat. “Saya tidak mau ribet, […]

  • Ucapan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 2026 M dari Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin

    Ucapan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 2026 M dari Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 202
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Dalam semangat Hari Raya Idul Adha yang penuh keikhlasan dan pengorbanan, Kepala Balai Perhutanan Sosial (Perhutsos) Kupang, Erwin, menyampaikan ucapan hangat kepada seluruh masyarakat. Keluarga Besar Balai Perhutanan Sosial Kupang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Semoga semangat berkurban tidak hanya memperkuat iman dan ketakwaan kepada […]

  • Akibat Kelalaian sebuah Rumah Milik Warga Hangus Terbakar.

    Akibat Kelalaian sebuah Rumah Milik Warga Hangus Terbakar.

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 235
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPIS.COM – Telah terjadi kebakaean sebuah rumah milik warga bernama Ossy Yolanda 28 yang beralamat di Desa Purwawinangun,Blok plasa ,RT 004/RW 067, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Selasa 3/2/26 Menurut keterangan beberapa warga di tempat kejadian, situasi pada saat terjadi kebakaran sedang turun hujan, namun api masih bisa membakar rumah di dalam ruangan. Melihat api […]

  • Indonesia vs Bangladesh: Mantan Ketua DPRD Tanjung balai Optimis Indonesia Menang 4-0

    Indonesia vs Bangladesh: Mantan Ketua DPRD Tanjung balai Optimis Indonesia Menang 4-0

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Medan – Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia, perjuangan skuad Garuda pada laga terakhir Grup A bakal lebih berat. Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10) […]

  • Mengatasi Kesulitan Warga Di Kota Cirebon, TNI AD Melalui Kodim 0614/Kota Cirebon Renovasi Jembatan Gantung Kriyan

    Mengatasi Kesulitan Warga Di Kota Cirebon, TNI AD Melalui Kodim 0614/Kota Cirebon Renovasi Jembatan Gantung Kriyan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 250
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Darat dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya kembali ditunjukkan melalui renovasi Jembatan Gantung Kriyan yang dilaksanakan oleh Kodim 0614/Kota Cirebon. Rabu 21/1/26   Jembatan yang selama ini terbengkalai dan tidak dapat dilalui warga tersebut kini tengah diperbaiki guna menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.   Dandim […]

  • BP Batam Perkuat Sinergi Pengembangan KEK Tanjung Sauh melalui Dua Nota Kesepahaman

    BP Batam Perkuat Sinergi Pengembangan KEK Tanjung Sauh melalui Dua Nota Kesepahaman

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 95
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com | Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi investasi dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh melalui penandatanganan dua nota kesepahaman, Kamis (23/7/2026), di Marketing Center BP Batam. Nota kesepahaman pertama ditandatangani antara BP Batam dan PT. Nusatama Properta Panbil tentang Dukungan Investasi dan Percepatan Perizinan di KEK Tanjung […]

expand_less