Sekda Maulan Heru: Ajak Masyarakat Jangan Lewatkan Satu Pun Detak Jantung
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekda Pacitan, Dr. Ir. H. Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, Msi.
Pacitan,JarrakPos.com-Setiap detik memiliki arti ketika berhadapan dengan kondisi kegawatdaruratan. Kecepatan dan ketepatan pertolongan dapat menjadi pembeda antara kehidupan dan kehilangan. Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) 2026 di Kabupaten Pacitan, Selasa (6/10/2026).
Mengusung tema “Don’t Miss a Beat”, peringatan tersebut diisi dengan kegiatan External House Training tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas nonmedis dalam menghadapi situasi darurat yang mengancam jiwa.
Sekda Pacitan Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, hadir mewakili Bupati Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, menyampaikan apresiasi kepada RSUD dr. Darsono, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan BHD memiliki arti penting, terutama untuk membekali petugas nonmedis agar mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur sebelum korban mendapatkan penanganan tenaga medis.
“Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan petugas nonmedis agar mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada korban dalam kondisi darurat yang mengancam jiwa, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar,” ujar Sekda Maulana Heru.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. Lebih dari itu, keterampilan BHD diharapkan menjadi bekal yang dapat diterapkan secara berkesinambungan, baik di lingkungan kerja maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengenali kondisi korban, melakukan penilaian awal, meminta bantuan, serta memberikan pertolongan bantuan hidup dasar dengan cepat dan tepat.
Bagi Sekda, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Sebab, dalam situasi kritis, waktu tidak pernah menunggu.
Karena itu, Maulana Heru mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung dan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan.
“Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan kita untuk memberikan pertolongan yang tepat sehingga dapat membantu menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita,” tuturnya.
Ia kemudian menegaskan kembali semangat yang menjadi pesan utama peringatan Hari Jantung Sedunia tahun ini.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Karena setiap detik sangat berarti, jangan lewatkan satu pun detak jantung,” tegasnya.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar