Usman Husin Desak BULOG: Beras SPHP Jangan Berhenti di Kota, Harus Masuk hingga Kios Pelosok NTT
- account_circle Mario
- calendar_month 41 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin.
Usman meminta Perum BULOG tidak hanya memastikan beras SPHP tersedia di pasar-pasar besar dan jaringan ritel di perkotaan, tetapi juga memperluas distribusinya hingga pasar pedesaan dan kios-kios di setiap desa, termasuk wilayah pelosok NTT.
Menurut Usman, keberhasilan program stabilisasi pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya stok beras yang tersedia. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat membeli beras tersebut dengan mudah dan harga yang terjangkau.
“Saya minta kepada BULOG agar beras SPHP harus masuk ke pasar-pasar di pedesaan atau kios-kios di setiap desa yang ada di pelosok NTT,” tegas Usman, (5/8/2026).
Ia menilai masyarakat di pelosok memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau.
“Jangan hanya di kota. Masyarakat di desa-desa dan pelosok juga harus mendapatkan akses terhadap beras SPHP,” katanya.
Dorongan Usman tersebut disampaikan di tengah upaya BULOG NTT memperluas penyaluran beras SPHP.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menyampaikan hingga September 2026, BULOG NTT telah menyalurkan 21.676 ton beras SPHP ke pasar-pasar di seluruh wilayah NTT.
Khusus sepanjang Agustus 2026, penyaluran mencapai sekitar 3.915 ton melalui berbagai saluran distribusi.
BULOG menyatakan penyaluran dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar pasar dan jaringan ritel di berbagai wilayah untuk memastikan pasokan tetap tersedia di tingkat konsumen.
Kondisi stok NTT juga dilaporkan dalam keadaan kuat. Per 1 September 2026, BULOG mencatat stok beras di 46 gudang di NTT mencapai 24.134 ton.
Namun, bagi Usman, ketersediaan stok harus diikuti dengan distribusi yang merata.
Usman menekankan bahwa persoalan pangan bukan hanya mengenai apakah beras tersedia, tetapi juga apakah masyarakat dapat memperolehnya di tempat mereka tinggal.
Karena itu, ia mendorong BULOG memperkuat jaringan distribusi sampai ke tingkat desa.
“Berasnya ada, tetapi masyarakat di pelosok juga harus bisa mendapatkannya. Jangan sampai stok tersedia, tetapi masyarakat harus pergi jauh ke kota untuk membeli beras SPHP,” ujarnya.
Ia juga meminta agar BULOG menggandeng pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, pemilik kios, serta jaringan distribusi lokal untuk memperluas titik penjualan SPHP.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mendapatkan beras dengan harga yang telah distabilkan pemerintah.
Selain distribusi SPHP, Usman juga mendorong agar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar diperluas ke seluruh kabupaten di NTT.
Menurutnya, program tersebut jangan hanya terpusat di Kota Kupang atau wilayah perkotaan.
“Saya berharap pasar murah jangan hanya fokus di Kota Kupang. Program ini harus merata sampai seluruh kabupaten di NTT, sehingga masyarakat di daerah-daerah pelosok juga bisa merasakan manfaat yang sama,” katanya.
Usman menilai pemerataan akses pangan sangat penting, terutama bagi masyarakat dengan daya beli terbatas.
Komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng, kata dia, harus tetap tersedia dan mudah diperoleh masyarakat.
“Stok dari BULOG seperti beras SPHP, gula, dan minyak harus tetap ada. Itu adalah kebutuhan dasar masyarakat. Saya berharap stabilitas harga di pasar maupun di toko-toko juga tetap terjaga,” tegasny..
Menurutnya, desa-desa harus menjadi bagian penting dalam jaringan distribusi pangan.
“BULOG harus terus memperkuat jaringan distribusi dan memastikan masyarakat kecil mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk melindungi rakyat,” pungkas Usman.
Bagi Usman, stok yang cukup harus berjalan bersama distribusi yang merata. Sebab, beras SPHP baru benar-benar dirasakan manfaatnya ketika masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota, dapat menemukannya di pasar dan kios terdekat.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar