Gudang Mebel di Pangenan Ludes Terbakar, Sebabkan Kerugian
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Gudang produksi kayu kusen dan mebel di Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, hangus terbakar pada Selasa malam (1/9/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp60 juta.
Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Cirebon, api pertama kali terlihat warga dari bagian belakang gudang milik Pak Nasekun. Pelapor, Pak Riski, segera menghubungi Damkar Sektor Pangenan pukul 21.50 WIB.
Menanggapi laporan tersebut, Regu 3 Damkar Sektor Pangenan langsung bergerak. Armada tiba di lokasi lima menit kemudian, tepatnya pukul 22.00 WIB. Karena struktur gudang yang didominasi pagar bambu dan kayu, api sempat membesar dengan cepat sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 22.30 WIB, dilanjutkan dengan pendinginan area untuk mencegah api menyala kembali (flashover). Operasi dinyatakan selesai dan kondisi aman terkendali pada pukul 22.40 WIB.
Material yang terbakar meliputi stok kayu bahan kusen serta produk mebel setengah jadi. Luas area yang terbakar mencapai ± 110 m² dari total luas bangunan ± 210 m². Sementara itu, area seluas ± 100 m² berhasil diselamatkan berkat respons cepat petugas dan bantuan warga setempat serta Babinkamtibmas Desa Pengarengan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Damkar masih mendalami penyebab pasti terbakarnya gudang tersebut. Namun, dugaan awal mengarah pada aktivitas pembakaran di area sekitar gudang yang tidak terkontrol.
Menyikapi kejadian ini, Kepala Bidang Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Sarana Prasarana (PPSP) Damkar Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, memberikan himbauan keras kepada para pelaku usaha, khususnya yang berbahan dasar kayu atau memiliki limbah mudah terbakar.
“Kami mengimbau kepada pemilik industri rumahan maupun pabrik agar tidak sembarangan membakar limbah produksi seperti serutan kayu, kain, atau plastik di area dekat bangunan utama. Limbah tersebut sangat rentan memicu api besar jika tertiup angin,” ujar Eno Sujana.
Eno juga menekankan pentingnya pengawasan saat melakukan pembakaran terkendali.
“Jika terpaksa harus membakar sampah, pastikan ada orang yang menjaga secara penuh sampai api benar-benar padam. Siapkan juga alat pemadam api ringan (APAR) atau air cadangan di lokasi pembakaran. Keselamatan aset dan lingkungan adalah prioritas,” tambahnya.
Petugas Damkar Sektor Pangenan tetap siaga di lokasi pasca-pemadaman untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa sebelum kembali ke markas untuk tugas jaga berikutnya.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar