Usman Husin Antarkan Harapan Anak-anak Rote Menuju Bangku Kuliah, Dapat Beasiswa Penuh
- account_circle Mario
- calendar_month 9 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Harapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kini terbuka bagi anak-anak asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, mereka mendapat kesempatan kuliah melalui beasiswa penuh yang diperjuangkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur II, Usman Husin.
Sebanyak tujuh calon mahasiswa asal Rote Ndao akan meninggalkan NTT menuju Surabaya pada Sabtu, 29 Agustus 2026, untuk menempuh pendidikan S1 Kebidanan di Universitas Sunan Giri Surabaya.
Sebelum bertolak, para calon mahasiswa bersama orang tua berkumpul di Rumah Aspirasi Usman Husin di Kupang, Jumat malam, 28 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi momen pelepasan sekaligus bentuk dukungan keluarga sebelum anak-anak mereka memulai perjalanan panjang mengejar cita-cita.
Bagi ketujuh anak tersebut, perjalanan menuju Surabaya bukan sekadar meninggalkan kampung halaman. Di balik keberangkatan itu terdapat perjuangan untuk keluar dari keterbatasan ekonomi dan meraih pendidikan yang sebelumnya sempat dikhawatirkan tidak dapat mereka lanjutkan.
Berlanjut dari Tahun Sebelumnya
Tenaga Ahli Usman Husin, Yorim Boimau, mengatakan program pemberian kesempatan pendidikan bagi anak-anak NTT ini bukan baru dilakukan tahun ini.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya juga sudah ada anak-anak NTT yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang diperjuangkan Usman Husin. Penerima beasiswa tidak hanya berasal dari Rote Ndao, tetapi juga dari sejumlah kabupaten lainnya di NTT.
Tujuh anak asal Rote Ndao tersebut merupakan bagian dari 71 calon mahasiswa asal NTT yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan dalam gelombang pertama.
Mereka berasal dari sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Kupang sebanyak 13 orang, Rote Ndao 7 orang, Timor Tengah Selatan (TTS) 7 orang, serta Sumba sebanyak 44 orang.
Yorim menambahkan, Usman Husin bahkan menugaskan secara khusus salah seorang staf untuk membantu mempersiapkan kebutuhan anak-anak penerima beasiswa yang akan berangkat ke Surabaya.
“Bapak Usman juga menugaskan satu orang staf secara khusus untuk membantu menyiapkan dan mendampingi kebutuhan anak-anak NTT yang mendapatkan beasiswa dan akan berangkat ke Surabaya. Jadi bukan hanya soal beasiswa, tetapi bagaimana anak-anak ini bisa dipersiapkan sebelum berangkat dan mendapatkan pendampingan,” jelasnya.
Beasiswa Penuh Buka Jalan Anak Keluarga Kurang Mampu
Salah satu penerima beasiswa, Elza Manuain, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Ia mengatakan, kondisi ekonomi keluarga sebelumnya menjadi salah satu kekhawatiran terbesar untuk bisa melanjutkan kuliah.
“Saya mau menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Usman atas bantuan yang diberikan, sehingga kami bisa mendapatkan kesempatan kuliah di Surabaya dan mendapatkan beasiswa,” ujar Elza.
Menurut Elza, tanpa adanya bantuan tersebut, dirinya sempat khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Sebelumnya memang khawatir karena tidak bisa melanjutkan kuliah karena orang tua tidak mampu. Semoga kami bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan membahagiakan orang tua,” katanya.
Kini kekhawatiran itu perlahan terhapus. Bersama enam penerima lainnya, Elza dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya kuliah.
Salah satu penerima lainnya, Nindi Chantika, berasal dari Desa Oelunggu, Kabupaten Rote Ndao. Lulusan SMA Negeri 1 Lobalain itu juga akan mengambil program studi S1 Kebidanan di Universitas Sunan Giri Surabaya.
Ketujuh penerima beasiswa asal Rote Ndao seluruhnya akan menempuh pendidikan di bidang kebidanan. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi tenaga profesional yang kelak dapat berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di daerah asal mereka.
Dari Rote Membawa Mimpi ke Surabaya
Cerita penuh rasa syukur juga disampaikan Anaya Bulan, lulusan SMK Negeri 1 Lobalain.
Anaya mengatakan, kesempatan mendapatkan beasiswa bermula ketika Usman Husin datang ke Rote Ndao. Saat itu, ia menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan dan mendapat kesempatan mengikuti seleksi.
“Ini pertama kali saya mendapatkan beasiswa. Waktu itu Bapak Usman ada di Rote, saya juga menyampaikan bahwa saya mau. Kemudian Bapak Usman mengatakan, yang mau boleh ikut tes, dan Bapak Usman yang memperjuangkan serta menghadirkan kesempatan ini untuk kami,” tutur Anaya.
Ia semakin bersyukur karena beasiswa yang diterima merupakan beasiswa penuh sejak semester pertama hingga menyelesaikan pendidikan.
“Saya bersama teman-teman dari Rote mengucapkan terima kasih kepada Bapak Usman yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk meraih cita-cita ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Anaya mengaku sebelumnya belum pernah mendapatkan informasi mengenai kesempatan beasiswa seperti ini. Ketika mengetahui adanya peluang tersebut dan mendapat dukungan dari orang tua, ia merasa sangat bahagia.
“Saya sangat bersyukur. Ketika saya mendengar ada kesempatan dari Bapak Usman dan mendapat dukungan dari orang tua, saya sangat senang,” katanya.
Bagi para penerima, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, beasiswa menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap mengejar cita-cita.
Usman: Jangan Biarkan Ekonomi Mematikan Cita-Cita
Usman Husin yang saat ini berada di Jakarta, melalui sambungan telepon mengatakan, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus terbuka bagi semua anak yang memiliki kemauan belajar, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan seorang anak harus mengubur impian untuk melanjutkan pendidikan.
“Jangan sampai anak-anak kita yang punya kemauan dan cita-cita untuk kuliah harus berhenti karena persoalan biaya. Kalau ada kesempatan, kita harus buka jalan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Usman.
Ia berharap para penerima beasiswa menjaga kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Saya berharap mereka bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Setelah selesai, saya berharap ilmu yang diperoleh bisa digunakan untuk membantu masyarakat dan membangun daerah,” katanya.
Bagi Usman, membantu anak-anak mendapatkan pendidikan bukan hanya tentang membiayai mereka hingga menjadi sarjana. Lebih jauh, pendidikan merupakan investasi bagi masa depan keluarga dan daerah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar