Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PT Flobamor Menata Kembali Bisnis: Perhotelan, Perkapalan dan NTT Mart Jadi Prioritas

PT Flobamor Menata Kembali Bisnis: Perhotelan, Perkapalan dan NTT Mart Jadi Prioritas

  • account_circle Mario
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya setelah sempat berada dalam kondisi mati suri. Memasuki sisa tahun 2026, perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan tiga lini usaha sebagai prioritas, yakni perhotelan, perkapalan, dan pengembangan NTT Mart.

Tiga lini usaha tersebut merupakan bagian dari delapan rencana bisnis yang diajukan jajaran direksi PT Flobamor (Perseroda) dan telah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT bersama DPRD Provinsi NTT.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers PT Flobamor (Perseroda) yang berlangsung di Kupang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor (Perseroda), Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan fokus utama jajaran direksi saat ini adalah mengoptimalkan aset yang tersedia sekaligus membenahi tata kelola perusahaan.

“Dalam sisa waktu tahun 2026 direksi PT Flobamor (Perseroda) akan fokus pada tiga lini usaha ini, dan kami ingin memastikan agar lewat rencana bisnis berbasis aset yang ada dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” ujar Maxi Julians Rihi Dara.

Tata Ulang Hotel Sasando

Sektor pertama yang menjadi perhatian adalah perhotelan melalui penataan kembali pengelolaan Hotel Sasando.

Sejak 27 Juli 2026, PT Flobamor (Perseroda) resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sasando. Sebelumnya, pengelolaan hotel tersebut berada di bawah anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional.

Saat ini, tim transisi tengah bekerja untuk memastikan proses penyerahan dan pengelolaan Hotel Sasando berjalan secara akuntabel. Pendataan ulang terhadap seluruh fasilitas juga dilakukan untuk memastikan aset yang ada dapat kembali beroperasi dengan baik.

Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor (Perseroda), Yose Rizal, mengatakan pembenahan Hotel Sasando tidak hanya menyasar aspek manajemen, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata Kota Kupang.

“Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif,” ujar Yose.

Dalam proses transisi tersebut, seluruh karyawan Hotel Sasando juga diajak berdialog secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk mendengar masukan sekaligus harapan para pekerja terhadap pengelolaan hotel ke depan.

Hotel Sasando merupakan salah satu hotel tertua milik Pemerintah Provinsi NTT. Hotel tersebut pernah mengalami masa kejayaan pada era 1980-an hingga 1990-an, sebelum perkembangan industri perhotelan di Kota Kupang semakin pesat.

Dengan dukungan biaya perawatan melalui penyertaan modal dari APBD Provinsi NTT, Hotel Sasando diharapkan kembali menjadi salah satu sumber pendapatan PT Flobamor sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

KMP Sasando Hidupkan Kembali Lini Perkapalan

Selain perhotelan, PT Flobamor juga kembali mengembangkan sektor perkapalan.

Pengalaman pengelolaan kapal pada periode sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi jajaran direksi. Dua kapal, yakni KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, sebelumnya mengalami persoalan operasional hingga akhirnya terdampar.

Kini, PT Flobamor berupaya menghidupkan kembali lini usaha tersebut melalui pengoperasian KMP Sasando.

Kapal berkapasitas sekitar 76 penumpang itu direncanakan melayani rute pendek Kupang-Semau hingga delapan kali perjalanan setiap hari.

Kehadiran KMP Sasando diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di Pulau Semau.

Kapal tersebut juga dapat mengangkut puluhan sepeda motor maupun dua unit mobil dalam sekali perjalanan. Dengan akses transportasi yang semakin terbuka, aktivitas pelajar, pegawai, perdagangan hingga sektor pariwisata di Pulau Semau diharapkan ikut berkembang.

Rencana pengoperasian KMP Sasando mendapat dukungan dari para kepala desa dan dua camat yang bertugas di Pulau Semau. Pemerintah Kabupaten Kupang juga menyatakan dukungannya.

Bupati Kupang, Yos Lede, disebut berkomitmen mendukung penyediaan fasilitas pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata di Pulau Semau.

Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor (Perseroda), Frans Bata, mengatakan pembenahan tata kelola menjadi perhatian penting agar persoalan yang pernah terjadi tidak kembali terulang.

“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor (Perseroda) bertekad untuk memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital agar mencegah kebocoran,” ujarnya.

Tiga NTT Mart Disiapkan di Kota Kupang

Lini usaha ketiga yang menjadi prioritas adalah pengembangan NTT Mart sebagai ruang pemasaran produk-produk unggulan daerah, khususnya produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

PT Flobamor menargetkan tiga NTT Mart baru hadir di Kota Kupang pada September 2026.

Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor (Perseroda), Leonardo A.R. Waleng, mengatakan pengembangan NTT Mart diarahkan untuk memperkuat program ekonomi kerakyatan di NTT.

“Kami ingin memastikan agar fokus program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT dapat diwujudkan secara maksimal. Untuk itu kami melakukan kurasi produk berbagai UMKM dalam dua bulan terakhir,” ujar Leonardo.

Menurutnya, proses kurasi dilakukan agar produk UMKM lokal tidak hanya memiliki ruang pemasaran, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan daya saing.

Tiga NTT Mart yang disiapkan akan berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, kawasan kantor gubernur lama; NTT Mart Perikanan di kawasan pelabuhan perikanan; serta NTT Mart di dalam kompleks Kantor Gubernur NTT.

Saat ini, NTT Mart di Jalan Palapa, tepatnya di depan Kantor Pos Kupang, merupakan salah satu NTT Mart yang telah beroperasi dan dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT.

Untuk memperkuat kualitas produk pangan UMKM, PT Flobamor juga menyiapkan Food Lab atau Food Laboratory melalui kerja sama dengan Uma Kanaru Institute.

Laboratorium tersebut diarahkan untuk membantu memastikan kualitas produk makanan sekaligus aspek kehalalannya.

Manajer UMKM PT Flobamor (Perseroda), Angge Kandidatus, mengatakan keberadaan Food Lab diharapkan dapat membantu produk lokal NTT menembus pasar yang lebih luas.

“Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia,” ujarnya.

Pembenahan Tata Kelola Perusahaan

Di balik pengembangan tiga lini usaha tersebut, PT Flobamor juga melakukan pembenahan struktur dan tata kelola perusahaan.

Saat ini komposisi manajemen terdiri dari satu direktur utama dan empat direktur. Perubahan struktur tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Januari 2026.

Salah satu agenda pembenahan adalah merampingkan enam anak perusahaan sekaligus melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh anak perusahaan.

Manajemen mengakui, sejumlah persoalan di masa lalu antara lain berkaitan dengan pendirian anak perusahaan yang belum didahului feasibility study secara memadai serta belum kuatnya tata kelola korporasi.

Kondisi tersebut berdampak pada penggunaan modal perusahaan, meningkatnya kewajiban, hingga membuat aktivitas PT Flobamor sempat mengalami perlambatan.

Karena itu, manajemen baru membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dan lembaga riset untuk membantu menyusun rencana bisnis yang lebih terukur.

Sejumlah peluang usaha kini sedang dikaji, antara lain pembangunan pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan, hingga kemungkinan pengembangan galangan kapal.

Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Dominggus Elcid Li, mengatakan keterlibatan akademisi dan peneliti penting agar rencana pengembangan bisnis perusahaan memiliki dasar kajian yang kuat.

“Beberapa rencana bisnis sedang kami buka bersama para peneliti. Ini terkait pembuatan pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan, hingga kemungkinan pembuatan galangan kapal. Kami berharap dengan pengetahuan yang memadai, proses industrialisasi di NTT bisa kita jalankan di masa depan,” kata Elcid Li.

Harapan agar pembenahan tersebut membawa perubahan juga datang dari kalangan pekerja.

Hendrik Tamonob, salah seorang petugas keamanan dan karyawan PT Flobamor (Perseroda), berharap jajaran direksi baru mampu membawa perusahaan dan para pekerja menuju kondisi yang lebih baik.

Hak Eks ABK Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Di tengah upaya menata kembali bisnis, PT Flobamor masih menghadapi sejumlah persoalan yang diwariskan dari masa lalu, salah satunya terkait hak para eks Anak Buah Kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu.

Manajemen yang diwakili James Faot menyampaikan bahwa komunikasi dengan para eks ABK maupun serikat pekerja telah dilakukan melalui sejumlah pertemuan.

Berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2025, penyertaan modal yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tidak diperkenankan digunakan untuk membayar utang.

Karena itu, manajemen PT Flobamor menyatakan kewajiban kepada para eks ABK akan diselesaikan secara bertahap melalui kemampuan perusahaan.

“Mulai tahun ini kami tidak punya pilihan, Flobamor harus untung agar bisa membayar utang kepada para ABK,” ujar Elcid Li.

Selain penyelesaian kewajiban secara bertahap, manajemen juga membuka ruang bagi para eks ABK untuk kembali bergabung dengan anak-anak usaha yang sedang dirintis.

Bahkan, anak-anak para eks ABK akan diberikan prioritas apabila berminat melamar pekerjaan di perusahaan.

Menurut Elcid, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap menjaga ruang penghidupan para pekerja dan keluarga mereka di tengah proses pembenahan perusahaan.

Dengan tiga lini usaha yang mulai digerakkan, PT Flobamor kini berupaya membangun kembali fondasi bisnisnya secara bertahap.

Perhotelan melalui Hotel Sasando, perkapalan melalui KMP Sasando, serta pengembangan NTT Mart menjadi langkah awal perusahaan untuk mengoptimalkan aset sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian NTT.

Bagi jajaran direksi, keberhasilan PT Flobamor tidak hanya diukur dari kembali beroperasinya perusahaan, tetapi juga dari kemampuannya membangun bisnis yang sehat, tata kelola yang lebih baik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Kecamatan Air Majunto

    Ratusan Warga Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Kecamatan Air Majunto

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    MUKOMUKO, jarrakpos.com – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Camat Air Majunto, Kabupaten Mukomuko, saat ratusan warga dari berbagai elemen mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu pagi (17/8/2025). Upacara tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Camat Air Majunto, Dr. M. Fadly, SSTP., M.Si., […]

  • Rumah Gudang Elpiji Milik Warga Greged Terbakar.

    Rumah Gudang Elpiji Milik Warga Greged Terbakar.

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 122
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Telah terjadi kebakaran sebuah rumah sekaligus gudang penyimpanan Gas Elpiji milik seorang warga yang bernama Amin yang beralamat di Dusun 02 Cucukul RT : 017 RW : 004, Desa LebakMekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. Menurut keterangan dari Amin si pemilik rumah pada Pukul 07: 00 WIB ia melihat adanya kepulan Asap yang […]

  • Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Tembok di Jalan Merpati,Polsek Magelang Tengah dan BPBD Lakukan Kerja Bhakti

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM  – Personel Polsek Magelang Tengah mendatangi lokasi kejadian robohnya tembok di Jalan Merpati, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, pada Jumat (17/10/2025) sekira pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB. Diketahui, tembok dengan ukuran sekitar 7 x 4 meter roboh […]

  • Korban “Penggelapan” Bantuan Beras Bencana Bertambah, Kali Ini Tanda Tangan Warga “Dipalsukan”

    Korban “Penggelapan” Bantuan Beras Bencana Bertambah, Kali Ini Tanda Tangan Warga “Dipalsukan”

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 358
    • 0Komentar

    TAPSEL, JARRAKPOS.COM – DPD LIRA Tabagsel terus melakukan investigasi soal dugaan penggelapan bantuan bencana alam banjir berupa Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di seputaran kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kali ini Rabu (07/01/2026) DPD Lembaga Informasi Rakyat (LIRA) Tabagsel menemukan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan penerima manfaat dan juga terdapatnya diskriminasi distribusi […]

  • Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Coolbox, Dorong Penguatan Usaha Perikanan Warga

    Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Coolbox, Dorong Penguatan Usaha Perikanan Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 246
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program bantuan sarana perikanan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan puluhan coolbox kepada para pelaku usaha perikanan yang selama ini mengandalkan penjualan ikan segar sebagai mata pencaharian utama. Suasana penyerahan yang berlangsung di Ruang Rapat Garuda, Selasa (2/12/2025), terasa […]

  • Bank Bengkulu Resmi Turunkan Batas Saldo Minimum, Kini Cukup Rp 25 Ribu

    Bank Bengkulu Resmi Turunkan Batas Saldo Minimum, Kini Cukup Rp 25 Ribu

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com– Mulai 1 Mei, Bank Bengkulu secara resmi menurunkan batas minimum saldo tabungan dari sebelumnya Rp 100 ribu menjadi hanya Rp 25 ribu. Kebijakan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan. Plt. Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan internal […]

expand_less