BP Batam Evaluasi Menyeluruh Struktur Biaya Logistik Menjaga Efisiensi Dan Daya Saing Kota Batam
- account_circle Habil
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Batam, Jarrakpos.com | Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan evaluasi menyeluruh struktur biaya logistik dan menjaga efisiensi dan memperkuat daya saing Batam.
Sebagian dari proses tersebut,implementasi penyesuaian tarif layanan peti kemas diterminal peti kemas Batu Ampar ditunda hingga 31 Agustus 2026 .
Sementara untuk pengguna jasa yang telah membayar sesuai dengan tarif yang baru.
BP Batam akan mengembalikan selisih dari tarif yang sudah dibayarkan.
Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama asosiasi pelaku usaha ,operator terminal ,pelaku logistik,pengguna jasa dan bebagai pemangku kepentingan conference Hall IT Batam,Kamis (25/6/2026).
Anggota dan Deputi bidang pengusahaan BP Batam,Denny Tondano mengatakan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan kepelabuhan mampu meningkatkan kwalitas layanan tanpa mengurangi daya saing dunia usaha.
“Evaluasini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar – benar memberikan manfaat bagi pengguna jasa ,untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing Batam,”ujarnya.
Menurutnya transformasi terminal peti kemas Batu Ampar telah dilakukan modernisasi fasilitas ,peningkatan produktivitas operasional dan perluasan konektivitas pelayanan international.
Upaya tersebut tercermin dari peningkatan volume bongkar muat peti kemas Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar yang mencapai 222 313 TEUs pada periode Januari sd Mei 2026 atau tumbuh 16 persen,dengan produktivitas bongkar muat mencapai 40 box perjam.
Deni menambahkan hasil pembahasan bersama pelaku usaha menunjukan bahwa tarif pelayanan terminal peti kemas Batu Ampar yang dikelolah BP Batam hanya berkontribusi sekitar 18 persen terhadap total biaya logistik Batam Siñgapura.Sementara itu biaya logistik sisanya berasal dari komponen feeder dan transshipment.
Oleh karena itu BP Batam memperkuat ruang dialog dengan para pelaku logistik guna mengkaji secara terbuka keterkaitan antara standar pelayanan ,produktivitas operasional,investasi infrastruktur dan biaya logistik sebagai dasar penyempurnaan kebijakan kedepannya.
“Targetkan kedepannya bisa menghadirkan pelayanan pelabuhan yang lebih modern dan meningkatkan kepercayaan investor.Karena itu setiap kebijakan akan kami susun secara terbuka berbasis data dan melalui dialog bersama dunia usaha ,”tutup Denny
- Penulis: Habil




Saat ini belum ada komentar