Ketua DPRD Cirebon Sidak Pengerukan Sampah di Jln. Ir. Soekarno Talun, 12 Truk Dikerahkan
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Bermula dari banyaknya keluhan warga, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfiah melakukan sidak ke lokasi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara di Jln. Ir. Soekarno Warung Asem PCL Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Minggu 21/6/2026.
Ia meninjau langsung proses pengerukan bersama RT, RW, dan warga setempat.
Sidak ini dilakukan setelah Sophi menerima laporan warga terkait tumpukan sampah yang kembali menggunung di PCL Talun.
Menanggapi keluhan tersebut, Sophi menghubungi Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Cirebon dan Dinas tersebut langsung mengerahkan armada untuk mengangkut sampah di lokasi.
“Awalnya beberapa waktu lalu kami DPRD mengkritisi persoalan sampah karena banyak sekali keluhan warga di Kabupaten Cirebon tentang penumpukan sampah khususnya di PCL.
” Akhir tahun kemarin sudah pernah diangkut, tapi di tahun ini numpuk kembali. Alhamdulillah hari ini ada dari DLH 10 mobil dan dibantu warga 2 mobil, sehingga berjumlah 12 mobil,” ujar Sophi di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Sophi juga menyoroti mangkraknya pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah TPS3R di Kubug Deleg, Kecamatan Karangwareng. Padahal lokasi itu awalnya dirancang sebagai tempat pengelolaan sampah, bukan Tempat Pembuangan Akhir TPA.
Ia menegaskan DLH sejak awal sudah menganggarkan penanganan sampah. Sehingga tidak ada alasan keterlambatan pengangkutan dengan dalih keterbatasan solar, mobil rusak, atau peralatan berat.
“DLH sejak awal sudah dilakukan penganggaran sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengangkut sampah dengan alasan tidak ada uang solar, mobil rusak dan kendala peralatan berat,” tegasnya.
Atas kejadian berulang ini, Sophi menyatakan akan mengevaluasi kinerja DLH agar penumpukan sampah di Kabupaten Cirebon tidak kembali terjadi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibuang.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar sebelum sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah untuk dipisahkan antara sampah organik dan non organik, untuk memudahkan pengelolaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional DLH Kabupaten Cirebon, Ujang, yang berada di lokasi enggan memberikan keterangan saat diwawancarai wartawan. Ia beralasan takut salah bicara dan menyarankan awak media untuk mengonfirmasi langsung ke Kepala Dinas atau Kepala Bidang DLH di kantor.
“Saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan pimpinan,” ujarnya singkat.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar