Promosi Doktor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, I Gede Pawana Tawarkan Model Sinergi Desa Adat dan Desa Dinas Berbasis Teknologi Informasi Berlandaskan Tri Hita Karana
- account_circle Diana Ningsih
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

DENPASAR – Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali mencatatkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Sidang Khusus Badan Perwakilan Pascasarjana (BPPS) dalam rangka Promosi Doktor atas nama I Gede Pawana (NIM: 1934161008). Sidang berlangsung pada Senin (15/6/2026) mulai pukul 10.00 WITA di Ruang Auditorium Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Jalan Kenyeri Nomor 57, Denpasar.
Dalam sidang tersebut, I Gede Pawana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Sinergi Desa Adat dan Desa Dinas dalam Penerapan Teknologi Informasi Berbasis Tri Hita Karana di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.”
Disertasi tersebut mengangkat isu strategis mengenai pentingnya membangun kolaborasi yang harmonis antara Desa Adat dan Desa Dinas dalam menghadapi era transformasi digital. Penelitian ini menitikberatkan pada penerapan teknologi informasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi juga tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Tri Hita Karana, filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan).
Model yang ditawarkan dalam penelitian ini dinilai mampu menjawab tantangan digitalisasi pemerintahan desa tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Sinergi antara Desa Adat sebagai penjaga nilai-nilai tradisi dan Desa Dinas sebagai penyelenggara pemerintahan diyakini dapat menciptakan tata kelola desa yang lebih efektif, transparan, partisipatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam mempertahankan disertasinya, I Gede Pawana diuji oleh tim akademisi yang memiliki kompetensi di berbagai bidang ilmu. Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., sedangkan Kopromotor dijabat Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si.
Adapun Dewan Penguji terdiri atas:
Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.
Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag.
Prof. Dr. Drs. I Nyoman Linggih, M.Si.
Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H.
Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag.
Dr. I Made Dian Saputra, S.S., M.Si.
Dr. Drs. Made Redana, M.Si.
Kehadiran para profesor dan doktor sebagai tim penguji mencerminkan proses akademik yang berlangsung secara objektif, komprehensif, dan memenuhi standar pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan doktor yang berkualitas.
Penelitian yang dilakukan I Gede Pawana di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan konsep tata kelola pemerintahan desa di Bali. Digitalisasi yang dibangun melalui sinergi kelembagaan Desa Adat dan Desa Dinas diharapkan mampu mempercepat pelayanan kepada masyarakat, memperkuat transparansi pemerintahan, meningkatkan partisipasi warga, sekaligus menjaga eksistensi adat, budaya, dan nilai spiritual yang menjadi kekuatan utama Pulau Bali.
Lebih jauh lagi, hasil penelitian ini berpotensi menjadi referensi bagi pemerintah daerah, akademisi, maupun para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan transformasi digital desa berbasis kearifan lokal. Pendekatan Tri Hita Karana dinilai mampu menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek teknologi, budaya, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
Pelaksanaan Promosi Doktor ini sekaligus menjadi bukti komitmen Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dalam melahirkan doktor-doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan pembangunan masyarakat Bali di era digital.
Dengan terselenggaranya sidang promosi ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis teknologi informasi tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga pembangunan desa di Bali semakin maju, harmonis, dan berkelanjutan.
- Penulis: Diana Ningsih




Saat ini belum ada komentar