Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Makna Bulan Suro Bulan Pertama dalam Kalender Jawa

Makna Bulan Suro Bulan Pertama dalam Kalender Jawa

  • account_circle Feri Taufiandi
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Bulan Suro adalah bulan pertama dalam kalender Jawa, yang bertepatan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Bulan ini dianggap sakral dan suci, serta sering kali diperingati dengan berbagai ritual refleksi diri, doa, dan ziarah oleh masyarakat Jawa. Jumat(12/6/2026)

Asal Usul dan Makna
Sejarah: Penetapan awal bulan Suro dicetuskan oleh Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-17. Ia memadukan penanggalan Hijriah Islam dengan sistem kalender Saka.

Nama “Suro”: Istilah ini berasal dari bahasa Arab Asyura (berarti sepuluh), yang merujuk pada hari kesepuluh bulan Muharram.

Filosofi: Bulan ini dimaknai sebagai waktu untuk eling lan waspodo (mengingat Tuhan dan selalu waspada) serta instrospeksi diri guna membersihkan jiwa.

Tradisi dan Ritual
Malam 1 Suro: Pergantian tahun baru Jawa yang biasanya dimulai tepat setelah matahari terbenam pada malam sebelum tanggal 1.
Kirab Pusaka: Dilakukan oleh keraton di Jawa (seperti Keraton Surakarta dan Yogyakarta) dengan mengarak pusaka.
Laku Prihatin: Berbagai aktivitas seperti topo bisu (ritual mengunci mulut/tidak berbicara), tirakat, dan berdoa semalaman.

Mitos dan Pantangan
Masyarakat Jawa memiliki pandangan yang beragam; sebagian menganggap bulan ini sangat suci, namun ada pula yang menganggapnya sebagai bulan keramat atau penuh “malapetaka”. Karena dianggap sakral, ada beberapa pantangan yang kerap dihindari selama bulan Suro:

Tidak mengadakan hajatan atau pesta pernikahan.
Tidak membangun atau merenovasi rumah.
Tidak bepergian jauh (keluar rumah) jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Untuk mengetahui jadwal pastinya setiap tahun,dapat melihat kalender nasional atau merujuk pada Kalender Indonesia yang sering memuat penanggalan Jawa secara lengkap.
Sejarah dan pengertian 1 suro, 1 suro sama dengan Tahun Baru Islam
Menurut aliran kepercayaan Islam-Jawa, kata ‘Suro’ memiliki makna penting, yakni 10 hari pertama bulan Suro merupakan waktu yang paling keramat.

 

Editor: Feri

  • Penulis: Feri Taufiandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usman Husin: “Suara Penyuluh adalah Suara Petani, Suara Petani adalah Suara dari Lubuk Hati yang Murni dan Jujur”

    Usman Husin: “Suara Penyuluh adalah Suara Petani, Suara Petani adalah Suara dari Lubuk Hati yang Murni dan Jujur”

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 102
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dikenal sebagai salah satu wakil rakyat yang konsisten memperjuangkan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat desa di Nusa Tenggara Timur. Kiprahnya di Senayan tidak hanya sebatas menyuarakan kebijakan, tetapi juga menghadirkan kerja nyata yang berpihak pada petani, nelayan, dan masyarakat kecil yang […]

  • Rem Darurat Mutasi PNS, Walikota Dedy Wahyudi Berlakukan Moratorium Pindah Masuk ke Kota Bengkulu

    Rem Darurat Mutasi PNS, Walikota Dedy Wahyudi Berlakukan Moratorium Pindah Masuk ke Kota Bengkulu

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memberlakukan penghentian sementara (moratorium) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin pindah atau mutasi masuk ke Kota Bengkulu. Kebijakan ini akan diterapkan Walikota hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Saya baru menjabat 2 bulan, sudah ada sekitar 20-an total yang pindah ke kota Bengkulu. Jika kita biarkan ini […]

  • Di Hadapan Dirjen KSDAE, Usman Husin Dorong Ndana Jadi Simpul Wisata dan Konservasi di Perbatasan Selatan

    Di Hadapan Dirjen KSDAE, Usman Husin Dorong Ndana Jadi Simpul Wisata dan Konservasi di Perbatasan Selatan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 152
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Angin laut dari selatan berhembus lembut saat rombongan Komisi IV DPR RI menjejak Pulau Ndana, pulau terluar Indonesia yang sunyi, indah, dan strategis. Di titik paling selatan negeri ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menegaskan satu hal: Ndana bukan sekadar batas geografis, tetapi peluang besar bagi masa depan konservasi dan ekonomi […]

  • Balai Bahasa NTT Gelar Forum Konsultasi Publik 2025: Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Mutu Layanan Kebahasaan

    Balai Bahasa NTT Gelar Forum Konsultasi Publik 2025: Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Mutu Layanan Kebahasaan

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 320
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat kualitas layanan kebahasaan dan kesastraan di wilayah NTT. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat, 31 Oktober 2025 ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kalangan, termasuk Ombudsman […]

  • Aspirasi Usman Husin: 50 Ribu Anakan Kopi Robusta untuk 50 Hektar Lahan di Sumba Tengah

    Aspirasi Usman Husin: 50 Ribu Anakan Kopi Robusta untuk 50 Hektar Lahan di Sumba Tengah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 199
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com — Aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, kembali diwujudkan melalui penyaluran 50 ribu anakan kopi Robusta kepada para petani di Kabupaten Sumba Tengah, pada 19 Januari 2026. Bantuan aspirasi tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 50 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumba Tengah. Program […]

  • Ayah Angkat di Magelang Lakukan Kekerasan kepada Anaknya

    Ayah Angkat di Magelang Lakukan Kekerasan kepada Anaknya

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 533
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polresta Magelang tangani kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Srumbung, Magelang, kejadian kekerasan terhadap anak membawa pesan luka bagi yang mendengarkan ceritanya. Kamis,(30/10/2025) Seorang bocah kelas tiga SD, LA, pulang terlambat dari mengaji. Dan itu cukup bagi sang ayah angkat, BTW (43), warga Desa Bringin, untuk melepaskan amarahnya. Selang hitam sepanjang satu meter, […]

expand_less