Sekitar 20 Siswa Di SDN 13 Buluh Kasab Dumai Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan MBG
- account_circle Diana Ningsih
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dumai- Jarrakpos.com – Sejumlah korban penerima manfaat Menu Makanan Bergizi untuk Sekolah Dasar dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan sebagian di antaranya telah mendapat perawatan lebih lanjut di RSUD Dumai.13/08/26
Dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SDN 13 Dumai, kawasan Buluh Kasap. Informasi sementara menyebutkan sekitar 20 orang telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Jumlah korban juga diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan medis.
Informasi Beredar di Grup WhatsApp
Informasi mengenai kejadian tersebut diperoleh dari sejumlah grup WhatsApp serta video yang beredar di masyarakat.
Dalam video yang beredar, tampak adanya sejumlah siswa yang diduga membutuhkan pertolongan setelah menyantap maka
Namun, hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.
Dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pihak berwenang serta tenaga medis.
Menunggu Penjelasan Resmi
Pihak terkait diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban, kondisi para siswa, serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi.
Informasi lebih lanjut terkait kondisi korban dan penyebab kejadian masih menunggu keterangan resmi dari pihak sekolah, rumah sakit, maupun instansi terkait.
Melansir berita dan video yang beredar terkait kasus dugaan keracunan MBG, hal ini juga terjadi di sekolah lainnya di kota Dumai yang masih satu kecamatan, MBG yang di bagikan ke siswa didapati sudah basi.
Hal ini makin di perkuat bahwa MBG tersebut basi ,telah ada yang mencoba memakannya dan kemudian akhirnya MBG tak jadi di bagikan pada seluruh siswa, tenaga didik disekolah cepat merespon kondisi MBG tersebut.
Kami tim media masih menelusuri dan mencoba Mengkonfirmasi ke pihak MBG yang mensuplay ke sekolah yang menerima MBG dalam kondisi basi via what app, namun pihak MBG belum bisa di konfirmasi atau berikan waktu untuk di mintai keterangan dengan alasan masih ada rapat.
- Penulis: Diana Ningsih




Saat ini belum ada komentar