Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Momen Pendemo di Mutis Hadang Mobil Usman Husin, Pakaikan Kain Adat: Tanda Penerimaan dan Penghormatan

Momen Pendemo di Mutis Hadang Mobil Usman Husin, Pakaikan Kain Adat: Tanda Penerimaan dan Penghormatan

  • account_circle Mario
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jarrakpos.com- Sebuah momen tak biasa terjadi di kaki Gunung Mutis. Di tengah dinamika aksi protes terkait pengelolaan Taman Nasional Mutis Timau, suasana yang semula tegang justru berakhir dengan sentuhan hangat penuh makna.

Seorang ibu yang sebelumnya ikut dalam massa aksi tiba-tiba menghadang mobil yang ditumpangi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin saat hendak meninggalkan lokasi. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih.

“Terima kasih Pa Usman sudah datang jauh-jauh bersama pejabat kementerian untuk mendengar langsung keluhan kami,” ucapnya, (27/4/2026).

Tak ada kemarahan. Tak ada pengusiran. Yang ada justru keharuan. Ibu tersebut kemudian memakaikan selimut kain adat kepada Usman, sebuah simbol penghormatan, penerimaan, sekaligus ungkapan tulus dari hati masyarakat.

Di wilayah Timor Tengah Selatan (TTS), pemberian selendang atau kain tenun bukan sekadar seremoni. Ia bermakna penerimaan sebagai bagian dari keluarga, penghormatan kepada tamu, dan pengikat relasi sosial yang hangat.

Sejak pagi, warga turun ke lokasi menyuarakan aspirasi mereka. Aksi sempat memanas, bahkan tenda sosialisasi sempat diobrak-abrik. Namun situasi tidak berujung konflik terbuka.

“Tidak ada usir mengusir. Mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi, mungkin caranya saja yang kurang berkenan,” kata Usman.

Alih-alih pulang lebih awal, ia memilih bertahan hingga seluruh aspirasi masyarakat tersampaikan. Bahkan setelah dialog selesai dan dalam perjalanan pulang, ia masih “ditahan” warga, kali ini bukan untuk protes, melainkan untuk diberi penghormatan.

Usman menegaskan bahwa kehadiran pejabat pusat bukan hal yang mudah. Ia mengaku telah tiga kali meminta Menteri Kehutanan untuk datang langsung ke Mutis.

“Karena begitu banyak aspirasi yang disampaikan ke saya, maka saya merasa perlu menghadirkan langsung pejabat kementerian ke sini,” ujarnya.

Peran itu menjadikannya jembatan antara masyarakat dan pemerintah pusat, sebuah jawaban atas harapan panjang warga.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan, program pemberdayaan akan diperkuat, termasuk pembentukan kelompok tani di sekitar kawasan.

“Kita ingin ada dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudyatmoko yang hadir mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa perubahan status kawasan menjadi taman nasional bukan untuk membatasi masyarakat, melainkan untuk mengelola secara lebih fleksibel.

Menurutnya, konsep taman nasional memungkinkan integrasi berbagai kepentingan, mulai dari konservasi, ruang adat, hingga pemanfaatan ekonomi masyarakat dalam satu sistem zonasi yang adil dan adaptif.

“Kita ingin Mutis Timau menjadi model pengelolaan yang tetap menjaga kearifan lokal sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati TTU Kamillus Elu menekankan pentingnya memperhatikan masyarakat sekitar.

“Jangan hanya lihat keindahan alamnya, tapi juga kondisi masyarakatnya. Infrastruktur seperti jalan dan listrik harus diperhatikan,” katanya.

Sementara Kepala Desa Nenas Simon Sasi menyatakan dukungan terhadap taman nasional, dengan syarat adanya pembagian zonasi yang jelas agar pembangunan bisa masuk.

“Kami mau tetap jaga adat dan alam, tapi juga ingin merasakan pembangunan,” ujarnya.

Dari dialog yang berlangsung, lahir satu keputusan strategis: kawasan Taman Nasional Mutis Timau ditutup sementara.

Langkah ini diambil untuk meredam situasi sekaligus membuka ruang sosialisasi lanjutan agar masyarakat benar-benar memahami pembagian zonasi dan manfaat kebijakan tersebut.

Di balik dinamika kebijakan dan perdebatan, momen pemberian kain adat kepada Usman menjadi penutup yang kuat, sebuah simbol bahwa di balik suara keras aksi, ada harapan, ada penghormatan, dan ada keinginan untuk didengar.

Di Mutis, hari itu, demonstrasi tidak berakhir dengan jarak, melainkan dengan kedekatan.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Tak Surut Laksanakan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke 26 Tahun Sekalipun Langit Mendung Dan Hujan Rintik

    Semangat Tak Surut Laksanakan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke 26 Tahun Sekalipun Langit Mendung Dan Hujan Rintik

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Rohul – Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Ke-26 Langit mendung dan rintik hujan turun membasahi bumi Negeri Seribu Suluk. Namun, semangat tak surut ratusan peserta dan undangan tetap berdiri tegap mengikuti mengikuti rangkaian kegiatan upacara yang digelar dengan penuh khidmat di halaman Kantor Bupati, Minggu (12/10/2025) Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati […]

  • Usman Husin Bantu Nelayan Pesisir Rote Ndao, Rumpon Jadi Harapan Baru Tingkatkan Pendapatan Warga

    Usman Husin Bantu Nelayan Pesisir Rote Ndao, Rumpon Jadi Harapan Baru Tingkatkan Pendapatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 279
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kepedulian terhadap kehidupan nelayan kecil kembali ditunjukkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, melalui bantuan rumpon bagi kelompok nelayan di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Bantuan tersebut disambut penuh syukur oleh masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut. Kehadiran rumpon dinilai menjadi solusi bagi nelayan […]

  • AQI Capai 149, Siswa PAUD hingga SMP di Batam Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

    AQI Capai 149, Siswa PAUD hingga SMP di Batam Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle Habil
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BATAM, jarrakpos.com | Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan menerapkan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) bagi siswa tingkat PAUD, SD, dan SMP (baik negeri maupun swasta) mulai 29 September 2026 akibat memburuknya kualitas udara karena kabut asap. Kebijakan BDR tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Nomor 12 Tahun 2026 dan […]

  • Polsek Tandun Ringkus Pengedar Sekaligus Pengguna Narkotika di Desa Kumain

    Polsek Tandun Ringkus Pengedar Sekaligus Pengguna Narkotika di Desa Kumain

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 72
    • 0Komentar

        ROKAN HULU,Jarrakpos.com  – Jajaran Polsek Tandun bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu kembali mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika. Seorang pria berinisial P.A.U. (30) diamankan karena diduga memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu di sebuah rumah di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Minggu (26/7/2026) sekitar […]

  • Sakral sebentar Lagi ” Grebeg Suro Gunung Tidar ” Digelar

    Sakral sebentar Lagi ” Grebeg Suro Gunung Tidar ” Digelar

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Warga Magelang bersiap menyambut kembalinya pusaran daya magis di “Paku Tanah Jawa”. Pasalnya, tradisi tahunan nan sakral Grebeg Suro Gunung Tidar dipastikan kembali menghentak mulai Minggu, 14 hingga 15 Juni 2026. Tahun ini, ritus budaya yang merekatkan ratusan pelaku seni, budayawan, hingga masyarakat umum itu mengusung tema agung, Cakra Manggilingan. Roda kehidupan […]

  • Gerak Cepat, Tim SAR Brimob Polda Kepri Padamkan Kebakaran Hutan di Bukit Daeng Tembesi

    Gerak Cepat, Tim SAR Brimob Polda Kepri Padamkan Kebakaran Hutan di Bukit Daeng Tembesi

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 228
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com | Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau melalui Tim Siaga SAR Satbrimob Polda Kepri bergerak cepat merespons informasi kebakaran hutan di kawasan Bukit Daeng Tembesi, Kota Batam, Rabu (4/2/2026). Informasi awal kebakaran tersebut diketahui dari unggahan media sosial salah seorang warga Kota Batam. Menindaklanjuti hal tersebut, Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kepri, Kompol Maslan […]

expand_less