Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » DPR RI Usman Husin Dukung Percepatan BPKH XIV Kupang Tuntaskan Legalitas Kawasan Hutan NTT

DPR RI Usman Husin Dukung Percepatan BPKH XIV Kupang Tuntaskan Legalitas Kawasan Hutan NTT

  • account_circle Mario
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jarrakpos.com- Komitmen percepatan penataan dan legalisasi kawasan hutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dukungan kuat dari parlemen. Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIV Kupang yang menargetkan penuntasan kawasan hutan pada tahun 2026.

“Percepatan ini sangat penting. Kita ingin seluruh kawasan hutan di NTT memiliki kepastian hukum yang jelas agar tidak lagi terjadi tumpang tindih lahan maupun konflik di masyarakat,” tegas Usman Husin, (8/4/2026).

Menurutnya, kepastian legalitas kawasan hutan tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui skema pengelolaan hutan yang sah.

Ia pun mendorong agar sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus diperkuat demi mencapai target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIV Kupang terus menggenjot proses penataan kawasan hutan di NTT.

Hingga kini, progres penetapan kawasan hutan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Kepala BPKH Wilayah XIV Kupang, Hengky Wijaya, menjelaskan bahwa pihaknya merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan yang bertugas mengeksekusi kebijakan pemerintah pusat di bidang kawasan hutan.

“Kami memfasilitasi, menyiapkan bahan rekomendasi, serta melakukan pengkajian terkait sumber daya hutan. Tujuan akhirnya adalah memastikan kawasan hutan memiliki kepastian hukum atau clear and clean,” ujarnya kepada media, Selasa (7/4/2026), didampingi Kepala Seksi Pengukuhan dan Perencanaan Kawasan Hutan, Irwan Telsender Charles Fa’ah.

Hengky menegaskan, pemantapan kawasan hutan merupakan langkah strategis dalam menciptakan tata kelola kehutanan yang tertib dan berkelanjutan.

Suatu kawasan disebut “mantap” apabila telah melalui tahapan penunjukan, penataan batas, pemetaan, hingga penetapan resmi oleh pemerintah serta memperoleh legitimasi dari masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, luas kawasan hutan di NTT mencapai 1.725.849,22 hektare atau sekitar 37,16 persen dari total wilayah provinsi. Kabupaten Kupang menjadi daerah dengan kawasan hutan terluas, diikuti Manggarai Barat dan Sumba Timur. Bahkan, Manggarai Barat mencatat persentase tutupan hutan tertinggi hingga 80,28 persen.

Namun demikian, distribusi kawasan hutan di NTT masih belum merata. Sejumlah daerah seperti Sumba Barat Daya, Malaka, dan Sumba Barat memiliki persentase tutupan hutan yang relatif rendah. Kondisi ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Di sisi lain, terdapat potensi besar yang dapat dioptimalkan. Sekitar 800 ribu hektare hutan di NTT berada di luar kawasan hutan resmi. “Ini peluang besar bagi pemerintah daerah untuk diusulkan menjadi kawasan hutan baru, sehingga pengelolaannya lebih terarah dan berkelanjutan,” jelas Hengky.

Struktur kawasan hutan di NTT terdiri dari hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Kawasan konservasi seperti Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti, serta kawasan Mutis memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga mendorong program perhutanan sosial sesuai amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Selain itu, melalui program Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH), pemerintah telah menata lahan seluas 79.381,23 hektare di NTT, mencakup permukiman, fasilitas umum, hingga kawasan transmigrasi guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Kabupaten Ngada menjadi wilayah dengan realisasi PPTPKH terbesar, disusul Sumba Timur dan Kabupaten Kupang. Program ini dinilai penting untuk mengurangi konflik lahan serta mendorong penataan ruang yang lebih tertib.

Meski NTT masih tergolong terlambat dibanding provinsi lain dalam proses penetapan kawasan hutan, optimisme tetap terjaga. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata,” pungkas Hengky.

Dengan dukungan DPR RI dan kerja kolaboratif lintas sektor, percepatan penuntasan legalitas kawasan hutan di NTT diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR RI Apresiasi Hadirnya Air Bersih di Desa Pisan, Harapan Baru di Tengah Perbukitan Kering

    DPR RI Apresiasi Hadirnya Air Bersih di Desa Pisan, Harapan Baru di Tengah Perbukitan Kering

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 270
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Di tengah perbukitan kering yang membentang luas di Nusa Tenggara Timur, angin kabar baik kembali berembus. Desa Pisan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kini merasakan perubahan besar setelah Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Bayan Group resmi menyerahkan sarana air bersih yang rampung dibangun pada akhir Oktober 2025. Bagi ratusan keluarga, […]

  • Ketua DPRD Hadiri Pembukaan Porseni Madrasah dan RA Kota Batam

    Ketua DPRD Hadiri Pembukaan Porseni Madrasah dan RA Kota Batam

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Surya Eka Darma Sinambela
    • visibility 283
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com | Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menhadir pekan olahraga dan seni ( Porseni ) Madrasah dan RA Kota Batam tahun 2025 yang dilaksanakan di Dataran Engku Putri Batam Center, Selasa (4/11/2025). Acara tersebut dibuka oleh Wali Kota Batam Amsyakar Achmad. Dengan tema “cerdas Beragama,Santun Berakhlak ” Porseni diawali dengan pelepasan pawai Khafilah […]

  • Saat Satlantas Polresta Kupang Kota Menyapa Malam: Menjaga Jalan, Menyelamatkan Kehidupan

    Saat Satlantas Polresta Kupang Kota Menyapa Malam: Menjaga Jalan, Menyelamatkan Kehidupan

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 289
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Sabtu malam (8/11/2025) di Kota Kupang berjalan berbeda. Jalan El Tari yang biasanya riuh oleh deru knalpot bising kini terasa lebih damai. Di balik ketenangan itu, ada derap langkah para petugas lalu lintas yang menembus malam, bukan sekadar untuk menindak, tapi untuk menyelamatkan. Di bawah pimpinan langsung Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) […]

  • Vita Ervina Soroti Lemahnya Pengawasan SPPG, Temukan Menu Tak Layak Konsumsi

    Vita Ervina Soroti Lemahnya Pengawasan SPPG, Temukan Menu Tak Layak Konsumsi

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    WONOSOBO,JARRAKPOS.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menyoroti serius dugaan kelalaian pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul berbagai laporan dan temuan berulang terkait menu yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi. Temuan tersebut meliputi buah dalam kondisi rusak, lauk yang basi, hingga telur yang disajikan dalam keadaan mentah. […]

  • Peningkatan PAD jadi Catatan Pansus LKPj DPRD, Pemkot Mulai Kaji Potensi Baru

    Peningkatan PAD jadi Catatan Pansus LKPj DPRD, Pemkot Mulai Kaji Potensi Baru

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu tahun 2024 yang masih di bawah 80 persen. Catatan ini disampaikan oleh Juru Bicara Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Bengkulu tahun 2024, Desi, dalam rapat paripurna DPRD Kota Bengkulu pada Senin (5/5/2025). Rapat paripurna, […]

  • Dukung Pencegahan Kecurangan JKN-KIS, Pemkab Cirebon Komitmen Mudahkan Akses Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 492
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus menyempurnakan pengelolaan jaminan kesehatan untuk memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat. Pemkab Cirebon terus berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan demi suksesnya program jaminan kesehatan. Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya saat menghadiri acara sosialisasi perjanjian kerja sama fasilitas kesehatan tingkat pertama dan […]

expand_less