Wali Kota Kupang: Budaya Adalah Pinjaman dari Anak Cucu, Bukan Sekadar Warisan
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025 yang digelar oleh Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) di Taman Budaya Gerson Poyk, Sabtu (30/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, dan Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi dan kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kiprah masyarakat Ngada yang dinilai telah memberi kontribusi besar bagi pembangunan Kota Kupang.
Ia menyebut IKADA sebagai simbol keteguhan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman.
“Selama 15 tahun lebih, keluarga besar Ngada telah melahirkan banyak tokoh penting, dari dokter, dosen, hingga birokrat. Mereka semua berlayar menghadapi gelombang, ikut membantu pemerintah membelah lautan persoalan masyarakat,” ujar dr. Christian Widodo.
Wali Kota menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam merawat budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga masa depan.
“Kalau kita hanya menganggap budaya sebagai warisan, kita bisa lalai menjaganya. Tapi kalau kita menyadari bahwa budaya adalah pinjaman dari anak cucu, kita akan rawat dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Ia juga menyinggung makna kemerdekaan dalam konteks zaman modern.
“Sekarang perjuangan kita bukan lagi mengangkat senjata, tapi melawan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan. Kalau kita bersatu, kita bukan hanya setetes air, tapi samudera yang luas,” tandasnya.
Wali Kota menutup sambutannya dengan pesan simbolis: “Cahaya Kota Kupang tidak hanya dari obor di balai kota, tapi dari lilin-lilin kecil di komunitas seperti IKADA yang menyalakan terang kasih di setiap keluarga.”***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar