Temui Warga Tanjung Agung, Wakil Ketua II DPRD Kaur Mardianto: Pemerintah Terus Upayakan Perbaikan Jalan, Terkendala Penarikan Dana Impres oleh Pusat
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

KAUR,jarrakpos.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kaur, Mardianto SAP, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur tidak tinggal diam terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak di sejumlah wilayah, seperti Tanjung Agung, Tanjung Awur, dan Air Bacang. Namun, realisasi perbaikan jalan saat ini mengalami kendala akibat kebijakan pemerintah pusat yang menarik dana impres.
“Masyarakat tidak bisa lewat, mobil pun tidak bisa lewat. Tapi perlu diketahui, pemerintah daerah bukan tidak peduli. Anggaran ini sebenarnya sudah diplot sejak tahun 2025 dan seharusnya sudah hitam sampai ujung. Namun karena kebijakan Presiden Prabowo, semua dana impres ditarik,” jelas Mardianto saat bertemu warga, Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, dampak penarikan dana impres ini tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Kaur, tetapi juga terjadi secara nasional. Untuk wilayah Kaur, beberapa ruas jalan utama terkena imbas langsung, termasuk akses menuju wilayah Tanjung Agung dan sekitarnya.
Mardianto menjelaskan, pihaknya bersama dinas terkait seperti Dinas PU dan Sekda telah menyepakati langkah sementara dengan melakukan penyekrapan jalan, namun pelaksanaannya harus menunggu cuaca yang memungkinkan.
“Kemarin kami sudah sepakat dengan PU, kita sekrap jalan ini. Tapi posisi sedang musim hujan, jadi kalau dipaksa sekarang, hanya akan rusak percuma. Kalau seminggu ke depan tidak hujan, kita akan mulai sekrap,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai pernyataan yang menyudutkan pemerintah daerah.
“Jangan dulu punya statement macam-macam. Kita sedang berjuang dari atas. Pemerintah daerah juga sedang mencari sumber dana lain untuk membantu perbaikan jalan ini,” tambahnya.
Mardianto mengakui kondisi medan yang berat membuat akses ke wilayah terdampak menjadi sulit. Bahkan dirinya sendiri sempat mengalami kesulitan saat akan meninjau lokasi.
“Jujur, saya sendiri hampir tidak sanggup naik ke sini. Kalau tidak dijemput warga tadi, mungkin saya tidak bisa sampai. Tapi ini bentuk komitmen kami untuk tetap hadir,” katanya.
Ia juga mengimbau pemilik kendaraan untuk ikut menjaga jalan setelah diperbaiki dengan tidak menggunakan rantai ban secara sembarangan dan tidak membawa muatan berlebih.
“Kalau jalan sudah disekrap, tolong jangan langsung bawa beban berat. Kalau bisa, 1 sampai 1,5 ton dulu. Jangan memaksakan, kasihan jalannya, baru 5 bulan rusak lagi,” tegasnya.
Mardianto menutup dengan menegaskan bahwa baik legislatif maupun eksekutif tetap berupaya keras memperjuangkan pembangunan infrastruktur, meski dengan keterbatasan APBD daerah.
“APBD kita kecil, jadi kita harus menjemput ke pusat. Kami tidak tinggal diam. Tapi untuk saat ini, kita bersama-sama berdoa agar cuaca mendukung, sehingga dalam waktu dekat perbaikan bisa dimulai,” pungkasnya.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar