Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUARA PEMBACA » Pegawai Negeri Sipil, Apakah Juga Masyarakat Atau Bukan?

Pegawai Negeri Sipil, Apakah Juga Masyarakat Atau Bukan?

  • account_circle Mario
  • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Oleh: Dr. Syukur Muhaymin Adang Djaha, S.Sos, M.AP (Dosen Ilmu Administrasi Negara Universitas Nusa Cendana)

NTT, Jarrakpos- Mari kita mulai tulisan ini dengan pernyataan dan pertanyaan yang akhir-akhir ini sedang ramai di masyarakat tentang PNS.

“PNS itu membebani keuangan negara”, “PNS itu apa sih kerjanya?”, “Hapuskan PNS”, dan masih banyak lagi pernyataan dan pertanyaan tendensius kepada Pegawai Negeri Sipil.

Memang sudah ada strotype di masyarakat kita, bahwa PNS adalah pekerjaan yang paling didambakan dan paling menguntungkan. Banyak yang beranggapan jika jadi PNS sudah pasti kaya.

Bahkan sistem di negara ini juga seolah-olah membenarkan hal tersebut, bahwa UKT sekolah/ kuliah seorang anak PNS sudah barang tentu tidak berada di grade kecil tapi pastinya berada di grade besar.

Mari kita intip sedikit bagaimana upah yang diterima oleh seorang PNS, apakah memang sebesar itu sehingga solah-olah PNS itu sudah tentu kaya? Ternyata pada kenyataannya bahwa gaji seorang PNS hanya berkisar antara Rp. 2.022.200 untuk golongan II/a (PNS lulusan SMA), Rp. 2.301.800 untuk golongan II/c (PNS lulusan D-III), Rp 2.579.000 untuk golongan III/a (PNS lulusan S1/D-IV), Rp 2.688.500 untuk golongan III/b (PNS lulusan S2) dan bahkan hanya Rp. 2.802.300 (PNS lulusan S3). Memang itu hanyalah gaji pokok, selalu dilabeli bahwa ada tunjangan yang dinikmati.

Namun tidak semua PNS memiliki dan menikmati tunjangan itu.

Tunjangan yang besar hanya dinikmati oleh PNS dari Kementerian tertentu. Sementara Tunjangan Penghasilan Tambahan (TPP) yang merupakan skema tunjangan untuk PNS Daerah tidak selalu didapat ataupun hanya dalam jumlah yang kecil.

Dengan demikian harus diingat bahwa tidak semuanya, dan bahkan kebanyakan PNS berada pada garis di bawah standar kehidupan layak atau sejahtera.

Sementara bantuan-bantuan yang sering dikeluarkan tidak mengakomodir PNS di dalamnya. Maka dapat dikatakan bahwa seorang PNS belum tentu kehidupannya sejahtera.

PNS adalah pelaksana kebijakan, dengan demikian setiap kebijakan yang dikeluarkan akan dirasakan langsung dan dilaksanakan oleh PNS itu sendiri.

PNS juga bukan merupakan jabatan politik yang diperoleh melalui jalur pemilihan dan hanya bekerja selama 5 tahun.

PNS adalah jabatan birokratis yang diperoleh melalui tes ketat dan jenjang karir yang jelas, lama, dan tidak mudah. PNS juga memiliki masa pengabdian selama bertahun-tahun untuk mengabdi kepada negeri.

PNS juga bekerja demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Bahkan dari awal PNS dituntut untuk memiliki rasa pengabdian dan rela berkorban terhadap bangsa.

Namun demikian tidak lantas PNS selalu dikorbankan dan di cap jelek, bahkan sekarang terkesan menjadi musuh bagi banyak orang.

Kembali lagi ke pertanyaan awal, pada saat kita memulai tulisan ini. Apakah PNS itu juga masyarakat? Jawabannya tentu saja iya, seorang PNS juga adalah masyarakat.

PNS adalah masyarakat yang mengabdikan dirinya bekerja untuk bangsa dan negara. PNS juga membayar pajak dan bahkan banyak potongan-potongan lainnya dari gajinya yang sudah kecil itu.

PNS juga bekerja bahkan diluar dari jam kerjanya. Namun lagi-lagi tidak semua PNS mendapatkan penghasilan yang layak baik berupa tunjangan dan TPP.

Seperti dosen misalnya hingga saat ini belum mendapatkan tunjangan, dan beberapa daerah bahkan dana TPP selalu menjadi dana empuk untuk di geser kamana-mana.

PNS selalu menjadi sasaran empuk janji-janji manis seperti kenaikan gaji dan lainnya. Namun demikian juga ketika itu menjadi isu kebijakan selalu mendapat pertentangan dari banyak pihak bahkan masyarakat luas.

Seakan-akan gaji PNS naik adalah sesuatu yang tabu untuk terjadi. PNS juga merupakan pekerja profesional yang harusnya diberikan upah atas pekerjaanya yang layak.

Kekeliruan yang besar apabila semua pekerjaan yang dilakukan oleh PNS dituntut untuk merupakan pengabdian dan haruslah ikhlas tanpa dibayar.

Saat ini bahkan bergulir isu untuk penghapusan gaji pensiunan PNS. Hal ini dilakukan dengan dalil dana pensiun PNS “membebani APBN”.

PNS sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dengan masa kerja dan pengabdian yang panjang dan juga jenjang karir yang jelas dinilai tidak cukup layak untuk menerima dana pensiun dan dianggap membebani.

Kita bandingkan dengan jabatan politik yang melalui proses pemilihan, dengan masa kerja hanya lima tahun dengan tunjangan-tunjangan yang besar, DPR pada masa pensiunnya (ketika tidak terpilih lagi) mendapatkan juga dana pensiun.

Hal yang tidak pernah diributkan, namun ketika dana pensiun itu dirasakan oleh PNS menjadi hal yang membebani.

Dana pensiun itupun tidak berasal dari manapun, melainkan dari iuran potongan gaji PNS selama bertahun-tahun mengabdi kepada bangsa dan negara ini.

PNS adalah garda terdepan pemberi pelayanan dan pelaksana kebijakan. PNS juga adalah masyarakat yang perlu untuk diperhatikan hak-haknya.

PNS juga adalah anak-anak bangsa Indonesia yang rela berkorban demi bangsa dan negara. Sudah seharusnya diperhatikan kesejahteraannya.

Sudah seharusnya juga diperlakukan dengan layak dan tidak dimusuhi. PNS juga merupakan lapangan pekerjaan terbesar penyerap tenaga kerja dari anak-anak bangsa.

Semoga ke depan sterotype negatif tentang PNS dapat hilang dan PNS bisa mendapatkan hidup yang lebih layak dan juga sejahtera.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tedjowulan Ditunjuk Jadi Penanggung Jawab Keraton Solo

    Tedjowulan Ditunjuk Jadi Penanggung Jawab Keraton Solo

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    SOLO,JARRAKPOS.COM – Menteri Kebudayaan Fadly Zon secara resmi menunjuk KGPA Tedjowulan sebagai penanggung jawab Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Penunjukan berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026. Fadly Zon mengatakan, dari pemerintah, ia sebagai Menteri Kebudayaan telah melakukan rapat bersama Kementerian dan lembaga lain termasuk Kepolisian, Kemendagri, Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata dan kementerian lain bersepakat […]

  • BK DPRD Kota Cirebon Panggil SR Pelapor Kasus Perzinahan Oknum Anggota DPRD Kota Cirebon.

    BK DPRD Kota Cirebon Panggil SR Pelapor Kasus Perzinahan Oknum Anggota DPRD Kota Cirebon.

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 184
    • 0Komentar

    CIREBON,JARRAKPOS.COM .- SR, Kepala Desa (Kades) Kedung Jaya memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon. Kehadiran SR didampingi oleh tim kuasa hukum untuk memberikan keterangan tentang kasus perzinahan Istrinya dengan salah satu oknum anggota DPRD Kota Cirebon ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon. Dalam kesempatan tersebut RS melalui Tim Kuasa Hukumnya, Charles Situmorang […]

  • Gubernur Koster Buka Dekranasda Bali Fashion Week 2025, Festival Anggrek Kem-Bali, dan Bazar Kuliner Khas Bali

    Gubernur Koster Buka Dekranasda Bali Fashion Week 2025, Festival Anggrek Kem-Bali, dan Bazar Kuliner Khas Bali

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Tude
    • visibility 284
    • 0Komentar

    DENPASAR, jarrakpos.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan antusias dan penuh apresiasi membuka secara resmi pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 yang dirangkaikan dengan Festival Anggrek Kem-Bali 2025 dan Bazar Kuliner Khas Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali ini merupakan kolaborasi […]

  • HAMI Apresiasi TNI AD Hidupkan 424 Hektar Sawah Sukabumi: Negara Hadir Mengalirkan Harapan

    HAMI Apresiasi TNI AD Hidupkan 424 Hektar Sawah Sukabumi: Negara Hadir Mengalirkan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    JARRAKPOS —Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) mengapresiasi langkah nyata TNI Angkatan Darat yang berhasil menghidupkan kembali 424 hektar sawah warga di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Melalui program TNI Manunggal Air, prajurit TNI AD membangun jaringan pipanisasi sepanjang lebih dari 11 kilometer dan mengaktifkan pompa hidram yang membawa air ke lahan pertanian yang sebelumnya […]

  • Prestasi Menurun, Disporasu Diminta Evaluasi Capaian Atlet Popnas 2025

    Prestasi Menurun, Disporasu Diminta Evaluasi Capaian Atlet Popnas 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Medan – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) diminta melakukan evaluasi terhadap kegagalan atlet pelajar pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII di Jakarta yang berakhir pada 10 Nopember kemarin Capaian yang diraih para atlet Popnas Sumut tahun 2025, tak sesuai harapan Gubsu Bobby Nasition. Pada Popnas 2025 […]

  • Kebakaran Gudang PT Multi Inti Parahiyangan di Astanajapura Berhasil di Padam Setelah 2 Jam

    Kebakaran Gudang PT Multi Inti Parahiyangan di Astanajapura Berhasil di Padam Setelah 2 Jam

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 67
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah kebakaran melanda gudang penyimpanan barang milik PT Multi Inti Parahiyangan yang berlokasi di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Beruntung, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan, dan Penyelamatan (Kabid PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Penanganan Bencana (Disdamkarmat) Kabupaten […]

expand_less