DPC PDI Perjuangan Cirebon Ziarah ke Makam Bung Karno: Teguhkan Ideologi, Warisi Semangat Proklamator untuk Pembangunan Daerah
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dalam rangka memperkuat fondasi ideologi dan meneladani semangat nasionalisme, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon melaksanakan ziarah ke Makam Proklamator Ir. Soekarno (Bung Karno) di Blitar, Jawa Timur. Rombongan yang terdiri dari tiga unit kendaraan, yakni dua bus besar dan satu mobil HIC, dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Rudiana, S.E.
Perjalanan penuh makna ini dimulai sejak hari Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB dari Cirebon. Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 11 jam, rombongan tiba di Blitar pada Senin pagi, 24 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB. Kedatangan di dini hari tersebut menunjukkan keteguhan, disiplin, dan dedikasi tinggi para kader dalam menghormati sang proklamator.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh struktur pengurus DPC serta Satgas, KSB Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Cirebon. Kehadiran massal dengan armada lengkap ini menunjukkan konsistensi partai dalam merawat memori kolektif bangsa terhadap sosok pendiri republik.
Dalam kesempatan tersebut, Rudiana menekankan pentingnya pemahaman sejarah bagi setiap kader. Ia mengingatkan bahwa PDI Perjuangan bukan entitas yang lahir dari ruang hampa, melainkan hasil fusi historis dari empat partai politik yang salah satunya adalah PNI (Partai Nasional Indonesia), yang kemudian bertransformasi menjadi PDI dan akhirnya menjadi PDI Perjuangan.
“Bung Karno tidak hanya Proklamator dan Presiden RI pertama, tetapi juga tokoh sentral PNI. Sebagai kader PDI Perjuangan, kita adalah penerus garis perjuangan tersebut. Oleh karena itu, mewarisi semangat Bung Karno adalah kewajiban ideologis, bukan sekadar ritual ziarah,” tegas Rudiana di hadapan para kader.
Rudiana juga menyinggung bahwa PDI Perjuangan dibangun melalui sejarah pergerakan nasional yang turut membentuk kesadaran politik rakyat, sehingga kader dituntut untuk memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu kerakyatan.

Lebih jauh, Rudiana berharap ziarah ini dapat memicu inspirasi nyata bagi para kader dalam menjalankan tugas politik di daerah. Semangat perjuangan Bung Karno harus diterjemahkan menjadi kerja keras untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, khususnya di Kabupaten Cirebon.
“Jangan sampai semangat Bung Karno hanya menjadi slogan. Kita harus bawa energi perjuangan ini untuk mengawal pembangunan di Cirebon, memastikan bahwa kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya.
Usai melaksanakan ziarah yang penuh khidmat, rombongan tidak langsung kembali, melainkan meneruskan perjalanan ke Surabaya. Tujuannya adalah Stadion Gelora Bung Tomo untuk menyaksikan laga puncak Kejuaraan Soekarno Cup 2026.
Pertandingan final yang sangat dinanti ini akan mempertemukan Tim Banteng Jawa Barat melawan Tim Banteng Bali. Acara penutupan turnamen akbar yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri.
Kehadiran kader Cirebon di stadion diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi Bung Karno dalam memajukan olahraga sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa, sekaligus menutup rangkaian kegiatan ziarah dengan semangat sportivitas dan persatuan.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar