HUT ke-64 PWRI JawaBarat: Perkuat Solidaritas, Kemandirian Anggaran, dan Wisuda Sekolah Lansia
- account_circle Ghana
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDUNG, Jarrakpos.com — Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Barat secara resmi menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 di Gedung Bale Pakuan, Jalan Cicendo No. 1, Bandung, pada Selasa (27/10/2026). Mengusung tema utama “Satu Tekad Satu Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama”, acara khidmat ini dihadiri oleh ratusan anggota dan pengurus PWRI se-Jawa Barat.
Rangkaian acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne dan Mars PWRI, serta pembacaan Panca Ubaya PWRI yang dipandu oleh panitia.
Kemandirian Organisasi dan Jalinan Strategis PT TASPEN
Dalam pidato sambutannya, Ketua PWRI Provinsi Jawa Barat, Yuyun Muslihat, menyoroti kondisi terkini terkait pembiayaan operasional organisasi. Ia mengungkapkan bahwa saat ini PWRI Jawa Barat telah menjalankan kegiatan secara mandiri menyusul dihentikannya bantuan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

”Selama ini biaya operasional kegiatan PWRI Jawa Barat sudah tidak dibantu lagi dari anggaran hibah APBD seperti dahulu. Demikian juga tidak ada pungutan iuran kota. Sehingga untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan, biasanya kita iuran sukarela dari pengurus-pengurus, atau sebagian dibantu oleh kegiatan-kegiatan dari dinas, instansi, dan lembaga terkait,” ungkap Yuyun, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepala dinas yang telah memberikan dukungan.
Sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat stabilitas finansial, PWRI saat ini tengah merancang kerja sama strategis dengan PT Taspen. Melalui skema ini, direncanakan adanya penyisihan iuran sukarela dari uang pensiunan bulanan anggota. Dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui rekening PWRI Pusat sebelum didistribusikan secara proporsional ke tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Wisuda Sekolah Lansia dan Apresiasi Tokoh Daerah
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Wilayah Jawa Barat, Dr. Susiana Nugraha. Salah satu momen paling berkesan dan menyita perhatian dalam perayaan tahun ini adalah prosesi wisuda lulusan Sekolah Lansia PWRI Jawa Barat, yang menegaskan komitmen organisasi dalam mewujudkan lansia yang aktif, produktif, dan bahagia.
Prosesi berlanjut dengan sambutan Ketua Umum PB PWRI serta pengarahan dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, selaku Pembina PWRI Jawa Barat. Memasuki agenda inti, PB PWRI menyerahkan secara simbolis penghargaan Lencana Madya dan Lencana Pratama kepada para anggota berprestasi atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada para purnabakti yang tergabung dalam PWRI. Ia menilai keberadaan Sekolah Lansia merupakan bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.
”Selamat Hari Ulang Tahun ke-64 untuk PWRI. Melalui momentum ini, mari kita perkokoh solidaritas wredatama demi kesejahteraan bersama. Kami dari pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Kuningan, sangat terinspirasi oleh prosesi wisuda Sekolah Lansia tadi. Ini menunjukkan bahwa para senior kita tetap bertekad menjadi lansia yang tangguh, mandiri, aktif, dan bahagia. Semangat mengabdi ini tidak boleh padam dan harus dicontoh oleh generasi muda,” ujar tokoh yang akrab disapa Amih Tuti tersebut kepada awak media.
Peringatan HUT ke-64 PWRI Jawa Barat ini ditutup dengan sesi ramah tamah, hiburan, serta persembahan pentas seni dari para anggota PWRI yang semakin mempererat tali silaturahmi antar-pensiunan pegawai negeri sipil di Jawa Barat. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar